Showing posts with label backapacking. Show all posts
Showing posts with label backapacking. Show all posts

Friday, January 1, 2016

AU REVOIR 2015!

Wow time flies away very fast. Seems like it was 12 months ago I wrote something about 2014’s farewell message, yeah of course those 12 months equal to a year calendar-__-

Actually, writing this post, it's something sudden idea for me. Nothing I could do to celebrate new year’s evening as always here, so why not writing? Also i pick up English for this post now, since I never had one,and just thought its just cool for me this time.

Speaking about new year’s celebration, this is the 3rd time I missed it without doing nothing,and it’s not a big deal for me. I also don’t get used to celebrate it, beside I did it by gathering with the lovely parents and brothers several years ago. 

Honestly, i'm quite perplexed over what things could be brought forward in this post, since i've totally no idea what to say within this year except blessings. This blessings’s form could be various the way you see it. Main form of them,I could say healthiness and job security. As you know, this is the tough time for my engineering field, but I aint gonna be into it here.

This year itself is just like the other years for me. Each year is magical for me and got its own characteristic to define our milestone in our life. Like before, I happened to visit some cool new places that ive never visited before. This venture is become habit for me these years, and I wanna keep doing it until…I don’t know.

Next year, I wanna do more, as i'm getting older now. Not so many options you have actually at this age, seeing your friends have turned their life over something you're not familiar with. Getting older also doesn’t mean you turn your life drastically to someone’s else. Getting older for me, means you have more responsibility towards your circles, targets to achieve, resolution to realize (don’t forget the uncompleted resolution of the last year to be piled up in this new year :p), and ultimately, it's not determined by the way you behave and its sort of.

Last thing, lets conquer this year!

Thursday, May 14, 2015

BROMO#2

Di bagian #2 ini, sebenarnya gak terlalu banyak cerita yang bisa gua share disini, karena memang ini merupakan pelengkap dari bagian satunya (baca BROMO#1). Edisi Bromo sendiri,emang sengaja gua split jadi dua bagian, biar gak terlalu panjang untuk pembaca, biarpun emang gak ada yang baca juga sih sebenarnya..hahahahahha..:'(

Okelah,gua lanjutkan saja lah.......



Masih belum bisa move on dari Bromo padahal :(


Setibanya di Probolinggo, gua langsung mencari bus tujuan Surabaya. Di Surabaya, gua bakal singgah untuk sehari semalam, sebelum gua melanjutkan perjalanan gua ke Bali. Setelah mencari-mencari info di mbah gugel, ada dua provider bus ekonomi dari Probolinggo ke Surabaya atau sebaliknya, yang lumayan banyak direkomendasikan oleh netizen , yaitu Bus AKAS atau MILA. 

Setelah bertanya pada petugas terminal mengenai jam keberangkatan,serta membandingkan harga mana yang lebih murah (tentunya :p), akhirnya gua lebih memilih bus MILA. Sebenarnya, berbicara mengenai harga dan fasilitas, tidak ada yang perlu diperbandingkan diantara dua provider bus ini. Dengan tarif yang sama, yaitu 25 ribu saja, ber-AC dan jarak antar bangku yang ideal untuk penumpang,semuanya terlihat sama. Schedule keberangkatan menjadi pembeda diantara keduanya, dan gua lebih memilih bus MILA, karena memiliki waktu keberangkatan selanjutnya yang lebih awal. Karena memiliki schedule keberangkatan yang fixed, jadinya gua gak harus nunggu berjam-jam dan berantem ama mas-masnya dulu, seperti yang gua alamin pas mau naik ke Bromo (baca BROMO#1).

SURABAYA, I'M COMING!

Sebenarnya ini kunjungan kedua gua ke kota yang terkenal dengan patung sura dan buayanya ini. Kunjungan pertama terjadi jauh waktu sebelumnya,yaitu sekitar 6 tahun yang lalu, ketika gua plesiran ke kota ini untuk melepaskan kepenatan di sela waktu Kuliah Praktek gua di kota Bojonegoro, kota yang berjarak sekitar 2 jam dari kota Surabaya. Sebenarnya juga gak penat-penat banget sih saat itu, karena gak ngapa-ngapain juga, eh..buahahahahahah... 

Setelah sekitar 4 jam dijalan, di suatu siang yang terik, akhirnya gua sampai juga di kota yang crowded ini, yang menurut gua gak ada bedanya dengan Jakarta. Yap, Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, jadi tidak mengherankan, kemacetan terjadi dimana-mana, polusi yang menusuk hidung dan mata,potret-potret kemiskinan di sudut kota dan tentu saja kumpulan orang-orang yang hijrah ke kota besar dengan pengharapan untuk mencari hidup yang lebih baik. 

Di Surabaya, karena males kemana-mana karena macetnya gua gak tahan,akhirnya gua cuman nge-Mall aja sambil ngeliatin taman Bungkul, taman yang katanya mendapat penghargaan sebagai taman terbaik se-Asia versi PBB. Gua juga sempetin nonton bioskop, makan malam dan beristirahat santai sembari menghabiskan waktu. Disini juga, gua gak banyak capture moment, karena selain suasanya yang kota besar banget, yang standar abiiss, juga karena gua harus save kapasitas memory card kamera gua yang udah kepenuhan. Keknya gua harus beli memory card baru sebagai cadangan untuk travelling selanjutnya #NoteToSelf.

Karena takut kebablasan demi mengejar penerbangan paling pagi ke Bali, gua udah nyampe aja di Airport Juanda selepas tengah malam. Gua juga bisa tiduran sambil selonjoran diatas bangku ruang tunggu yang kosong,sedangkan barang-barang gua taro ditempat yang aman, sambil si indi yang jagain, ehh, buahahahahahahhah :***

Bangun-bangun, airport udah rame aja dengan mulai banyak orang yang berjejalan untuk check-in. Gua buru-buru check in, biar bisa tidur lagi didalam, dan gua berharap bangun-bangun bisa langsung di Bali :p

TAKE CARE, SURABAYA, BALI, HERE I GO!


Friday, February 27, 2015

BROMO#1

Sebelum pulang ke Indonesia, terlebih dahulu gua udah searching tentang daerah mana aja yang bakal gua datengin selama di Indonesia. Dari sekian banyak yang gua gugel, pilihan mengerucut ke beberapa objek wisata saja yang menurut gua lagi hits banget sekarang, diantaranya bromo, sempu, tanah baluran, pulang menjangan, kawah ijen dan lain-lain. Gua akui, berbagai program jalan-jalan yang bertebaran di acara televisi kita,turut mendongkrak popularitas objek wisata tersebut. Cukup lama gua berpikir dan berdiskusi dengan travel-mate gua,sampe akhirnya kita menetapkan bakal kemana kaki kita melangkah. Oh iya,kebetulan Travel-mate gua adalah pacar sekaligus sahabat sekaligus teman sendiri,yaitu si Indi Similikiti..hahahahaha :p

Setelah berdiskusi dengan si Indi kira-kira semenit doang, akhirnya kita memutuskan Bromo sebagai destinasi awal rencana liburan kita. Si Indi sendiri punya cuti yang kalo diitung ampe dia ngantor lagi, itu bisa dapat 8 hari. Dengan estimasi maksimal hanya 2 hari stay di Bromo, kita cukup kebingungan untuk menentukan destinasi selanjutnya. Menurut gua, dari kandidat destinasi yang gua sebutkan diawal tadi, hanya Bromo lah yang memungkinkan untuk dikunjungin dari segi jumlah orang, transport, dan biaya. Akhirnya kita menambahkan 3 kota laen sebagai destinasi kita, yaitu, Malang (kebetulan kita bakal mampir dikota ini sebelum lanjut ke Bromo), Surabaya, dan Bali. 

Destinasi, udah
Itinerary, udah
Tiket, udah

NOW,LETS FUCKIN' GO!

Disuatu senja bertanggal 23 bulan September tahun 2014, gua sibuk memperhatikan jam gua yang menunjukkan waktu hampir jam setengah enam sore, sembari mata gua fokus menatap ke segala arah. Waktu berjalan terasa cepat, pikiran udah mulai kalut, tak henti-hentinya gua memainkan blackberry gua, seiring dengan waktu keberangkatan kereta yang semakin dekat, dan gua masih menunggu seseorang di loket pembelian tiket, diluar gate keberangkatan. 

Yapp,orang yang dimaksud adalah si Indi yang masih on the way dari kantornya di Sudirman-__-

Setelah disepakati sebelumnya, berhubung keberangkatan kereta yang jam 6, dan bubaran kantor si Indi yang jam 5, si Indi janji bakal dismiss lebih awal dari kantornya, yaitu maksimal jam setengah 5. Tetapi apa daya, karena kerjaan doi lumayan banyak pada hari itu, jam hampir menunjukkan jam 5 ketika dia baru keluar dari kantornya dan mulai mencari ojek. Pikiran gua mulai gak tenang dan bawaannya udah kesel aja, karena takut bakal ketinggalan kereta, mana tiket kereta nya dengan si Indi lagiii..ehh..buahahahhahahahaha :p

Akhirnya si Indi sampe jam 5:45 lebih, kita check in buru-buru, lari ke gate keberangkatan kek orang gila, dan akhirnya baru bisa tenang setelah duduk didalam kereta. Malang, we're coming! 

Butuh waktu hingga 14 jam,sampe akhirnya kita sampe di stasiun kotabaru Malang. Begitu keluar dari stasiunnya telah banyak orang yang menawarkan transport untuk ke berbagai macam destinasi wisata di sekitar Jawa Timur, seperti Bromo dan Semeru contohnya. Sesuai itinerary, gua bakal menginap satu hari di Malang . 





Gaya kita sesampainya di Malang :p


Menghabiskan waktu di Malang, tidak lengkap rasanya kalo tidak mencoba kulinernya. Walaupun gua bukan tipikal yang suka nyobain kuliner setempat ketika travelling, tetapi kali ini gua sempetin untuk mencoba makanan khas Malang, yaitu Bakso Arema Khas Malang. Ketika gua masih di Pekanbaru, saban hari, gua selalu makan nih Bakso yang selalu lalu lalang dikompleks rumah gua ketika sore hari. 

Tetapi bagaimana rasanya makan bakso khas Malang ditempat daerah asalnya?

Menurut gua biasa aja, dan bahkan rasanya menurut gua masih lebih enakan yang lewat di depan rumah gua..hahahahahah :p

Setelah beristirahat sejenak, gua melanjutkan perjalanan ke Kusuma Agro Wisata yang terletak di Batu, yang berjarak sekitar 30 menit dari Malang. Di tempat ini, wisata yang ditawarkan adalah layanan wisata petik buah langsung untuk berbagai hasil perkebunan, seperti Apel, Jeruk, dan buah-buahan bebas pestisida lainya. Selain wisata petik, wisata ini juga menawarkan wahana outbound seperti mengendarai ATV, flying fox dan lainnya. Tapi berhubung paket ini tidak termasuk dalam tiket masuk, jadi kita skip dulu,mending duitnya diskip untuk hal yang berguna lainnya :p




Memetik buah dengan latar belakang gunung Arjuna :p



Tidak lupa sebelum meninggalkan tempatnya, gua membeli oleh-oleh untuk sanak famili. Karena ini baru hari pertama dari total 8 hari trip gua, jadi gua memutuskan untuk membeli oleh-oleh yang simple saja, yang bisa diselipin di carriel gua. Gua langsung teringat si mamake yang doyan menanam bunga dan langsung saja gua memutuskan untuk membeli bibit bunga. Setelah mendengarkan presentasi dari mas-masnya lengkap dengan display kalo udah gedenya, akhirnya pilihan gua mengerucut ke satu bibit bunga. Gua lupa bibit bunga apa,tapi lumayan mahal sebungkusnya, yaitu 100 ribu. Selang beberapa bulan, gua menanyakan kembali nasib bibit bunga yang gua kasih ke mamake, dan mamake pun menjawab "yan, bibit bunga nya gak mama pake, habis ribet cara nanamnya mama baca di bungkusnya.." buahahahahahahahahahahahah...100 ribu melayangg :') tapi gak apa apa deh, asalkan si mamake senang :p




Bunga-bunga di taman >_<



Keesokan harinya, gua bangun lebih awal, untuk mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan sebelum kita melanjutkan perjalanan ke Bromo. Karena si Indi backpack nya cuman Jansport, alias Daily Backpack yang emang bukan didesain untuk travelling, beberapa barang si Indi, gua transfer ke carriel gua. Untuk barang yang bakal digunain secara frequent, seperti powerbank, tissue, handuk, dan lainnnya, gua pack di tasnya si Indi sehingga jadi lebih mudah diaksesnya ketika mau dipakai dibanding harus membongkar carriel yang segede gaban. 

Dari Malang kita langsung menuju Probolinggo melalui Terminal Arjosari. Tidak susah untuk mendapatkan bus tujuan Probolinggo karena memang banyak operator bus untuk tujuan tersebut. Sesampainya di terminal Bayuangga Probolinggo, sesuai artikel yang gua baca, gua harus langsung menuju front gate terminal ini untuk melanjutkan perjalanan gua menuju Cemoro Lawang,yaitu desa terakhir sebelum gunung Bromo. 

Sesampainya disana, gua langsung dihampirin tukang ojek untuk menawarkan jasa ke "atas".tetapi gua menolak dengan halus, karena gua lebih memilih bus, sesuai dengan itinerary gua. Lagipula dengan biaya bus yang cukup murah yaitu 25 ribu, gua udah bisa duduk santai, sambil menikmati pemandangan indah tanpa harus menggendong carriel yang segede gaban. Dan benar saja, dengan melanjutkan jalan beberapa langkah, akhirnya gua disamperin dengan mas-mas yang siap mengantar kita untuk naik ke atas. Tanpa basa-basi gua langsung menaikkan carriel gua serta bawaan kita yang laen ke dalam bus. Setelah siap sedia, gua pun bertanya ke pada Mas nya dengan sopan,

"Mas, kita udah siap nih,jadi kapan kita berangkat?"

"Tunggu ampe penuh mas,kita langsung berangkat!"

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Bus yang berisi 15 seat ini, belum ada terisi setengahnya dan penumpang nya cuman gua, si Indi, dan seorang kakek tua yang membawa barang pecah belah. Setelah dua jam berlalu, gua udah mulai gak sabar dengan situasi yang ada. Gua memaksa Mas nya untuk berangkat sembari menurunkan barang-barang gua dari dalam bus dengan maksud untuk menggertak. Gua sempat berpikir untuk balik ke pangkalan ojek yang gua lewatin sebelumnya, tetapi Mas nya memperingatkan bahwa hanya bus ini lah satu-satunya angkutan yang diijinkan untuk sampe keatas. Kehabisan pilihan, akhirnya gua mencoba nego dengan mas nya berapa kira-kira biaya charter bus sampe keatas. Doi menyebut 350 ribu tanpa berpikir panjang, dengan catatan si kakek tua yang penduduk asli Bromo tetep membayar harga normal, yaitu 25 ribu rupiah.

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK #LAGI

Mentang-mentang gua kek cina, mo diperass!!!

Jadi ceritanya, gua harus membayar kekurangan biaya dari sisa seat yang kosong kalo memaksa untuk melanjutkan perjalanan, yaitu 12 seat dan masih ditambah dua seat yaitu, gua dan Indi sendiri.

Setelah nego yang cukup alot dengan mas-masnya pake sedikit emosi, akhirnya biaya charter bus dikurangi menjadi 200 ribu saja, tetep dengan catatan si kakek tua hanya membayar dengan harga normal. Jadi gua dan indi cukup membayar 175 ribu saja,mayannnnn :p




Sticker di angkotnya,ngajak ribut :(


Setelah hampir 3 jam, gua stuck nih diterminal setan, akhirnya gua melanjutkan perjalanan ke Cemoro Lawang. 

BROMO,I'M COMING!

Perjalanan 1 jam lebih dari Probolinggo hingga Cemoro Lawang, dihiasi dengan pemandangan yang luar biasa. Kanan kiri dengan deretan pohon pinus, perkebunan warga yang tradisional, serta jalan yang dikelilingi kabut tipis serasa menemani indahnya perjalanan gua. 

Sampai Bromo, gua langsung menaruh barang-barang gua, serta book untuk tour keesokan harinya. Dan gua juga baru sadar, kalo buah-buahan yang kita petik secara membabi buta di Malang beserta snek-snek laennya ketinggalan di bus,tapi yasudahlah,aku rapopo..

Untuk paket tur sendiri, gua dan Indi sengaja memilih agak beda, yaitu memilih untuk menggunakan ojek, karena dengan ojek kita bisa singgah ke beberapa spot yang tidak disinggahi dengan jeep,seperti Sabana contohnya. Setelah selesai dengan urusan booking-membooking, gua langsung menuju spot yang sangat keren abis untuk menikmati sunset di sore hari, yaitu duduk disemacam teras gitu, dengan view langsung kawah bromo. Walaupun agak berkabut, tapi gua tetep menikmati suasana pedesaan khas pegunungan, sembari bersenda gurau sambil ngebakso bareng.



Sayangnya agak gelap, lagi berkabut soalnya :p


Keesokan harinya, gua bangun lebih awal karena emang semaleman gua juga gak bisa tidur karena sangat excited tentang apa yang bakal mata gua liat pada pagi harinya hanya. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kunci travelling di tempat yang dingin, selain memakai perlengkapan yang memadai, perut juga harus terisi penuh. Setelah menyantap sarapan seadanya selama bisa mengganjal perut, gua siap untuk memulai hari,yeay!

Tujuan pertama, gua langsung cuss ke pananjakan 1,tempat paling favorit bagi wisatawan untuk melihat sunset. Biarpun gua berangkat lebih awal, tapi tempat ini sudah ditelan oleh lautan manusia. rame banget!

Agak susah nemuin spot yang bagus untuk nangkep momen sunrise melalui kamera gua,karena hampir seluruh spot sudah diisi oleh lautan manusia. Ketika matahari mulai menunjukkan cahaya nya dari ufuk Timur, disitulah massa makin beringas untuk menemukan spot yang paling terkeren menurut mereka, mana kebanyakan bule-bule lagi yang badannya jauh lebih gede dari gua,jadi gua agak berjuang untuk mendapatkan spot yang terbaik buat poto. Gua liat sekeliling orang-orang juga mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mendapatkan good capture, ada yang manjat pagar, ada yang gendongan ama pacarnya, dan ada juga yang manjat tiang sutet..buahahahahhaha..kalo ini boong deh :p

Beruntung, pagi itu cuaca cerah dan hanya ada sedikit kabut, sehingga tidak menggangu penampakan terbitnya matahari, gua berhasil menangkap beberapa momen sunrise, walaupun gak bagus-bagus amat sih.....



Sunrisenya...


Dan juga beberapa momen setelahnya....



Hmmm..


Puas foto-foto di pananjakan,selanjutnya gua ke kawah di areal gunungnya. Maen-maen dengan kuda, foto-foto dikawah, serta maen-maen di candi areal gunung,juga tidak luput dari injakan langkah gua, seperti yang terliat di foto bawah ini..



Nih si kuda-kudanya..

Nih si candinya..

Nih si kawahnya..


Setelahnya dilanjutkan tujuan terakhir, dan yang paling gua excited juga, Padang Sabana Teletubbies!
Sesampainya disana, apa daya, harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Padang sabana yang luas dan hijau yang biasa gua liat di film Teletubbies tidak terlihat seperti apa sebenarnya. Rumput dan tumbuh-tumbuhan disekitar sabana telah lama kering dan mati. Mas-masnya nya berkata sudah hampir lebih dari 3 bulan, kawasan Bromo tidak diguyur hujan, karena memang lagi musim kemarau parah beberapa bulan belakangan. Gua agak kecewa, tapi gua tetep meng-capture beberapa spot yang menurut gua masih terlihat keren, walaupun dengan kekurangannya. 

Sebelum tour ini berakhir, mas-mas nya mengajak gua ke satu spot lagi. Setibanya di spot tersebut, gua heran apa yang menarik dengan spot ini. Kebingungan gua langsung sirna, setelah mas-mas nya menjelaskan bahwa spot ini dahulunya pernah digunakan syuting untuk film nya si Dian Sasto,yaitu Pasir Berbisik, woalahhhhhh kirain apaan. Setting dari spot ini menurut gua gak terlalu buruk juga,dengan beberapa batu berdiri kokoh disekitarnya,masih baguslah buat dipoto.. 




Walaupun kurang maksimal, tapi tetep keren!


Karena gua harus mengejar penerbangan ke Bali, melalui Surabaya,gua harus mengakhiri tour Bromo lebih awal. Untuk turun kebawah, lagi-lagi gua harus menaiki bus yang sama, dengan Mas-mas yang sama juga, Tetapi bedanya kali ini, gua gak beradu urat dengan Mas-mas nya melainkan dengan rombongan bule-bule! 

Jadi ceritanya, bus sudah terisi dengan 11 orang (dari 15 seat available). Seperti yang sudah diprediksi, karena bus belum penuh, mas-masnya memaksa menunggu bus sampe penuh sedangkan gua udah targetin harus sampe Surabaya sebelum malem. Setelah,gua berdiskusi dengan mas-mas plus rombongan bule-bule ini (hanya gua dan si Indi yang Indonesia), akhirnya kita sepakat untuk membayar lebih ke mas-masnya yaitu 35 ribu (dari harga biasa 25 ribu). Tetapi setelah disepakati dan ready untuk berangkat, ada sepasang bule tiba-tiba menolak untuk membayar lebih, dan langsung ngeluarin barang-barangnya dari bus, dan langsung cabut gitu aja..

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Nih bule maunya apa sihh?!?! Kere banget!!!

Akhirnya molor lagi waktu keberangkatan, hampir setengah jam lebih, sembari mas-masnya menunggu calon penumpang lainnya. Karena emang udah gak punya opsi laen, akhirnya gua nego lagi dengan mas-mas plus bule-bule nya,dan akhirnya disepakati ongkos nya menjadi 50 ribu untuk satu orang, jadi naek lagi kan.......:)

Sejalan dengan bus gua yang lambat melaju menuju peradaban, disitu jugalah trip keren gua di Bromo berakhir, masih ada dua kota lagi yang bakal gua samperin Surabaya dan Bali.

Lanjut bro ke part#2 nya (klik di link).
  


Let's endlessly explore yourself!



**special thanks untuk Indi, yang udah nemenin penulis trip kemana aja, mulai dari naik bus (pernah ampe 10 jam), pesawat, kapal, semoga terus menginspirasi :)




Friday, July 4, 2014

BAHRAIN PART#2

Sebelum gua melanjutkan cerita gua, ada baiknya lo baca dulu yang part#1 nya sop, biar feelnya dapat sopp..hazekk..

Alkisah, akhirnya kita berempat sampe juga di Bahrain, setelah menghabiskan waktu lebih kurang 2 jam di perjalanan sop..

Setidaknya kita harus melewati 3 gate sebelum nyampe bener di Bahrain sop, yaitu immigation gate Saudi, Bahrain, dan yang terakhir pemeriksaan bagasi sop. Tidak ada masalah berarti ketika kita melewati ketiga immigation gate tersebut sop, tetapi diantara kita berempat mempunyai masa berlaku visa yang bervariasi sop. Gua dan si Abi hanya mempunyai 3 hari izin tinggal, sedangkan si Miko dan si Oddy, mempunyai 2 minggu izin tinggal.

Sesampainya kita di hotel yang telah dibook sebelumnya, tibalah saatnya kita untuk membayar si driver Bhangsadh satu ini sop..

Sesuai dengan perjanjian awal, kita deal untuk membayar total 250sar (+/- 700ribuan dalam Rupiah) sebagai fee nya sop. Untuk lebih simple, kita sepakat untuk pembayaran, ditalangin si Oddy dulu sop biar gak ribet.

Karena kita gak punya punya duit pas, akhirnya Oddy menyerahkan 300sar kepada sang sopir, tetapi apa yang terjadi sungguh diluar didugaan sop!

Sang sopir menolak memberikan kembaliannya sop dengan alasan kita telat dari jadwal yang telah ditentukan...azzzzz....

Ini namanya Scam!!

Bagi yang udah baca part#1 pasti ngerti, kalo kita emang telat berangkatnya, tapi apa yang terjadi di luar perhitungan kita sop. Setelah nego hampir 15 menit dengan si Bhangsadh satu ini, akhirnya kita setuju cuman bayar 30sar sop sebagai duit tunggunya.

Lumayan sop dikembaliin 20sar, buat beli jajan..jajan miharja..hahahahahahah :p

Setelah mendapatkan pengalaman kurang mengenakkan, tidak membuat gua pesimis sop, gua tetep yakin, travelling kali ini bakal gokil seperti yang udah udah, wohooo!!

Kita didrop ama si Bhangsadh,tepat didepan kamar hotelnya sop, eh salah depan hotelnya sop..hahahahahahahah..yakelesssss #CamAnakAnakGaulSekarang

Juga di Hotel inilah nantinya kita akan beristirahat 3 hari 2 malam petualangan kita di Bahrain sop, yeayy!!




Where the magic happens..eaaaa :p

Ketika bangun pagi dengan sinar matahari menerpa wajah seiring dengan senyuman berkilauan gua demi menyambut indahnya pagi sehin....

"Woy yann,lebayy luu!!!"

"Eh sop, ngapain lo dimari?! lo kan kagak gua ajakk!"

#PaketinSiSopBalikKeSaudi

Setelah beres gua paketin si sop balik ke Saudi, akhirnya gua bisa berpoto-poto ria dengan view kamar gua yang menghadap teluk Persia..







Tanpa berleha-leha, gua segera mandi + makan/minum seadanya + bawa kamera + pake kacamata item, dan cabut langsung keluar untuk meliat apa yang mereka tawarkan..

"Woy yann!!"

"Anjrit!! lo lagi sopp!!, napee?!"

"PAKE CELANA DULU KALEEEEE"

Anjritt! untung dibilangin sopp,kalo gak, bisa susah...ahahahhahhhahahah..

#TraktirSiSopMakan
#MakanAti

Eh ngomong-ngomong, ini cerita makin gak jelas,yaudah serius ah sop....

Destinasi pertama adalah ke pasar tradisional , yaitu Bab Al-Bahrain sop. Disini lo bisa nemuin semua souvenir khas Bahrain sop, mulai dari benda-benda unik, patung-patung,gantungan kunci ampe beragam aneka kain tradisional yang tentunya keren-keren sop..








Setelah puas mengunjungi dan belanja-belanja tentunya, kita langsung mengunjungi destinasi selanjutnya sop, yaitu Arad fort. Arad fort adalah sebuah benteng yang telah berdiri semenjak abad ke-15,untuk menangkal invasi portugis ke berbagai negara jazirah arab sop (Sumber:Wikipedia).

Hanya dengan membayar 1BD (10sar) kita sudah dapat menikmati keindahan benteng ini sop. Biarpun benteng ini sangat terawat dan terlihat keren dan kece dari luar sop,tapi sayangnya begitu kita masuk ke dalam, tidak ada sesuatu yang spesial yang bisa ditawarkan sop.






.


Setelah puas dan capek kesana kemari, akhirnya kita memutuskan untuk menyudahi perjalanan hari ini dan melanjutkan keesokan harinya...fiuhhhh..

Eitss..tetapi sebelum kita-kita balik ke hotel, kita memutuskan untuk mampir sejenak ke Mall terbesar di Bahrain, yaitu City Centre Mall. Awalnya kita hanya berniat untuk makan malam saja,sampai akhirnya tercetus ide, untuk nonton bioskop.

Setelah menimbang-menimbang pilihan antara nonton tali pocong perawan atau hantu jamu gendong, akhirnya kita memutuskan untuk nonton MASHA and the GODZILLA...hahahahahahahahah..kagak sopp, kita akhirnya nonton GODZILLA :p

Akhirnya, tiba juga hari terakhir kita di Bahrain sop. Kita memutuskan untuk mengunjungi Museum Nasional Bahrain yang letaknya cukup berdekatan dengan hotel kita menginap. Kita juga bergabung dengan rombongan yang laen, yaitu mas Teguh dan mas Basir (Pak Boss di perusahan tempat kita bekerja), yang juga menginap di hotel yang sama dengan kita sop.

Lagi, cukup dengan biaya 1BD kita telah dapat menikmati berbagai peninggalan Bahrain kuno sop. Tetapi kali ini kita enggak perlu bayar sop, karena gratis,dibayarin pak bos..muahahahahaha :)

Di dalam Museum ini, kita dapat menemukan berbagai Artefak peninggalan Bahrain kuno, mobil antik kuno kerajaan, dan segala hal lain yang biasa kita temuin di museum. Oh iya, untuk menambah nuansa modern nya,museum ini juga menampilan karya lukisan modern disalah satu sudut bangunannya.










Museum Nasional Bahrain merupakan destinasi terakhir kita di Bahrain sop, akhirnya kita harus mengucapkan salam perpisahan untuk negeri kecil yang indah ini. Oh iya, untuk balik ke Saudi, kita enggak harus mengeluarkan duit sepeserpun sop, karena kita ditawarin tebengan ama mas Basir dan mas Teguh (thanks mas-mas)

Liburan yang singkat ini, cukup untuk merefreshing otak sejenak,sebelum gua memulai pekerjaan yang hectic kembali. Terimakasih untuk Abi, Miko, dan Oddy yang telah menemani. Serta tak lupa juga untuk mas Basir dan mas Teguh untuk tebengan pulangnya..

Travelling makes your brain functioned properly








Thursday, June 5, 2014

Monday, April 7, 2014

DO'S AND DONT'S IN SAUDI!

Assalamualaikum shodiq!

Setelah sebelumnya gua memposting tulisan gua yang berjudul SAUDI LIFE #PART1 (klik yang mo baca) ,yang berkisah tentang kehidupan gua selama di Saudi, gua berjanji untuk melanjutkan postingan tersebut dengan bagian keduanya sop..

Tapi sebelum lo mengenal lebih lanjut gimana kehidupan gua berjalan selama di Saudi,ada bagusnya lo mengenal dulu, ada apa dan bagaimana tinggal di Saudi sop..

Untuk itu, pada postingan kali ini, gua mo membagi tips-tips keceh tentang apapun yang berhubungan dengan kehidupan gua selama di Saudi sop..

Do's and Dont's In Saudi..udah udah gak usah pake google translate lagi lagi sop, gua bakal artiin kok.
Jadi gini, kali ini gua bakalan bahas beberapa hal yang bisa lo lakukan dan enggak bisa lo lakuin selama tinggal di Saudi, sop!

Buat lo yang mungkin berminat untuk bekerja juga di Saudi, semoga postingan gua kali ini bakalan ngebantu lo banget sop,biar gak malu-maluin kalo sampai sini..NGEHEHEHE~

Beberapa hal yang bisa lo lakuin selama di Saudi:

1. Insyaf. 

Ada yang tahu kenapa insyaf menjadi no satu di list ini sop? buahahahahahahahhahahahahahahhaha..
Saudi merupakan tempat yang cocok banget untuk insyaf sop..
Meskipun Saudi udah tersentuh dengan modernitas, tetapi kearifan lokal yang bernuansa relijius tetap terjaga utuh sop..
Lo bakal dengan mudah nemuin mesjid disana sini sop, apalagi ketika waktu solat, azan akan berkumandang dimana-mana sop..
Ketika waktu solat juga, orang akan berduyun-duyun memenuhi mesjid dan semua kegiatan akan dihentikan sampai proses solat selesai sop..

Bagi cowok yang matanya jelalatan juga, Saudi juga tempat yang bagus buat insyaf sop, karena rata-rata, cewek-cewek disini pada pake burqa sop, hijab khas arabic, jadi gak bisa piwit sana sini sop..
Emangnya lo mau sop, piwitin anak orang, trus dirajam seribu kali..hahahahahhahahahah

2.Umroh.

Ini masih berhubungan dengan poin nomor satu sop. Kalo lo mo insyaf sekalian sop, jangan tanggung-tanggung. Mekah sendiri, kalo lo berangkatnya dari Khobar, cukup ditempuh hanya dalam 12 jam perjalanan darat saja sop, ato yang bermodal sedikit lo bisa naik pesawat, cukup 2 jam saja sop.

Kalo lo memilih untuk pergi ke Mekah melalui jalan darat, lo cukup ngeluarin duit total dibawah SR 200 saja sop (RP.600 ribu), mencakup biaya hotel+bus+makan+keperluan lain..

Ya segituan lah sop duit lo bakal habis, asalkan pas di Mekkah lo gak beli air zam-zam setangki air rumah lo aja sopp..hahahahahhahahahahaha..

3. Bahrain.

Yup, Bahrain sop.. Negara kecil ini merupakan negara tetangga terdekat Saudi sop. Dengan jarak yang hanya terpisah +/- 60 km, cukup dengan berkendara mobil 40 menitan melintasi King Fahd Causeway, lo udah bakal nyampe Bahrain sop..

Tetapi patut diingat sop, sebelum lo ke Bahrain, pastiin lo bawa duit yang banyak sop, secara bayangin aja sop 1 Dinar Bahrain sama dengan 30000 Rupiah!

Di Bahrain juga, lo bisa ngelakuin banyak hal yang gak bisa lo lakuin di Saudi sop,kek contohnya nonton bioskop, nonton konser, nonton race F1..

Tapi jangan takut sop kalo kebetulan kantong lo lagi kering, lo bisa juga kok nonton konser sop, konser amal tapi..muahahahhahahahahahha..




King-Fahd Causeway yang megah!


4. Makan-makan enak.

Untuk poin ke-empat ini, Saudi merupakan negara yang cocok untuk para-para tukang makan sop..

"Kok gitu yan, kenapa?"
"Mau tahu banget sop?"

#DikejarSiSop
#DikasihKetekOrangIndiaHabisMakanBawangSekilo

Buahahahahahahhahha..

Lanjut sop..

Jadi seperti yang udah gua bilang pada postingan gua sebelumnya, porsi makan di Saudi amat sangat banyak sop..
Sekali beli makan, lo bisa save makanan itu untuk waktu makan lo selanjutnya sop..

Penghitungan nya juga beda sop, contohnya aja, disini gak ada istilah dada, selangkangan, sayap, ato paha ayam sop..disini penghitungannya seperempat, setengah, ato satu ayam sop, dan itu banyak banget sop!

Untuk poin yang ini, semoga aja ada uda-uda yang jualan masakan padang ngebaca blog ini, biar gak pelit-pelit banget gitu ama bangsa sendiri! hahahahahah :p




Makan besar :9

Beberapa Hal yang jangan lo lakuin di Saudi :

1. Jangan ngelawan kalo lo lagi diledek ama anak-anak disini sop baik dijalanan ataupun ketika lo lagi maen di Mall, karena orang arap terkenal rasis dengan pendatang.

2. Jangan godain anak orang sana-sini sop. Bukan karena gak boleh sop, dia nya juga eneg ama lo sop..buahahahahahah..

3. Jangan foto-foto sembarangan sop. Yupp..di negara yang kaku ini, lo gak bisa foto sembarangan ditempat publik sop. Sebagai contoh, pernah ketika gua lagi foto-foto di depan apartemen gua, gua disamperin polisi, kamera gua disita 10 menitan, trus dicek isinya. Ternyata Apartemen gua, berdekatan dengan komplek perumahan tentara sop.. 

4. Jangan ampe berusan ama polisi sop, apalagi lo bermasalahnya dengan orang Saudi lokal sop, bisa panjang urusan, dan bisa-bisa, lo nya yang memang gak bermasalah trus jadi bersalah sop dan diperas habis-habisan ama polisinyaa..hiiiii..

5. Jangan pernah lupa bawa identitas diri sop,ntar dikira TKI illegal lagi..

6. Jangan cemilin pasir disini sop,gak enak..

7. Jangan pernah ngajak ngobrol Imam kalo lagi solat jumat sop..

8. Jangan ngerampok Bank disini sopp, karena ini merupakan perbuatan keji dan munkar sop..

9. Jangan pergi ke Mall pagi-pagi pas hari jumat sopp, karena masih tutup sop, wong bukanya jam 4 sore sop..

10. Jangan coba-coba gabung bagi yang cowok ama kelompok pengajian sop, apalagi gabung dengan ibu-ibu kelompok pengajian sop..NGEHEHEHE..

11. Jangan gabung ama kelompok teroris disini sop, lo juga gak bisa bahasa arapkan, ribet ntar..

12. Jangan maen bola di tengah jalan sop,ketabrak ntar..

Sekian pencerahan dari gua sop,semoga dengan tulisan ini, lo udah bisa dikit ngebayangin gimana rasanya tinggal di Saudi..



If life was easy, so where would all the adventures be?

Assalamu'alaikum sop!