Showing posts with label motivasi. quote. Show all posts
Showing posts with label motivasi. quote. Show all posts

Friday, February 5, 2016

DIBAWAH BENDERA

Setiap bangsa mempunyai sikap ato trademark nya sendiri-sendiri yang membuat bangsa itu dikenal oleh bangsa lain di dunia sop. Seperti contohnya bangsa kita, yang sejak dahulu dikenal sebagai bangsa yang paling ramah, santun, dan bertoleransi tinggi sop. 

Tetapi apakah hal itu benar adanya sop? untuk itu pada postingan kali ini, gua bermaksud untuk membandingan sedikit sikap bangsa kita dengan kelakuan bangsa-bangsa laen yang pernah gua temui selama ini sop. So, lets start!

1. Indonesia 

Dimulai dari bangsa sendiri sop. Pokoknya semuanya ramah, santun, dan semua sikap bersosial yang baik ada dibangsa kita deh sop. Terlebih kalo lu maen ke daerah Jawa Tengah, orangnya baik-baik banget sop.

Dulu pernah pas gua lagi bawa motor di Jogja, trus mulai hilang arah, terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, halahh, gua pun bertanya dengan mbak-mbak gitu sop pas lagi lampu merah. Setelah doi menerangkan, mungkin karena muka gua kelihatan pilon tanda gak ngerti gitu sop, eh mbaknya malah nyuruh gua ngikutin doi, sampe gua ketemu jalan yang dia maksud. Udah gitu, doi balik lagi dong ke tujuan dia semula. Sebelum berpisah mbaknya juga ngasih duit ama bekal makanan buat dijalanan *lebay. Pokoknya baik banget dah dia sop, kalo mudaan dikit, sikat juga dah, hahahaha. 

Dan juga,keknya di Jogja doang gua kalo berkendara bermotor gak pernah diklaksonin sop. Misalnya di lampu merah nih sop, walaupun gua telat jalan ketika lampu udah hijau, gua juga kagak pernah diklaksonin sop.Mungkin maen langsung tabrak kali ya sop, gak pake peringatan dulu, hahahaha. 

Tetapi sop, biarpun bangsa kita terkenal akan keramah-tamahannya, ada juga beberapa hal yang sebenarnya tidak jamak kita lakukan dalam tatanan kebudayaan sosial kita, seperti misalnya menanyakan kabar kepada orang yang baru dikenal.

2. Negara Asia Tenggara Yang Laen

Sepertinya kalo gua liat Negara Asia Tenggara yang laen tingkah orangnya juga hampir sama sop kek kita. Malaysia, negara yang berakar dari rumpun yang sama dengan kita, sifatnya pun tak jauh beda sop. Tetapi mungkin, karena kita sering banget slek ama mereka sop, mulai dari konfrontasi Malaysia-Indonesia tahun 1960an, yang sampe-sampe membuat Bung Karno mengeluarkan seruannya yang terkenal "Ganyang Malaysia", ampe masalah pengakuan kebudayaan kita oleh Malaysia, bikin gua agak males kalo ketemu Pakcik-Pakcik ini sop.

Filipina, juga tingkah lakunya mirip kita banget sop, ramah-ramah dan juga santun. Tapi ada hal mendasar yang paling bikin gua geli kalo ketemu orang-orang pinoy ini sop (pinoy, sebutan untuk cowok dalam bahasa tagalog). Entah kenapa cowok-cowok pinoy ini, ngondek nya MasyaAllah sop. Muka pada putih banget beda ama lehernya sop, jalan juga lenggak-lenggok kek di catwalk, dan kalo ngomong lembut banget, kemayu banget deh sop. Dulu sampe gua pernah cerita ama temen gua dari negara laen, katanya orang pinoy percaya akan reinkarnasi setelah kematian nanti. Untuk bereinkarnasi menjadi lelaki macho hacep sejati di kehidupan selanjutnya, mereka harus jadi "kek gitu" dulu sop di kehidupan yang sekarang sop,hahahahahahha ngakak, walaupun gua tahu itu joke, tapi gak banget :/

3. Negara Asia Selatan

Nah ini, kalo mau dibahas kelakuan orang ini sop bisa jadi satu buku sop, hahahahah. Ampe bingung ni sop gua mo dimulai darimana. Kelakuan mereka udah masuk dalam kategori absurd dan diluar akal sehat dan logika sop. 

Hmm, mungkin gua bisa mulai dari kejadian aneh pas pertama kali gua nyampe sini sop. Jadi ketika itu gua lagi sarapan sop bareng yang laen sop di pantry. Untuk minum, biasanya kita akan ngisi cerek dengan air putih dan kemudian menuangkannya ke gelas masing-masing, cukup normal. Tetapi kita lagi asik-asiknya makan, orang ini sekonyong-konyong ngambil cereknya, trus minum sambil dikokop sop. faaaaaakkkkk. Ada juga, mereka sewenang-sewenang ngambil makanan orang, padahal gak ditawarin kemudian ngomong terimakasih sambil berlalu, logikanya dimana coba sop :/

Dan sebenarnya masih banyak lagi cerita laen seabrek segudang tentang orang ini sop,tapi kalo dibahas disini bisa gak kelar-kelar ntar sop. Intinya seperti Bangsa Asia yang laen, mereka juga ramah-ramah sih sop, tapi minus di masalah kesantunan aja sop, minus 298371931 sop. Dengan karena mereka jugalah gua merasakan apa yang orang bilang culture shock sop. Mereka melakukan itu terlihat seperti biasa, tapi di mata Bangsa kita terlihat aneh sekali, bukan begitu sop?

4. Negara Timur Tengah

Tahun ini, hampir 3 tahun gua udah disini sop, jadi udah hapal banget sikap-sikap orang ini. Orang-orangnya baik baik sop, walaupun remaja tanggungnya nakal-nakal banget sop. Tapi bisa dimaklumi sop, karena di sini, gak ada hiburan sama sekali sop. Pernah gua ngeliat disini anak-anak remaja tanggungnya lagi nyolong keranjang supermarket gitu, dan ngedrift-ngedrift dijalanan yang sempit,hadeehh. 

Saking baiknya orang sini sop, bahkan terkesan lebay kadang-kadang, di sini juga sop, gua memperlancar skill hitchhiking gua. Itu loh sop, suatu bentuk tindakan dimana lu cuman modal jempol doang buat nebeng kendaraan orang laen. Jadi misalnya ketika gua kelar sishaan bareng temen-temen, dan susah buat nemuin taksi (karena tempat sishanya agak jauh dari kota sop), tinggal pasang jempol deh sop, trus dapat deh tebengan, hehehehe.

5. Negara Amerika Latin

Nah,orang-orang dari bangsa ini yang bikin gua terkejut sop, ramah ama santunnya mirip orang kita banget. Padahal didalam pikiran gua selama ini, bangsa dari orang ini orangnya kejam-kejam dan bengis sop, tapi ternyata beda 180 derajat sop. Ampe gua mempunyai hipotesa sendiri, kalo bangsa-bangsa yang yang bersuhu tropis, orang nya lebih selo selo santai kek di pantai sop.

Tapi dulu pernah ada kejadian lucu dengan orang ini sop. Jadi ceritanya, ketika gua lagi kerja dan agak sibuk, ada orang latin manggil gua sop. Karena gua lagi fokus ama kerjaan gua, jadi gua bilang ke doi, tunggu sebentar, ntar gua kesana nyamperin lu sambil menggunakan gesture tangan sedikit sop. 

Kek gini gesture tangan gua sop (Soure ; Google)

Karena yang gua tahu, gesture tangan ini artinya "tunggu" sop, dan juga gua cukup sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari selama disini baik ama orang Arab dan India terutama, makanya gua selo aja sop. Eh tapi, gua liat kok muka doi berubah gitu sop, trus doi juga menggunakan gesture yang sama ke gua berkali-kali tapi kagak ngomong apa-apa sop, dengan muka yang mulai merah dan terkesan menahan emosi. Setelah gua samperin doi, ternyata gua baru tahu dari doi, kalo di Negara Latin, gerakan tangan itu artinya Fuck You sop, hahahahahahha, gua baru tahu, tapi untuk kita gak ampe berantem sop, fiuh...

Gua yakin tiap bangsa di dunia mengajarkan hal yang baik sop, dan cerita diatas murni hal-hal yang gua alamin sendiri serta juga tidak bisa untuk dijadikan tolak ukur untuk menilai seseorang ato suatu bangsa sop. 

"Percuma sekuat tenaga bergaya ala barat, ketika berkaca kita tetap asli orang Indonesia"

Baca juga postingan gua yang laen sop ;

http://andrianarif.blogspot.com/2015/05/bromo1.html




Friday, January 1, 2016

AU REVOIR 2015!

Wow time flies away very fast. Seems like it was 12 months ago I wrote something about 2014’s farewell message, yeah of course those 12 months equal to a year calendar-__-

Actually, writing this post, it's something sudden idea for me. Nothing I could do to celebrate new year’s evening as always here, so why not writing? Also i pick up English for this post now, since I never had one,and just thought its just cool for me this time.

Speaking about new year’s celebration, this is the 3rd time I missed it without doing nothing,and it’s not a big deal for me. I also don’t get used to celebrate it, beside I did it by gathering with the lovely parents and brothers several years ago. 

Honestly, i'm quite perplexed over what things could be brought forward in this post, since i've totally no idea what to say within this year except blessings. This blessings’s form could be various the way you see it. Main form of them,I could say healthiness and job security. As you know, this is the tough time for my engineering field, but I aint gonna be into it here.

This year itself is just like the other years for me. Each year is magical for me and got its own characteristic to define our milestone in our life. Like before, I happened to visit some cool new places that ive never visited before. This venture is become habit for me these years, and I wanna keep doing it until…I don’t know.

Next year, I wanna do more, as i'm getting older now. Not so many options you have actually at this age, seeing your friends have turned their life over something you're not familiar with. Getting older also doesn’t mean you turn your life drastically to someone’s else. Getting older for me, means you have more responsibility towards your circles, targets to achieve, resolution to realize (don’t forget the uncompleted resolution of the last year to be piled up in this new year :p), and ultimately, it's not determined by the way you behave and its sort of.

Last thing, lets conquer this year!

Friday, June 12, 2015

SAUDI LIFE PART#2

Tak terasa, Oktober tahun ini, tepat 2 tahun keberadaan gua di negeri ini, yang tentunya banyak suka dan duka yang gua alami, dimana yang sebagiannnya bakal gua ceritain di postingan blog gua kali ini. Sebenarnya juga, kalo dibilang gak berasa, gak juga sih, malah berasa banget-banget disini, berasa panasnya, hahahahahha.

Tema postingan blog gua kali ini sendiri, sebenarnya gak jauh beda dengan postingan gua beberapa bulan sebelumnya,yaitu masih tentang kekacauan dan huru-hara hidup gua selama disini. Bagi yang belum baca, bisa baca di sini, SAUDI LIFE PART#1 (klik link). Kata orang-orang lucu banget sih postingannya, tapi gua juga gak tahu orang yang mana,wkwkwkwkwk.

Oh iya,ngomong-ngomong gimana nih tampilan blog baru gua? keren gak sop?

Pagi ini, secara random gua tiba-tiba keinget blog gua yang udah lama gak keurus. Kebetulan juga gua lagi off, jadi gua sempetin untuk googling template yang baru untuk penyegaran. Biarpun ini blog sepi kek kuburan, tapi tetep aja gua sayang ama ini blog sop, soalnya ini sebagai media yang pas untuk gua menumpahkan uneg-uneg, menjadi diri sendiri, bebas mengekspresikan apa yang gua suka, tak terbatas dengan jumlah karakter, gak harus was-was gua bakal dapat emote ato komen berapa banyak. Ya paling gak ada yang ngeview aja sop bagian terburuknya, hahahahahahah

Terbiasa hidup sendiri, jauh dari keluarga dan negara tercinta, membuat gua lebih teratur untuk menyusun aktivitas apa yang bakal gua jalani perharinya, terutama ketika sedang off. Gua terbiasa untuk menulis aktivitas tersebut di secarik sticky note dan bakal gua tempel di laptop gua, dan bakal menjadi guide gua untuk satu atau beberapa hari kedepan.  



Agenda selama off beberapa hari ini > <


Mungkin untuk beberapa orang, bakal melihat gua aneh banget orangnya, terkesan lebay, dan lain-sebagainya. Emang bener sih sop, lo gak salah, bener banget banget malah, hahahahahhaha. 

Tapi mungkin ada dari beberapa pembaca gua (kalo ada :')) yang pernah nonton film I Am Legend?

Dari dulu, gua suka banget film yang dibintangi oleh Will Smith ini. Dari film ini juga gua belajar banyak hal, contohnya ketika lo sendiri, lo cenderung akan melakukan suatu hal terencana yang lebih teratur dan lo akan membuat hal tersebut menjadi rutinitas. 


Masih fresh di ingatan gua,scene dimana Will Smith nya nyamperin sebuah toko, belagak milih barang yang dia butuh, ambil, trus bayar di kasir, padahal doi tahu, cuman dia seorang manusia yang tersisa dikota tersebut! Scene yang keren dan menyentuh banget menurut gua!



Scene yang ini sop, pas doi ngomong ama dummy display :(


Okay, setelah ngalor ngidul ngomong gak jelas, saatnya kita kembali ke topik utama, topik dan hidayatnya,wkwkwkkw

Karena tema untuk postingan kali ini amat sangat luas, jadi gua gak punya storyline yang harus gua ikuti. Tapi berhubung ada kata-kata panas dibagian awal postingan ini, gua keknya bakal mulai dari ngebahas suhu disini yang belakangan mulai meningkat. Setelah beberapa bulan gua menikmati suhu sejuk dengan angin sepoi-sepoi di Saudi, akhirnya musim panas datang juga. Suhu panas kali ini, dari apa yang gua baca di berita-berita, bakal menjadi suhu paling panas yang bakal pernah tercatat di Saudi (atau mungkin di bumi?). Kondisi ini sendiri kemungkinan terjadi akibat pergerakan gelombang panas yang bergerak dari India, yang sendiri telah menelan korban hinggai ribuan jiwa. 



Duhh :(


Sejalan dengan suhu panas, biasanya temperamen orang-orang disini juga cenderung panas, Gua gk tahu ini apa ada hubungannya apa enggak, tapi gua merasa orang-orang di Saudi lebih kalem dan selo ketika musim dingin, dan emosian ketika musim panas, hmmmm tapi mungkin juga aja gua sudah lelah. Gua sendiri belum pernah merasakan suhu sepanas itu, di Indonesia dulu, paling banter suhu cuman 38 celsius dan itu udah ngeluh kepanasan. Kalo di Jakarta bisa ampe sepanas ini gak kebayang deh gua, pasti keluhan dan celotehan tersebar dimana-mana, disemua penjuru Sosmed, hahahahaha.

Dan seperti yang sudah-sudah, puncak musim panas bakal terjadi bertepatan dengan bulan sucinya umat muslim, bulan Ramadhan. Nuansa bulan suci yang hanya tinggal menghitung hari saja, juga sudah terasa di beberapa tempat. Biasanya, mesjid-mesjid di Saudi bakal buka tenda gede gitu didepan ato samping mesjidnya. Tempat ini, selama bulan puasa, bakal menyajikan aneka hidangan takjil untuk berbuka dan berbagai acara lainnya. Alhamdulillah, beberapa bulan lalu, di seputaran apartemen gua, baru diresmiin satu mesjid baru, yang keren dan megah, yang hanya berjarak kurang lebih 50 meter saja dari apartemen gua. Selepas jumatan hari ini, tadi gua iseng masuk ke tendanya, berharap menemukan takjil, ato kabsa untuk makan siang gua, mana aja boleh, asal gratis dan bikin kenyang, wkwkwkkwk :p




Tendanya udah ready sop!


Untuk puasa sendiri, ini adalah tahun kedua gua menghabiskan ibadah ini di Saudi, Walaupun gak bakal full, karena 3 hari sebelum lebaran, InsyaAllah gua bakal pulang ke Indonesia, untuk berlebaran dengan keluarga tercinta. Menjelang puasa juga, menurut gua aktivitas kehidupan gua juga makin slow down. Gua gak tahu apakah ini karena faktor sebulan lagi mau pulang ke indo, ato karena mau puasa. Sepak bola, yang biasanya selalu rutin kita mainin setiap minggu, sudah satu bulan belakangan ini vakum, Walaupun gak jago-jago banget,tapi jujur, hanya inilah hiburan yang gua paling tunggu-tunggu setiap minggunya. Gua juga udah beberapa kali off ini, hanya menghabiskan waktu di kamar saja. Gua juga lebih memilih untuk menghabiskan waktu dikamar, dibanding jalan-jalan keluar, apalagi sendiri (kalo temen-temen pada shift). Sudah terlalu banyak kelakuan orang-orang disini yang bikin gua mengurut dada, dadanya duo serigala,wkwkwkwkw. Mulai dari nyolek-nyolek, ngajak kenalan, megang-megang paha, ampe nunjukkin titit :(

Udah ah, ampe sini aja cerita gua di postingan kali ini sop, daripada makin ngawur. Biarpun gak penting, tapi thanks berat bagi yang selalu membaca blog gua sop. Melalui postingan ini juga, berhubung puasa beberapa hari lagi, gua minta maaf untuk semua kesalahan yang disengaja maupun tidak, namanya juga anak muda, masih nakal dikit,wajar :p

Ingat sop,puasa tidak hanya sekedara menahan lapar dan haus :)


Cerita tentang kehidupan gua di Saudi yang laen sop ;

http://andrianarif.blogspot.com/2014/04/dos-and-donts-in-saudi.html





Thursday, November 6, 2014

PRE-INDONESIA!

Assalamualaikum semuanya :)

Setelah terakhir kali posting lebih dari 3 bulan yang lalu, gua kira sekarang adalah waktu yang pas untuk memulai lagi semuanya. Semua hal didalam diri gua merefleksikan energi dan semangat gua yang terbarukan..azekk..

Hal ini dikarenakan gua baru aja balik dari liburan gua di indonesia selama 1.5 bulan dengan membawa segudang pengalaman baru yang tentu aja sangat asik dan seru, yeayy!

Tetapi kalo diingat jauh sedikit kebelakang, momen yang paling tidak terlupakan sejauh ini tentu saja adalah gua harus berlebaran jauh dari orang tua dan keluarga untuk pertama kalinya.

Yapp, memang ini adalah untuk pertama kalinya dalam hidup, gua harus berlebaran jauh dari orang tua dan keluarga tercinta. Memang, semenjak gua memutuskan kuliah di Jakarta, otomatis gua harus tinggal berjauhan dengan orang tua gua yang berdomisili di Pekanbaru. Tapi itu juga, gua bakal sempetin balik at least dua kali setahun, pertama ketika liburan semester atau tahun baru, dan yang kedua ketika lebaran idul fitri (ini yang wajib nih).

Berhubung gua baru dapet jatah cutinya bulan September, otomatis gua harus menghabiskan waktu puasa bahkan lebaran gua di negeri Petro dollar ini (ngomong-ngomong lebaran jatuh diakhir juli). Sebenarnya gua telah menyusun rencana jauh-jauh hari untuk mengajukan cuti lebih awal, yaitu apply cuti untuk awal bulan Agustus, lebih tepatnya 3 hari setelah lebaran. Gua berpikiran, cuti ketika tepat pada bulan ramadhan, akan membuat gua kehilangan banyak waktu liburan dikarenakan gua harus fokus beribadah dan gak bakal kemana-kemana. Dengan total 40 hari yang gua punya, gua harus memaksimalkan waktu yang tersedia untuk liburan dan jalan-jalan.

Tetapi rencana tinggal lah rencana, waktu kepulangan gua terpaksa diundur hampir dua bulan, dikarenakan gua harus mengcover kerjaan beberapa rekan kerja yang juga pulang untuk berlebaran dinegara masing-masing. Konon katanya, kebanyakan dari mereka yang cutinya diapprove, telah mengajukan cutinya jauh-jauh hari, bahkan ada juga yang apply dari awal tahun!



Why??!!


Dan juga ntah kenapa beberapa minggu sebelum kepulangan gua juga agak kehilangan gairah hidup dan sangat-sangat nervous. Terlepas dari bermain futsal tiap minggunya yang membuat gua kembali bergairah, selain itu tidak ada hal lain yang membuat gua bersemangat. Internetan, membaca, ngeblog, dan juga kadang-kadang diselingin bermain keyboard juga sekedar rutinitas biasa tiada arti.

Oh iya, gua juga agak nervous menjelang kepulangan gua ke Indonesia. Berkumpul kembali dengan keluarga, teman, dan pacar tentu saja sangat menyenangkan setelah hampir 10 bulan tidak bertemu mereka. Tetapi tentu saja tidak bertemu selama itu akan menimbulkan rasa kikuk dan aneh ketika telah lama tidak ngobrol dan bertegur sapa bukan?

Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu tiba juga, tepat tengah malam waktu Saudi, bertanggal 11 September, gua bertolak pergi dari Dammam airport dengan menumpang pesawat Etihad airways menuju tujuan akhir Soekarno-Hatta dengan connecting flight di Abu-dhabi, yeah!

Mungkin, untuk beberapa postingan kedepannya gua bakal ceritain seputar ngapain aja gua selama di indonesia dan tidak lain tidak bukan pengalaman gua selama ramadhan dan berlebaran di negeri minyak ini..

Dan juga, gua berusaha setidaknya untuk ngupdate blog ini sebulan sekali, walaupun sepi kek kuburan. Mungkin saking sepinya nih blog, angker kali ye bisa dijadiin tempat uji nyali, buahahahahahahhahahahaha :')

Okay sekian and wassalam guys!







Friday, July 4, 2014

BAHRAIN PART#2

Sebelum gua melanjutkan cerita gua, ada baiknya lo baca dulu yang part#1 nya sop, biar feelnya dapat sopp..hazekk..

Alkisah, akhirnya kita berempat sampe juga di Bahrain, setelah menghabiskan waktu lebih kurang 2 jam di perjalanan sop..

Setidaknya kita harus melewati 3 gate sebelum nyampe bener di Bahrain sop, yaitu immigation gate Saudi, Bahrain, dan yang terakhir pemeriksaan bagasi sop. Tidak ada masalah berarti ketika kita melewati ketiga immigation gate tersebut sop, tetapi diantara kita berempat mempunyai masa berlaku visa yang bervariasi sop. Gua dan si Abi hanya mempunyai 3 hari izin tinggal, sedangkan si Miko dan si Oddy, mempunyai 2 minggu izin tinggal.

Sesampainya kita di hotel yang telah dibook sebelumnya, tibalah saatnya kita untuk membayar si driver Bhangsadh satu ini sop..

Sesuai dengan perjanjian awal, kita deal untuk membayar total 250sar (+/- 700ribuan dalam Rupiah) sebagai fee nya sop. Untuk lebih simple, kita sepakat untuk pembayaran, ditalangin si Oddy dulu sop biar gak ribet.

Karena kita gak punya punya duit pas, akhirnya Oddy menyerahkan 300sar kepada sang sopir, tetapi apa yang terjadi sungguh diluar didugaan sop!

Sang sopir menolak memberikan kembaliannya sop dengan alasan kita telat dari jadwal yang telah ditentukan...azzzzz....

Ini namanya Scam!!

Bagi yang udah baca part#1 pasti ngerti, kalo kita emang telat berangkatnya, tapi apa yang terjadi di luar perhitungan kita sop. Setelah nego hampir 15 menit dengan si Bhangsadh satu ini, akhirnya kita setuju cuman bayar 30sar sop sebagai duit tunggunya.

Lumayan sop dikembaliin 20sar, buat beli jajan..jajan miharja..hahahahahahah :p

Setelah mendapatkan pengalaman kurang mengenakkan, tidak membuat gua pesimis sop, gua tetep yakin, travelling kali ini bakal gokil seperti yang udah udah, wohooo!!

Kita didrop ama si Bhangsadh,tepat didepan kamar hotelnya sop, eh salah depan hotelnya sop..hahahahahahahah..yakelesssss #CamAnakAnakGaulSekarang

Juga di Hotel inilah nantinya kita akan beristirahat 3 hari 2 malam petualangan kita di Bahrain sop, yeayy!!




Where the magic happens..eaaaa :p

Ketika bangun pagi dengan sinar matahari menerpa wajah seiring dengan senyuman berkilauan gua demi menyambut indahnya pagi sehin....

"Woy yann,lebayy luu!!!"

"Eh sop, ngapain lo dimari?! lo kan kagak gua ajakk!"

#PaketinSiSopBalikKeSaudi

Setelah beres gua paketin si sop balik ke Saudi, akhirnya gua bisa berpoto-poto ria dengan view kamar gua yang menghadap teluk Persia..







Tanpa berleha-leha, gua segera mandi + makan/minum seadanya + bawa kamera + pake kacamata item, dan cabut langsung keluar untuk meliat apa yang mereka tawarkan..

"Woy yann!!"

"Anjrit!! lo lagi sopp!!, napee?!"

"PAKE CELANA DULU KALEEEEE"

Anjritt! untung dibilangin sopp,kalo gak, bisa susah...ahahahhahhhahahah..

#TraktirSiSopMakan
#MakanAti

Eh ngomong-ngomong, ini cerita makin gak jelas,yaudah serius ah sop....

Destinasi pertama adalah ke pasar tradisional , yaitu Bab Al-Bahrain sop. Disini lo bisa nemuin semua souvenir khas Bahrain sop, mulai dari benda-benda unik, patung-patung,gantungan kunci ampe beragam aneka kain tradisional yang tentunya keren-keren sop..








Setelah puas mengunjungi dan belanja-belanja tentunya, kita langsung mengunjungi destinasi selanjutnya sop, yaitu Arad fort. Arad fort adalah sebuah benteng yang telah berdiri semenjak abad ke-15,untuk menangkal invasi portugis ke berbagai negara jazirah arab sop (Sumber:Wikipedia).

Hanya dengan membayar 1BD (10sar) kita sudah dapat menikmati keindahan benteng ini sop. Biarpun benteng ini sangat terawat dan terlihat keren dan kece dari luar sop,tapi sayangnya begitu kita masuk ke dalam, tidak ada sesuatu yang spesial yang bisa ditawarkan sop.






.


Setelah puas dan capek kesana kemari, akhirnya kita memutuskan untuk menyudahi perjalanan hari ini dan melanjutkan keesokan harinya...fiuhhhh..

Eitss..tetapi sebelum kita-kita balik ke hotel, kita memutuskan untuk mampir sejenak ke Mall terbesar di Bahrain, yaitu City Centre Mall. Awalnya kita hanya berniat untuk makan malam saja,sampai akhirnya tercetus ide, untuk nonton bioskop.

Setelah menimbang-menimbang pilihan antara nonton tali pocong perawan atau hantu jamu gendong, akhirnya kita memutuskan untuk nonton MASHA and the GODZILLA...hahahahahahahahah..kagak sopp, kita akhirnya nonton GODZILLA :p

Akhirnya, tiba juga hari terakhir kita di Bahrain sop. Kita memutuskan untuk mengunjungi Museum Nasional Bahrain yang letaknya cukup berdekatan dengan hotel kita menginap. Kita juga bergabung dengan rombongan yang laen, yaitu mas Teguh dan mas Basir (Pak Boss di perusahan tempat kita bekerja), yang juga menginap di hotel yang sama dengan kita sop.

Lagi, cukup dengan biaya 1BD kita telah dapat menikmati berbagai peninggalan Bahrain kuno sop. Tetapi kali ini kita enggak perlu bayar sop, karena gratis,dibayarin pak bos..muahahahahaha :)

Di dalam Museum ini, kita dapat menemukan berbagai Artefak peninggalan Bahrain kuno, mobil antik kuno kerajaan, dan segala hal lain yang biasa kita temuin di museum. Oh iya, untuk menambah nuansa modern nya,museum ini juga menampilan karya lukisan modern disalah satu sudut bangunannya.










Museum Nasional Bahrain merupakan destinasi terakhir kita di Bahrain sop, akhirnya kita harus mengucapkan salam perpisahan untuk negeri kecil yang indah ini. Oh iya, untuk balik ke Saudi, kita enggak harus mengeluarkan duit sepeserpun sop, karena kita ditawarin tebengan ama mas Basir dan mas Teguh (thanks mas-mas)

Liburan yang singkat ini, cukup untuk merefreshing otak sejenak,sebelum gua memulai pekerjaan yang hectic kembali. Terimakasih untuk Abi, Miko, dan Oddy yang telah menemani. Serta tak lupa juga untuk mas Basir dan mas Teguh untuk tebengan pulangnya..

Travelling makes your brain functioned properly








Sunday, June 15, 2014

#LIFE

MY LIFE'S BORING AS FUCK!

Well, i give a little bit intense for the opener, cos that's the way i'm feeling at the moment.
Instead of continuing that bahrain things,for a second, i thought spilling out what im feeling now better than any others.

I've been here for almost 7 months and it keeps increased by the time goes on. In the early time, it was so fabulous to see here. New people, new environment, and all other new things which i waited for.
But recently, i dont know, maybe i just need to get my life out from this boredome and routinity for a minute.
Going to Bahrain is just not enough to recover this shattered spirit. The one and only way is to return to my home, chill out with my family, friends, girlfriend and everybody, but the fact revealed some others, at least, i need to wait until the midst of september to make it come true.

But its not problem for me, at least i still have the internet to connect to all my people :)

Actually, I am not that complicated guy. I tend to think simple than anybody in my circle. I dont like to moan nor grief. I dont have time to interfere other people's business. I just want to live happily and colour my life. I hate drama. But seems, recently, i need to control my emotion over something.

I'm just a guy who always want to see new things each day in my life . I always want to do the things which i never do before. Going to new places, meeting new people, learning their culture, and so many other stuff which piling up my experiences toward my short life. I supposed these are the only things we could do to recognize more about our life and people surround us. I meant this pure solely way,no other fkin way!

This notion actually all the way comes down from my family, especially my father. Since childhood, he always encouraged me to go to which places i havent been before, but somehow my mother always disagreed over that notion, she just wanted to me to stay close to her. i remember, he kept repeating the same story, back once he was a bachelor, he used to ride his bike with his friends to padang, which took like hours from pekanbaru.

Until now, it must be sure that when we made our way to padang for holiday or other business,he kept pointing out the old road he used to pass, which as been closed already, as well, the old villlage, which he stopped by in, where now it's laid down in the bottom of the river for the dam purpose.

In addition, where it must be going alongside with the things i just wrote all above, it is "living as a minority".
Of course, you cant do it if you're still in your own country. Its greatly beneficial to find who you truly are.

Why did i say like that? i quoted from the words before, which i need to control my emotion.
Yes, i really need to control my emotion over this stuff. We have to be more like taking up all of this.
We ourself have to adapt over the situation, and dont forget, to always think. Not just think, but think calmly.

May problems alongside of this will always be there, but its something from ourself which overcome those. It can be your attitude, personal approach, and others which affects your adaptation.

In the other hand, you must be required to speak up as well. Raise your tone if its necessary to alert them with whom actually they are dealing with. Sometimes. only taken small effort to overcome the problem :)

Okay, thats it, hope this saying works well to you guys, cheerio!