Showing posts with label backpacker. Show all posts
Showing posts with label backpacker. Show all posts

Monday, April 4, 2016

TIPS AND TRICK DALAM TAWAR MENAWAR

Dari lu kecil ampe segede sekarang ini sop, pasti lu pernah ngelakuin apa itu yang namanya menjual dan membeli sop. Ntah itu lu membeli kebutuhan sehari-sehari, sampai bulanan, dari yang kecil sampe yang gede, dari yang murah sampe yang mahal, pasti lu pernah ngelakuinnya sop. Begitu juga halnya dengan menjual sop, lu pasti pernah menjual barang-barang kesayangan lu karena lagi butuh duit, sampe barang kesayangan bokap, asal jangan ketahuan tapi sop, hahahaha.

Ok, skipped.

Pada postingan kali ini, gua lebih khusus pengen ngebahas gimana cara nya tawar menawar ketika lu sedang membeli sebuah produk barang atau jasa sop, terutama ketika lu sedang travelling di daerah asing sop. 

Pertama.

Lu jangan pernah membayar sesuai harga yang diminta oleh penjual sop ketika lagi membeli barang ataupun jasa (Yailah). Kecuali lu lagi di Toko Swalayan, yang harganya memang udah fix, ato lu cuman beli aqua gelas gopek di warung, semua barang atau jasa tentunya bisa ditawar sop. Terlebih ketika lu sedang membeli oleh-oleh di suatu daerah baru, yang bisa dipastikan harganya udah dinaekin abang-abangnya beberapa kali lipat sop. 
Gua juga sempat terkecoh sop ngomong-ngomong tentang Paradigma diluar sana yang mengatakan, cobalah tawar barang nya setengah harga dari harga yang ditawarkan oleh penjualnya. Paradigma ini udah gak berlaku banget sop jaman sekarang ini, karena kemaren ketika gua di Turki, abangnya naekin harga nya, hingga 10 kali lipat sop!! mo punya istri kedua abangnya fix nih sop!!. 
Oh iya sop, bertanya ama abang penjualnya tentang berapa harga pas nya, juga sangat turut membantu sop untuk memprediksi harga sebenarnya dari sebuah barang tersebut sop. Ato lu juga bisa bertanya ke keluarga lu, tetangga lu, temen lu yang orang lokal, atau jaman sekarang yang paling enteng, tinggal gugel aja sop, gampang.



Kedua.

Ketika lu hendak menawar suatu barang ataupun jasa, pastikan lu udah bersiap-bersiap sop untuk kemungkinan terlibat dalam sebuah drama kecil antara lu dan abang penjualnya sop. Mungkin saja abang penjualnya akan merasa offended sop, karena harga yang lu tawarkan ke dia, terlalu kemurahan sop, tapi kuncinya tetep pede, tenang dan cool sop, cool kas. 
Karena mungkin aja sop, abangnya juga pake ngancam lu biar lu beli sop, seperti "Ini udah capek gua ambilin barangnya, masak lu tega gak beli", "Murah banget itu, lu mo beli ato ngajak berantem", "Kalo gak ada duit, gak usah beli disini" dan omongan lainnya sop, yang bikin lu emosi deh.
Tapi kalo lu tetap tenang sop, lu bisa memberikan balesan dari omongan abangnya sop. Seperti contoh nya, setiap gua mau nge-Mall naek taksi disini sop (gak pake argo) dan abangnya keberatan dengan harga yang gua tawarkan, dan mulai judes deh sop, gua cukup bilang sop "Yaelah sop, ntar disana lu juga bisa dapat penumpang lagi sop". Cara ini selalu berhasil sop.

Ketiga.

Teknik paling manjur ketika dalam tawar menawar, yang biasanya selalu berhasil sop, adalah teknik pura-pura gak jadi beli sop. Ketika lu sudah begitu menginginkan barang tersebut, tapi terkendala dengan harganya yang masih kurang cocok dengan kantong lu, lu bisa ngegertak abangnya sop dengan pura-pura gak jadi beli dan keluar dari toko dia. 
Biasanya seorang penjual udah tahu pasti sop, dari Indera Brugman  Ke-enam doi, ntah itu lu emang niat mo beli ato cuman liat-liat doang. Kalo lu masih kurang setuju dengan harga yang ditawarkan oleh penjualnya, lalu lu memilih untuk menggunakan teknik ini, percaya deh sop, abangnya bakal menyetop lu keluar dari toko dia sop, dan bakal melanjutkan tawar menawar sampe barangnya jadi lu beli sop. Kecuali lu nawarnya kebangetan sop, ya paling yang ada lu disekap sop di toko dia, dianiaya, hahahaha.


Keempat.

Ketika lu sedang tawar-menawar sop, ada beberapa hal yang menurut gua bisa menaikkan posisi tawar lu sop. Seperti misalnya, ketika lu udah ngebet banget punya barang itu sop, tapi abangnya masih gak rela ngelepasin barangnya ke lu, lu bisa ambil duit lu sop sambil nunjukkin duit lu ke abangnya,sambil bilang kalo itu cuman duit yang lu punya dari hasil kerja keras sebulan gak pake makan sop. Kalo abangnya bersimpati, mungkin lu bakal berhasil sop ngedapetin tuh barang, tapi kalo kagak, ya paling lu dikatain miskin banget, trus diusir.

Kelima.

Lu juga harus respect dan tetep jaga attitude dalam tawar-menawar sop. Memanggil abang penjualnya dengan bro, sop, bos, ato sebutan panggilan dalam bahasa setempat juga bisa diterapkan sop, yang membuat seakan-akan lu udah akrab banget dan kenal lama sop ama doi. Berbicara sepatah dua patah kata lokal, juga turut membantu sop sehingga penjual nya juga jadi lebih respect ama lu sop. Hal-hal ini turut membantu untuk mencairkan suasana yang kadang-kadang menegang sop ketika dalam proses tawar menawar.

Lu sopan, doi segan sop.
Sekian dulu poin-poin kosong nihil manfaat dari gua sop. Tetapi kalo dirasa berguna, jangan lupa di komen dan di share sop :p

Growing old is natural, but growing up is optional.

Postingan sebelumnya sop --> http://andrianarif.blogspot.com/2016/03/how-to-survive-in-saudi-like-boss_67.html




Friday, January 1, 2016

AU REVOIR 2015!

Wow time flies away very fast. Seems like it was 12 months ago I wrote something about 2014’s farewell message, yeah of course those 12 months equal to a year calendar-__-

Actually, writing this post, it's something sudden idea for me. Nothing I could do to celebrate new year’s evening as always here, so why not writing? Also i pick up English for this post now, since I never had one,and just thought its just cool for me this time.

Speaking about new year’s celebration, this is the 3rd time I missed it without doing nothing,and it’s not a big deal for me. I also don’t get used to celebrate it, beside I did it by gathering with the lovely parents and brothers several years ago. 

Honestly, i'm quite perplexed over what things could be brought forward in this post, since i've totally no idea what to say within this year except blessings. This blessings’s form could be various the way you see it. Main form of them,I could say healthiness and job security. As you know, this is the tough time for my engineering field, but I aint gonna be into it here.

This year itself is just like the other years for me. Each year is magical for me and got its own characteristic to define our milestone in our life. Like before, I happened to visit some cool new places that ive never visited before. This venture is become habit for me these years, and I wanna keep doing it until…I don’t know.

Next year, I wanna do more, as i'm getting older now. Not so many options you have actually at this age, seeing your friends have turned their life over something you're not familiar with. Getting older also doesn’t mean you turn your life drastically to someone’s else. Getting older for me, means you have more responsibility towards your circles, targets to achieve, resolution to realize (don’t forget the uncompleted resolution of the last year to be piled up in this new year :p), and ultimately, it's not determined by the way you behave and its sort of.

Last thing, lets conquer this year!

Saturday, November 7, 2015

100 HAL UNIK DI TURKI

Siapa yang mau ke Turki sop?

Semenjak demam telenovela Turki melanda negeri gua, semenjak itu juga lah makin ramai nya orang Indonesia yang berkunjung ke negeri ini. Sebenarnya gua juga gak pengen-pengen banget ke sini sop, tapi karena tahun ini gua belum berkunjung ke satu negara baru lagi, jadi yaudah, gua menerima saja ajakan si Rama dan Hedar untuk maen-maen ke negara ini.

"Ah elah sop, sok-sok gak pengen lu, padahal lu sange mulu kan kalo lagi nonton sinetron Turki"

"Nah itu lu tahu sop, pinter emang lu bungkusan takjil!!"

Dengan cara yang sangat gampang untuk mendapatkan visa, hal ini turut memuluskan wisatawan asing untuk berkunjung ke negara yang terletak di dua benua ini sop. Juga, Turki dengan kota Istanbul nya, termasuk rutin masuk dalam jajaran "Top 10 Cities To Visit In The World" tiap tahunnya. 

Pada postingan kali ini, gua cuman pengen nyeritain hal-hal unik apa yang gua temuin selama di Turki sop. So, apa aja hal-hal unik yang gua temuin selama di Turki? Berikut gua kasih 100 hal unik nya sop.


1. Turki terletak di benua apa

Turki terletak di antara persilangan dua benua sop, yaitu Asia dan Eropa. Benua Asia dan Eropa sendiri hanya dibatasi oleh sebuah selat, yang bernama selat Bosporus. Untuk menghubungi Turki bagian Asia dan Eropa, terdapat dua jembatan sop, dengan yang terkenal salah satu nya bernama jembatan Bosporus, karena terletak cukup dekat dengan kota Istanbul. Disebabkan oleh lokasinya yang strategis di persilangan dua benua, budaya turki merupakan campuran antara budaya Timur dan Barat. Orang Turki sendiri ras nya berbagai macam sop, ada yang kaukasian dan ada juga yang persia. Kalo gua, RAS juga sop, RASa yang dulu pernah ada :(, hahahahaha.
Tipikal orang Turki sop, ini anak-anaknya
Anak-anak disini ntah kenapa suka godain gua euy :/
Salah satu daerah yang menghadap selat Bosporus
Jembatan yang menghubungkan Asia dan Eropa

2. Mesjid ato Gereja

Di Istanbul, ada sebuah bangunan yang lu pasti bakal bingung deh sop kalo ngeliatnya, itu Mesjid ato Gereja. Yap, bangunan itu bernama Hagia Sophia sop. Bangunan yang awalnya merupakan Gereja ini, kemudian diubah menjadi Masjid ketika Konstantinopel (nama lama Istanbul) jatuh ke tangan Kekaisaran Islam yang dipimpin oleh Sultan Ottoman. Selayaknya Gereja, di dalam bangunan ini banyak dijumpai mozaik-mozaik kudus didalam ajaran Kristen, seperti gambar Perawan Maria, Yesus beserta murid-muridnya dan Malaikat-Malaikat. Untuk menambahkan nuansa Islam di dalamnya, juga terdapat empat plat lingkaran besar bertuliskan kaligrafi Arab. Sayang seribu sayang, ketika gua kesana, Hagia Sophia lagi direstorasi sop, jadi gak puas deh ngambil gambarnya karena banyak kealingan besi-besi konstruksi :(



Sejarahnya baca sendiri aja sop
Tampilan dari luar sop

Lagi direstorasi sop ;(
Hmmm


3. Turki anaknya emang batu banget

Teringat dengan kisah Flinstone, di Turki juga terdapat masyarakat yang jaman dahulu nya tinggal di dalam batu sop, kok bisa?

Jadi disebuah daerah yang bernama Capadoccia ini, banyak ditemukan rumah-rumah besar yang terbuat dari batu yang dipahat-pahat sop, serta kota-kota bawah tanah yang keren untuk diliat. Juga lu bisa liat gua-gua bersejarah, yang dahulunya digunakan sebagai Sekolah Misionaris dan Gereja. Pokoknya, Capadoccia ini, anaknya batu banget deh sop!hahahahah.


Rumah batu nya dari luar sop :O
Dalam rumah nya kek gini sop :O
Lubang di permukaan buat napas :O
Contoh Gereja yang ada di gua sop

45. Balon bukan sembarang balon

Masih di daerah Capadoccia, lu bisa nemuin banyak banget balon udara berjejalan di langit kotanya sop. Ini balon udara sop ingat, bukan balon anak-anak yang dijual di mal-mal sop,hahahah.

Ketika lu udah diatas, lu bakal bisa ngeliat daerah kuno Capadoccia dengan kota batunya yang keren tentunya sop.

Kota batu nya diliat dari atas sop :O

Mantapp

69. Bukan buatan Cina

Di daerah Capadoccia juga, lu bisa nemuin keramik khas Turki yang keren sop. Capadoccia yang dulu merupakan "Jalur Sutera", yaitu jalur perdagangan yang dilewati pedagang-pedagang dari Barat ke Timur (Cina) dan sebaliknya, juga cukup ahli dalam membuat keramik sop. Seni keramik Cina yang di padu padankan dengan khas Turki (sotoy), membuat hasil keramiknya menjadi lebih mantapp sop. Tapi kalo lu nyari keramik yang gambar nya ikan koi gitu, mending lu nyari nya ke Pasar Senen aja sop, jangan jauh-jauh ke Turki!


Keramik khas Turki sop
Bisa bercahaya gitu sop pas gelap,woww

99. Tarik mang

Lu pasti pada tahu kan sop tarian yang cuman muter-muter doang? nah ternyata nih tarian berasal dari Turki sop. Ini tarian yang ampe sekarang gua gak ngerti sama sekali sop, cuman muter-muter doang, yang kecepatan puterannya tergantung dari musiknya. Nih tarian gak susah sop kalo lu pengen bisa. Lu cukup minum antimo dulu sop sebelum nari nya, dijamin bisa deh sop, bisa mabok, hahahahaha.

Tarik maangg
100. Perihal "mata" di Turki

Di Turki, khusunya daerah Capadoccia, lu bakal banyak jumpain hiasan dengan ikon satu mata berwarna biru. Penduduk setempat menamakannya Nazar Boncugu. Hiasan ini dipercaya secara turun menurun oleh masyarakat sana sebagai alat pengusir roh jahat. Sepintas mengingatkan pada lambang mata di Illuminati, tapi kembali ke pribadi masing-masing sop gimana kita menyikapinnya.


Pohon si "mata satu"

Mata satu yang bukan satu......

Ah udah ah pegel, gak ada yang baca juga, sampe ketemu dijalan-jalan berikutnya sop, hoammm.

"Kita jalan-jalan bukan untuk lari dari kehidupan, melainkan supaya kehidupan  tidak lari dari kita"

Baca postingan sebelumnya kalo belum sop;
--> http://andrianarif.blogspot.com/2015/12/jani-oh-jani3.html

Thursday, May 14, 2015

BROMO#2

Di bagian #2 ini, sebenarnya gak terlalu banyak cerita yang bisa gua share disini, karena memang ini merupakan pelengkap dari bagian satunya (baca BROMO#1). Edisi Bromo sendiri,emang sengaja gua split jadi dua bagian, biar gak terlalu panjang untuk pembaca, biarpun emang gak ada yang baca juga sih sebenarnya..hahahahahha..:'(

Okelah,gua lanjutkan saja lah.......



Masih belum bisa move on dari Bromo padahal :(


Setibanya di Probolinggo, gua langsung mencari bus tujuan Surabaya. Di Surabaya, gua bakal singgah untuk sehari semalam, sebelum gua melanjutkan perjalanan gua ke Bali. Setelah mencari-mencari info di mbah gugel, ada dua provider bus ekonomi dari Probolinggo ke Surabaya atau sebaliknya, yang lumayan banyak direkomendasikan oleh netizen , yaitu Bus AKAS atau MILA. 

Setelah bertanya pada petugas terminal mengenai jam keberangkatan,serta membandingkan harga mana yang lebih murah (tentunya :p), akhirnya gua lebih memilih bus MILA. Sebenarnya, berbicara mengenai harga dan fasilitas, tidak ada yang perlu diperbandingkan diantara dua provider bus ini. Dengan tarif yang sama, yaitu 25 ribu saja, ber-AC dan jarak antar bangku yang ideal untuk penumpang,semuanya terlihat sama. Schedule keberangkatan menjadi pembeda diantara keduanya, dan gua lebih memilih bus MILA, karena memiliki waktu keberangkatan selanjutnya yang lebih awal. Karena memiliki schedule keberangkatan yang fixed, jadinya gua gak harus nunggu berjam-jam dan berantem ama mas-masnya dulu, seperti yang gua alamin pas mau naik ke Bromo (baca BROMO#1).

SURABAYA, I'M COMING!

Sebenarnya ini kunjungan kedua gua ke kota yang terkenal dengan patung sura dan buayanya ini. Kunjungan pertama terjadi jauh waktu sebelumnya,yaitu sekitar 6 tahun yang lalu, ketika gua plesiran ke kota ini untuk melepaskan kepenatan di sela waktu Kuliah Praktek gua di kota Bojonegoro, kota yang berjarak sekitar 2 jam dari kota Surabaya. Sebenarnya juga gak penat-penat banget sih saat itu, karena gak ngapa-ngapain juga, eh..buahahahahahah... 

Setelah sekitar 4 jam dijalan, di suatu siang yang terik, akhirnya gua sampai juga di kota yang crowded ini, yang menurut gua gak ada bedanya dengan Jakarta. Yap, Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, jadi tidak mengherankan, kemacetan terjadi dimana-mana, polusi yang menusuk hidung dan mata,potret-potret kemiskinan di sudut kota dan tentu saja kumpulan orang-orang yang hijrah ke kota besar dengan pengharapan untuk mencari hidup yang lebih baik. 

Di Surabaya, karena males kemana-mana karena macetnya gua gak tahan,akhirnya gua cuman nge-Mall aja sambil ngeliatin taman Bungkul, taman yang katanya mendapat penghargaan sebagai taman terbaik se-Asia versi PBB. Gua juga sempetin nonton bioskop, makan malam dan beristirahat santai sembari menghabiskan waktu. Disini juga, gua gak banyak capture moment, karena selain suasanya yang kota besar banget, yang standar abiiss, juga karena gua harus save kapasitas memory card kamera gua yang udah kepenuhan. Keknya gua harus beli memory card baru sebagai cadangan untuk travelling selanjutnya #NoteToSelf.

Karena takut kebablasan demi mengejar penerbangan paling pagi ke Bali, gua udah nyampe aja di Airport Juanda selepas tengah malam. Gua juga bisa tiduran sambil selonjoran diatas bangku ruang tunggu yang kosong,sedangkan barang-barang gua taro ditempat yang aman, sambil si indi yang jagain, ehh, buahahahahahahhah :***

Bangun-bangun, airport udah rame aja dengan mulai banyak orang yang berjejalan untuk check-in. Gua buru-buru check in, biar bisa tidur lagi didalam, dan gua berharap bangun-bangun bisa langsung di Bali :p

TAKE CARE, SURABAYA, BALI, HERE I GO!


Friday, February 27, 2015

BROMO#1

Sebelum pulang ke Indonesia, terlebih dahulu gua udah searching tentang daerah mana aja yang bakal gua datengin selama di Indonesia. Dari sekian banyak yang gua gugel, pilihan mengerucut ke beberapa objek wisata saja yang menurut gua lagi hits banget sekarang, diantaranya bromo, sempu, tanah baluran, pulang menjangan, kawah ijen dan lain-lain. Gua akui, berbagai program jalan-jalan yang bertebaran di acara televisi kita,turut mendongkrak popularitas objek wisata tersebut. Cukup lama gua berpikir dan berdiskusi dengan travel-mate gua,sampe akhirnya kita menetapkan bakal kemana kaki kita melangkah. Oh iya,kebetulan Travel-mate gua adalah pacar sekaligus sahabat sekaligus teman sendiri,yaitu si Indi Similikiti..hahahahaha :p

Setelah berdiskusi dengan si Indi kira-kira semenit doang, akhirnya kita memutuskan Bromo sebagai destinasi awal rencana liburan kita. Si Indi sendiri punya cuti yang kalo diitung ampe dia ngantor lagi, itu bisa dapat 8 hari. Dengan estimasi maksimal hanya 2 hari stay di Bromo, kita cukup kebingungan untuk menentukan destinasi selanjutnya. Menurut gua, dari kandidat destinasi yang gua sebutkan diawal tadi, hanya Bromo lah yang memungkinkan untuk dikunjungin dari segi jumlah orang, transport, dan biaya. Akhirnya kita menambahkan 3 kota laen sebagai destinasi kita, yaitu, Malang (kebetulan kita bakal mampir dikota ini sebelum lanjut ke Bromo), Surabaya, dan Bali. 

Destinasi, udah
Itinerary, udah
Tiket, udah

NOW,LETS FUCKIN' GO!

Disuatu senja bertanggal 23 bulan September tahun 2014, gua sibuk memperhatikan jam gua yang menunjukkan waktu hampir jam setengah enam sore, sembari mata gua fokus menatap ke segala arah. Waktu berjalan terasa cepat, pikiran udah mulai kalut, tak henti-hentinya gua memainkan blackberry gua, seiring dengan waktu keberangkatan kereta yang semakin dekat, dan gua masih menunggu seseorang di loket pembelian tiket, diluar gate keberangkatan. 

Yapp,orang yang dimaksud adalah si Indi yang masih on the way dari kantornya di Sudirman-__-

Setelah disepakati sebelumnya, berhubung keberangkatan kereta yang jam 6, dan bubaran kantor si Indi yang jam 5, si Indi janji bakal dismiss lebih awal dari kantornya, yaitu maksimal jam setengah 5. Tetapi apa daya, karena kerjaan doi lumayan banyak pada hari itu, jam hampir menunjukkan jam 5 ketika dia baru keluar dari kantornya dan mulai mencari ojek. Pikiran gua mulai gak tenang dan bawaannya udah kesel aja, karena takut bakal ketinggalan kereta, mana tiket kereta nya dengan si Indi lagiii..ehh..buahahahhahahahaha :p

Akhirnya si Indi sampe jam 5:45 lebih, kita check in buru-buru, lari ke gate keberangkatan kek orang gila, dan akhirnya baru bisa tenang setelah duduk didalam kereta. Malang, we're coming! 

Butuh waktu hingga 14 jam,sampe akhirnya kita sampe di stasiun kotabaru Malang. Begitu keluar dari stasiunnya telah banyak orang yang menawarkan transport untuk ke berbagai macam destinasi wisata di sekitar Jawa Timur, seperti Bromo dan Semeru contohnya. Sesuai itinerary, gua bakal menginap satu hari di Malang . 





Gaya kita sesampainya di Malang :p


Menghabiskan waktu di Malang, tidak lengkap rasanya kalo tidak mencoba kulinernya. Walaupun gua bukan tipikal yang suka nyobain kuliner setempat ketika travelling, tetapi kali ini gua sempetin untuk mencoba makanan khas Malang, yaitu Bakso Arema Khas Malang. Ketika gua masih di Pekanbaru, saban hari, gua selalu makan nih Bakso yang selalu lalu lalang dikompleks rumah gua ketika sore hari. 

Tetapi bagaimana rasanya makan bakso khas Malang ditempat daerah asalnya?

Menurut gua biasa aja, dan bahkan rasanya menurut gua masih lebih enakan yang lewat di depan rumah gua..hahahahahah :p

Setelah beristirahat sejenak, gua melanjutkan perjalanan ke Kusuma Agro Wisata yang terletak di Batu, yang berjarak sekitar 30 menit dari Malang. Di tempat ini, wisata yang ditawarkan adalah layanan wisata petik buah langsung untuk berbagai hasil perkebunan, seperti Apel, Jeruk, dan buah-buahan bebas pestisida lainya. Selain wisata petik, wisata ini juga menawarkan wahana outbound seperti mengendarai ATV, flying fox dan lainnya. Tapi berhubung paket ini tidak termasuk dalam tiket masuk, jadi kita skip dulu,mending duitnya diskip untuk hal yang berguna lainnya :p




Memetik buah dengan latar belakang gunung Arjuna :p



Tidak lupa sebelum meninggalkan tempatnya, gua membeli oleh-oleh untuk sanak famili. Karena ini baru hari pertama dari total 8 hari trip gua, jadi gua memutuskan untuk membeli oleh-oleh yang simple saja, yang bisa diselipin di carriel gua. Gua langsung teringat si mamake yang doyan menanam bunga dan langsung saja gua memutuskan untuk membeli bibit bunga. Setelah mendengarkan presentasi dari mas-masnya lengkap dengan display kalo udah gedenya, akhirnya pilihan gua mengerucut ke satu bibit bunga. Gua lupa bibit bunga apa,tapi lumayan mahal sebungkusnya, yaitu 100 ribu. Selang beberapa bulan, gua menanyakan kembali nasib bibit bunga yang gua kasih ke mamake, dan mamake pun menjawab "yan, bibit bunga nya gak mama pake, habis ribet cara nanamnya mama baca di bungkusnya.." buahahahahahahahahahahahah...100 ribu melayangg :') tapi gak apa apa deh, asalkan si mamake senang :p




Bunga-bunga di taman >_<



Keesokan harinya, gua bangun lebih awal, untuk mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan sebelum kita melanjutkan perjalanan ke Bromo. Karena si Indi backpack nya cuman Jansport, alias Daily Backpack yang emang bukan didesain untuk travelling, beberapa barang si Indi, gua transfer ke carriel gua. Untuk barang yang bakal digunain secara frequent, seperti powerbank, tissue, handuk, dan lainnnya, gua pack di tasnya si Indi sehingga jadi lebih mudah diaksesnya ketika mau dipakai dibanding harus membongkar carriel yang segede gaban. 

Dari Malang kita langsung menuju Probolinggo melalui Terminal Arjosari. Tidak susah untuk mendapatkan bus tujuan Probolinggo karena memang banyak operator bus untuk tujuan tersebut. Sesampainya di terminal Bayuangga Probolinggo, sesuai artikel yang gua baca, gua harus langsung menuju front gate terminal ini untuk melanjutkan perjalanan gua menuju Cemoro Lawang,yaitu desa terakhir sebelum gunung Bromo. 

Sesampainya disana, gua langsung dihampirin tukang ojek untuk menawarkan jasa ke "atas".tetapi gua menolak dengan halus, karena gua lebih memilih bus, sesuai dengan itinerary gua. Lagipula dengan biaya bus yang cukup murah yaitu 25 ribu, gua udah bisa duduk santai, sambil menikmati pemandangan indah tanpa harus menggendong carriel yang segede gaban. Dan benar saja, dengan melanjutkan jalan beberapa langkah, akhirnya gua disamperin dengan mas-mas yang siap mengantar kita untuk naik ke atas. Tanpa basa-basi gua langsung menaikkan carriel gua serta bawaan kita yang laen ke dalam bus. Setelah siap sedia, gua pun bertanya ke pada Mas nya dengan sopan,

"Mas, kita udah siap nih,jadi kapan kita berangkat?"

"Tunggu ampe penuh mas,kita langsung berangkat!"

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Bus yang berisi 15 seat ini, belum ada terisi setengahnya dan penumpang nya cuman gua, si Indi, dan seorang kakek tua yang membawa barang pecah belah. Setelah dua jam berlalu, gua udah mulai gak sabar dengan situasi yang ada. Gua memaksa Mas nya untuk berangkat sembari menurunkan barang-barang gua dari dalam bus dengan maksud untuk menggertak. Gua sempat berpikir untuk balik ke pangkalan ojek yang gua lewatin sebelumnya, tetapi Mas nya memperingatkan bahwa hanya bus ini lah satu-satunya angkutan yang diijinkan untuk sampe keatas. Kehabisan pilihan, akhirnya gua mencoba nego dengan mas nya berapa kira-kira biaya charter bus sampe keatas. Doi menyebut 350 ribu tanpa berpikir panjang, dengan catatan si kakek tua yang penduduk asli Bromo tetep membayar harga normal, yaitu 25 ribu rupiah.

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK #LAGI

Mentang-mentang gua kek cina, mo diperass!!!

Jadi ceritanya, gua harus membayar kekurangan biaya dari sisa seat yang kosong kalo memaksa untuk melanjutkan perjalanan, yaitu 12 seat dan masih ditambah dua seat yaitu, gua dan Indi sendiri.

Setelah nego yang cukup alot dengan mas-masnya pake sedikit emosi, akhirnya biaya charter bus dikurangi menjadi 200 ribu saja, tetep dengan catatan si kakek tua hanya membayar dengan harga normal. Jadi gua dan indi cukup membayar 175 ribu saja,mayannnnn :p




Sticker di angkotnya,ngajak ribut :(


Setelah hampir 3 jam, gua stuck nih diterminal setan, akhirnya gua melanjutkan perjalanan ke Cemoro Lawang. 

BROMO,I'M COMING!

Perjalanan 1 jam lebih dari Probolinggo hingga Cemoro Lawang, dihiasi dengan pemandangan yang luar biasa. Kanan kiri dengan deretan pohon pinus, perkebunan warga yang tradisional, serta jalan yang dikelilingi kabut tipis serasa menemani indahnya perjalanan gua. 

Sampai Bromo, gua langsung menaruh barang-barang gua, serta book untuk tour keesokan harinya. Dan gua juga baru sadar, kalo buah-buahan yang kita petik secara membabi buta di Malang beserta snek-snek laennya ketinggalan di bus,tapi yasudahlah,aku rapopo..

Untuk paket tur sendiri, gua dan Indi sengaja memilih agak beda, yaitu memilih untuk menggunakan ojek, karena dengan ojek kita bisa singgah ke beberapa spot yang tidak disinggahi dengan jeep,seperti Sabana contohnya. Setelah selesai dengan urusan booking-membooking, gua langsung menuju spot yang sangat keren abis untuk menikmati sunset di sore hari, yaitu duduk disemacam teras gitu, dengan view langsung kawah bromo. Walaupun agak berkabut, tapi gua tetep menikmati suasana pedesaan khas pegunungan, sembari bersenda gurau sambil ngebakso bareng.



Sayangnya agak gelap, lagi berkabut soalnya :p


Keesokan harinya, gua bangun lebih awal karena emang semaleman gua juga gak bisa tidur karena sangat excited tentang apa yang bakal mata gua liat pada pagi harinya hanya. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kunci travelling di tempat yang dingin, selain memakai perlengkapan yang memadai, perut juga harus terisi penuh. Setelah menyantap sarapan seadanya selama bisa mengganjal perut, gua siap untuk memulai hari,yeay!

Tujuan pertama, gua langsung cuss ke pananjakan 1,tempat paling favorit bagi wisatawan untuk melihat sunset. Biarpun gua berangkat lebih awal, tapi tempat ini sudah ditelan oleh lautan manusia. rame banget!

Agak susah nemuin spot yang bagus untuk nangkep momen sunrise melalui kamera gua,karena hampir seluruh spot sudah diisi oleh lautan manusia. Ketika matahari mulai menunjukkan cahaya nya dari ufuk Timur, disitulah massa makin beringas untuk menemukan spot yang paling terkeren menurut mereka, mana kebanyakan bule-bule lagi yang badannya jauh lebih gede dari gua,jadi gua agak berjuang untuk mendapatkan spot yang terbaik buat poto. Gua liat sekeliling orang-orang juga mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mendapatkan good capture, ada yang manjat pagar, ada yang gendongan ama pacarnya, dan ada juga yang manjat tiang sutet..buahahahahhaha..kalo ini boong deh :p

Beruntung, pagi itu cuaca cerah dan hanya ada sedikit kabut, sehingga tidak menggangu penampakan terbitnya matahari, gua berhasil menangkap beberapa momen sunrise, walaupun gak bagus-bagus amat sih.....



Sunrisenya...


Dan juga beberapa momen setelahnya....



Hmmm..


Puas foto-foto di pananjakan,selanjutnya gua ke kawah di areal gunungnya. Maen-maen dengan kuda, foto-foto dikawah, serta maen-maen di candi areal gunung,juga tidak luput dari injakan langkah gua, seperti yang terliat di foto bawah ini..



Nih si kuda-kudanya..

Nih si candinya..

Nih si kawahnya..


Setelahnya dilanjutkan tujuan terakhir, dan yang paling gua excited juga, Padang Sabana Teletubbies!
Sesampainya disana, apa daya, harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Padang sabana yang luas dan hijau yang biasa gua liat di film Teletubbies tidak terlihat seperti apa sebenarnya. Rumput dan tumbuh-tumbuhan disekitar sabana telah lama kering dan mati. Mas-masnya nya berkata sudah hampir lebih dari 3 bulan, kawasan Bromo tidak diguyur hujan, karena memang lagi musim kemarau parah beberapa bulan belakangan. Gua agak kecewa, tapi gua tetep meng-capture beberapa spot yang menurut gua masih terlihat keren, walaupun dengan kekurangannya. 

Sebelum tour ini berakhir, mas-mas nya mengajak gua ke satu spot lagi. Setibanya di spot tersebut, gua heran apa yang menarik dengan spot ini. Kebingungan gua langsung sirna, setelah mas-mas nya menjelaskan bahwa spot ini dahulunya pernah digunakan syuting untuk film nya si Dian Sasto,yaitu Pasir Berbisik, woalahhhhhh kirain apaan. Setting dari spot ini menurut gua gak terlalu buruk juga,dengan beberapa batu berdiri kokoh disekitarnya,masih baguslah buat dipoto.. 




Walaupun kurang maksimal, tapi tetep keren!


Karena gua harus mengejar penerbangan ke Bali, melalui Surabaya,gua harus mengakhiri tour Bromo lebih awal. Untuk turun kebawah, lagi-lagi gua harus menaiki bus yang sama, dengan Mas-mas yang sama juga, Tetapi bedanya kali ini, gua gak beradu urat dengan Mas-mas nya melainkan dengan rombongan bule-bule! 

Jadi ceritanya, bus sudah terisi dengan 11 orang (dari 15 seat available). Seperti yang sudah diprediksi, karena bus belum penuh, mas-masnya memaksa menunggu bus sampe penuh sedangkan gua udah targetin harus sampe Surabaya sebelum malem. Setelah,gua berdiskusi dengan mas-mas plus rombongan bule-bule ini (hanya gua dan si Indi yang Indonesia), akhirnya kita sepakat untuk membayar lebih ke mas-masnya yaitu 35 ribu (dari harga biasa 25 ribu). Tetapi setelah disepakati dan ready untuk berangkat, ada sepasang bule tiba-tiba menolak untuk membayar lebih, dan langsung ngeluarin barang-barangnya dari bus, dan langsung cabut gitu aja..

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Nih bule maunya apa sihh?!?! Kere banget!!!

Akhirnya molor lagi waktu keberangkatan, hampir setengah jam lebih, sembari mas-masnya menunggu calon penumpang lainnya. Karena emang udah gak punya opsi laen, akhirnya gua nego lagi dengan mas-mas plus bule-bule nya,dan akhirnya disepakati ongkos nya menjadi 50 ribu untuk satu orang, jadi naek lagi kan.......:)

Sejalan dengan bus gua yang lambat melaju menuju peradaban, disitu jugalah trip keren gua di Bromo berakhir, masih ada dua kota lagi yang bakal gua samperin Surabaya dan Bali.

Lanjut bro ke part#2 nya (klik di link).
  


Let's endlessly explore yourself!



**special thanks untuk Indi, yang udah nemenin penulis trip kemana aja, mulai dari naik bus (pernah ampe 10 jam), pesawat, kapal, semoga terus menginspirasi :)




Saturday, November 8, 2014

UMROH #PART1

Gua berkesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh tepat ketika berlangsungnya bulan Ramadhan tahun ini. Diawali dari ajakan Eros temen gua yang kebetulan beda bapak dan ibu dengan gua, gua pun sibuk mencari waktu yang tepat untuk melaksakan umroh tanpa harus mengambil cuti. Dikarenakan jatah cuti gua cuman 40 hari dan bakal gua pake semua untuk pulang ke indonesia yang juga hanya terjadi sekali setahun , maka muncul lah sifat Padang gua, "kagak mau rugi".

Gua mengamati schedule dengan seksama dan cermat penuh perhitungan, hingga akhirnya gua pilih tanggal 9-11 juli untuk ciao ke Mekkah. Pemilihan tanggal sendiri bukannya tanpa ada masalah. Selain mengajak gua, si Eros juga mengajak Abi, sehingga kita bertiga harus saling mengocokkan jadwal satu sama lain. Apalagi Eros yang seorang Field Engineer, yang jadwalnya on-call, yang serba penuh ketidakpastian. Gua memaksa dia untuk mengikuti tanggal yang telah gua tentukan, karena saat itu, gua dan Abi lagi off. Setelah doi lobi sana dan sini, akhirnya doi diberi waktu off pada tanggal yang telah ditentukan, yeay!

Selanjutnya, setelah berhasil menentukan waktu untuk berangkat, kita juga harus mencari travel yang menyediakan jasa umroh komplit termasuk penginapan. Sempat, terbersit ide gua untuk backpackeran mulai dari naik bus dari Khobar ke Riyadh, terus dilanjutkan naek kereta dari Riyadh ke Mekkah. Tetapi setelah gua itung-itung, bakal lebih banyak waktu dan biaya yang tersita dari ide konyol ini. 

Akhirnya, kita bertiga sepakat untuk menggunakan travel tour yang bernama Al-Fateh, yang berkantor di Al-Rahmaniyah (Filipino town) di Khobar. Dikarenakan saat itu sedang bulan ramadhan, dan sedang rame-ramenya maka harganya agak sedikit lebih mahal. Kita harus membayar 260SR (800 ribuan), dimana hari biasa hanya berkisar 150SR saja. Wow, dengan biaya kurang dari sejuta udah bisa umroh di Mekkah, dan menginap di Hotel bintang 3 selama 2 hari 1 malam :O





Kwitansi dengan bahasa arap yang gua kagak ngerti :3



Untuk mendaftarkan diri tentu saja kita harus nyamperin tuh kantor.Untuk menemukan kantornya, kita harus melalui jalan yang menurut gua kek labirin. Walaupun gua udah sering banget jalan-jalan ke areal tersebut sekedar untuk liat-liat dan makan-makan thai food, tapi tetep gua kagak inget-inget batas-batas wilayahnya. Tapi untung, gua ama Eros kagak harus pusing-pusing nyari kantornya karena si Abi masih inget bener jalannya, karena ini merupakan kedua kalinya doi menggunakan jasa travel ini untuk umroh. 

Setelah kita bertiga membook tiket bus untuk hari yang telah ditentukan, maka inilah saatnya untuk membeli perlengkapan umroh. Sebelum pulang ke Flat, gua dan Eros menyempatkan mencari perlengkapan umroh disekitar Filipino town tersebut. Bertanya sana sini dengan orang-orang yang lewat, mulai dari pake bahasa arap maklum ampe bahasa tarzan, tempatnya tetep gak ketemu. Sampai akhirnya kita menyerah dan memutuskan untuk melanjutkan pencarian esok hari. 

Seorang teman menyarankan kita untuk mencari perlengkapan umroh tersebut di Lulu yang kebetulan terletak di dekat flat. Lulu sendiri, kalo bisa gua bilang mirip Carrefour tapi made in arap. Dan benar saja, dengan mudah kita menemukan apa yang kita cari selama sini. Setelah bertanya dengan abang-abangnya kesana kemari, akhirnya kita berhasil membeli satu set kain ihram. Oh iya, setelah gua perhatikan di price tag nya, bahasa inggris kain ihram itu Hajj towel, lucu juga ya. Sepintas kain ihram, emang berbentuk seperti handuk sih. Satu set kain ihram juga tidak lupa dilengkapi dengan Ikat pinggang yang bisa juga berguna sebagai kantong kecil. Tidak lupa kita juga membeli snack-snack, minuman dan bekal untuk makan malam,karena perjalanan sendiri bakal menempuh jarak 1200 km (ngelebihin jarak Jakarta-Surabaya yang hanya 700 kiloan) dengan waktu tempuh sekitar 14 jam. 

Oh iya tidak lupa kita membekali diri kita dengan kumpulan bacaan dan pedoman yang akan kita baca selama mengikuti prosesi umroh. Si Eros telah menyiapkan buku tata cara umroh yang telah dibeli sebelumnya dengan pengantar bahasa indonesia dan gua lebih memilih untuk searching di internet. Gua yang udah gugel bacaan umroh mulai dari yang panjangnya berpuluh-puluh halaman ampe yang terpendek beberapa halaman saja, akhirnya pilihan gua terhenti pada bacaan yang terpendek yaitu hanya 7 halaman saja..huahahahahahaha. 

Bukannya enggak niat baca yang panjang-panjang, tapi biar gak ribet juga harus nenteng-nenteng kertas yang tebel. Gua memilih untuk mencetak pedoman tersebut ke kertas karena gua sadar blackberry butut gua pasti ngelag dan panas kalo digunain secara berlebihan. Tetapi, pedoman yang telah gua prin ini akhirnya juga kagak kepake, karena ketinggalan dikamarnya si Eros, pas kita lagi siap-siap sebelum berangkat-________-. 

Ternyata si Abi punya pedoman umroh yang cuman 3 halaman saja lebih sedikit dari apa yang gua prin, dan gua memaksa dia untuk mengirim pedoman tersebut ke hape gua. Gua juga bilang ke dia, kalo dia punya yang 1 halaman, dikirim aja juga enggak apa-apa..hahahahahaha..Akhir kata, gua juga berdoa semoga nih hape butut bisa hidup dahh ampe prosesi umroh selesai aja..

Keesokan harinya tepat pukul setengah 4 sore,kita udah nangkring aja di kantor itu travel (thanks untuk Miko yang udah nganterin). Jadwal berangkat ditetapkan pukul 4 dan kita sudah dibagi ke dalam beberapa grup untuk tiap bus yang dipimpin oleh satu guide.

Jam 4 teng bus berangkat dengan pelan dan hati-hati karena harus melewati jalan yang kecil dan penuh perempatan.

Mekkah, im coming!

I'm feel free!! *tersyahrini

*bersambung ke bagian 2 nya sop disini, klik link dibawah;

http://andrianarif.blogspot.com/2014/11/umroh-part2.html