Saturday, November 8, 2014

UMROH #PART1

Gua berkesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh tepat ketika berlangsungnya bulan Ramadhan tahun ini. Diawali dari ajakan Eros temen gua yang kebetulan beda bapak dan ibu dengan gua, gua pun sibuk mencari waktu yang tepat untuk melaksakan umroh tanpa harus mengambil cuti. Dikarenakan jatah cuti gua cuman 40 hari dan bakal gua pake semua untuk pulang ke indonesia yang juga hanya terjadi sekali setahun , maka muncul lah sifat Padang gua, "kagak mau rugi".

Gua mengamati schedule dengan seksama dan cermat penuh perhitungan, hingga akhirnya gua pilih tanggal 9-11 juli untuk ciao ke Mekkah. Pemilihan tanggal sendiri bukannya tanpa ada masalah. Selain mengajak gua, si Eros juga mengajak Abi, sehingga kita bertiga harus saling mengocokkan jadwal satu sama lain. Apalagi Eros yang seorang Field Engineer, yang jadwalnya on-call, yang serba penuh ketidakpastian. Gua memaksa dia untuk mengikuti tanggal yang telah gua tentukan, karena saat itu, gua dan Abi lagi off. Setelah doi lobi sana dan sini, akhirnya doi diberi waktu off pada tanggal yang telah ditentukan, yeay!

Selanjutnya, setelah berhasil menentukan waktu untuk berangkat, kita juga harus mencari travel yang menyediakan jasa umroh komplit termasuk penginapan. Sempat, terbersit ide gua untuk backpackeran mulai dari naik bus dari Khobar ke Riyadh, terus dilanjutkan naek kereta dari Riyadh ke Mekkah. Tetapi setelah gua itung-itung, bakal lebih banyak waktu dan biaya yang tersita dari ide konyol ini. 

Akhirnya, kita bertiga sepakat untuk menggunakan travel tour yang bernama Al-Fateh, yang berkantor di Al-Rahmaniyah (Filipino town) di Khobar. Dikarenakan saat itu sedang bulan ramadhan, dan sedang rame-ramenya maka harganya agak sedikit lebih mahal. Kita harus membayar 260SR (800 ribuan), dimana hari biasa hanya berkisar 150SR saja. Wow, dengan biaya kurang dari sejuta udah bisa umroh di Mekkah, dan menginap di Hotel bintang 3 selama 2 hari 1 malam :O





Kwitansi dengan bahasa arap yang gua kagak ngerti :3



Untuk mendaftarkan diri tentu saja kita harus nyamperin tuh kantor.Untuk menemukan kantornya, kita harus melalui jalan yang menurut gua kek labirin. Walaupun gua udah sering banget jalan-jalan ke areal tersebut sekedar untuk liat-liat dan makan-makan thai food, tapi tetep gua kagak inget-inget batas-batas wilayahnya. Tapi untung, gua ama Eros kagak harus pusing-pusing nyari kantornya karena si Abi masih inget bener jalannya, karena ini merupakan kedua kalinya doi menggunakan jasa travel ini untuk umroh. 

Setelah kita bertiga membook tiket bus untuk hari yang telah ditentukan, maka inilah saatnya untuk membeli perlengkapan umroh. Sebelum pulang ke Flat, gua dan Eros menyempatkan mencari perlengkapan umroh disekitar Filipino town tersebut. Bertanya sana sini dengan orang-orang yang lewat, mulai dari pake bahasa arap maklum ampe bahasa tarzan, tempatnya tetep gak ketemu. Sampai akhirnya kita menyerah dan memutuskan untuk melanjutkan pencarian esok hari. 

Seorang teman menyarankan kita untuk mencari perlengkapan umroh tersebut di Lulu yang kebetulan terletak di dekat flat. Lulu sendiri, kalo bisa gua bilang mirip Carrefour tapi made in arap. Dan benar saja, dengan mudah kita menemukan apa yang kita cari selama sini. Setelah bertanya dengan abang-abangnya kesana kemari, akhirnya kita berhasil membeli satu set kain ihram. Oh iya, setelah gua perhatikan di price tag nya, bahasa inggris kain ihram itu Hajj towel, lucu juga ya. Sepintas kain ihram, emang berbentuk seperti handuk sih. Satu set kain ihram juga tidak lupa dilengkapi dengan Ikat pinggang yang bisa juga berguna sebagai kantong kecil. Tidak lupa kita juga membeli snack-snack, minuman dan bekal untuk makan malam,karena perjalanan sendiri bakal menempuh jarak 1200 km (ngelebihin jarak Jakarta-Surabaya yang hanya 700 kiloan) dengan waktu tempuh sekitar 14 jam. 

Oh iya tidak lupa kita membekali diri kita dengan kumpulan bacaan dan pedoman yang akan kita baca selama mengikuti prosesi umroh. Si Eros telah menyiapkan buku tata cara umroh yang telah dibeli sebelumnya dengan pengantar bahasa indonesia dan gua lebih memilih untuk searching di internet. Gua yang udah gugel bacaan umroh mulai dari yang panjangnya berpuluh-puluh halaman ampe yang terpendek beberapa halaman saja, akhirnya pilihan gua terhenti pada bacaan yang terpendek yaitu hanya 7 halaman saja..huahahahahahaha. 

Bukannya enggak niat baca yang panjang-panjang, tapi biar gak ribet juga harus nenteng-nenteng kertas yang tebel. Gua memilih untuk mencetak pedoman tersebut ke kertas karena gua sadar blackberry butut gua pasti ngelag dan panas kalo digunain secara berlebihan. Tetapi, pedoman yang telah gua prin ini akhirnya juga kagak kepake, karena ketinggalan dikamarnya si Eros, pas kita lagi siap-siap sebelum berangkat-________-. 

Ternyata si Abi punya pedoman umroh yang cuman 3 halaman saja lebih sedikit dari apa yang gua prin, dan gua memaksa dia untuk mengirim pedoman tersebut ke hape gua. Gua juga bilang ke dia, kalo dia punya yang 1 halaman, dikirim aja juga enggak apa-apa..hahahahahaha..Akhir kata, gua juga berdoa semoga nih hape butut bisa hidup dahh ampe prosesi umroh selesai aja..

Keesokan harinya tepat pukul setengah 4 sore,kita udah nangkring aja di kantor itu travel (thanks untuk Miko yang udah nganterin). Jadwal berangkat ditetapkan pukul 4 dan kita sudah dibagi ke dalam beberapa grup untuk tiap bus yang dipimpin oleh satu guide.

Jam 4 teng bus berangkat dengan pelan dan hati-hati karena harus melewati jalan yang kecil dan penuh perempatan.

Mekkah, im coming!

I'm feel free!! *tersyahrini

*bersambung ke bagian 2 nya sop disini, klik link dibawah;

http://andrianarif.blogspot.com/2014/11/umroh-part2.html







Thursday, November 6, 2014

PRE-INDONESIA!

Assalamualaikum semuanya :)

Setelah terakhir kali posting lebih dari 3 bulan yang lalu, gua kira sekarang adalah waktu yang pas untuk memulai lagi semuanya. Semua hal didalam diri gua merefleksikan energi dan semangat gua yang terbarukan..azekk..

Hal ini dikarenakan gua baru aja balik dari liburan gua di indonesia selama 1.5 bulan dengan membawa segudang pengalaman baru yang tentu aja sangat asik dan seru, yeayy!

Tetapi kalo diingat jauh sedikit kebelakang, momen yang paling tidak terlupakan sejauh ini tentu saja adalah gua harus berlebaran jauh dari orang tua dan keluarga untuk pertama kalinya.

Yapp, memang ini adalah untuk pertama kalinya dalam hidup, gua harus berlebaran jauh dari orang tua dan keluarga tercinta. Memang, semenjak gua memutuskan kuliah di Jakarta, otomatis gua harus tinggal berjauhan dengan orang tua gua yang berdomisili di Pekanbaru. Tapi itu juga, gua bakal sempetin balik at least dua kali setahun, pertama ketika liburan semester atau tahun baru, dan yang kedua ketika lebaran idul fitri (ini yang wajib nih).

Berhubung gua baru dapet jatah cutinya bulan September, otomatis gua harus menghabiskan waktu puasa bahkan lebaran gua di negeri Petro dollar ini (ngomong-ngomong lebaran jatuh diakhir juli). Sebenarnya gua telah menyusun rencana jauh-jauh hari untuk mengajukan cuti lebih awal, yaitu apply cuti untuk awal bulan Agustus, lebih tepatnya 3 hari setelah lebaran. Gua berpikiran, cuti ketika tepat pada bulan ramadhan, akan membuat gua kehilangan banyak waktu liburan dikarenakan gua harus fokus beribadah dan gak bakal kemana-kemana. Dengan total 40 hari yang gua punya, gua harus memaksimalkan waktu yang tersedia untuk liburan dan jalan-jalan.

Tetapi rencana tinggal lah rencana, waktu kepulangan gua terpaksa diundur hampir dua bulan, dikarenakan gua harus mengcover kerjaan beberapa rekan kerja yang juga pulang untuk berlebaran dinegara masing-masing. Konon katanya, kebanyakan dari mereka yang cutinya diapprove, telah mengajukan cutinya jauh-jauh hari, bahkan ada juga yang apply dari awal tahun!



Why??!!


Dan juga ntah kenapa beberapa minggu sebelum kepulangan gua juga agak kehilangan gairah hidup dan sangat-sangat nervous. Terlepas dari bermain futsal tiap minggunya yang membuat gua kembali bergairah, selain itu tidak ada hal lain yang membuat gua bersemangat. Internetan, membaca, ngeblog, dan juga kadang-kadang diselingin bermain keyboard juga sekedar rutinitas biasa tiada arti.

Oh iya, gua juga agak nervous menjelang kepulangan gua ke Indonesia. Berkumpul kembali dengan keluarga, teman, dan pacar tentu saja sangat menyenangkan setelah hampir 10 bulan tidak bertemu mereka. Tetapi tentu saja tidak bertemu selama itu akan menimbulkan rasa kikuk dan aneh ketika telah lama tidak ngobrol dan bertegur sapa bukan?

Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu tiba juga, tepat tengah malam waktu Saudi, bertanggal 11 September, gua bertolak pergi dari Dammam airport dengan menumpang pesawat Etihad airways menuju tujuan akhir Soekarno-Hatta dengan connecting flight di Abu-dhabi, yeah!

Mungkin, untuk beberapa postingan kedepannya gua bakal ceritain seputar ngapain aja gua selama di indonesia dan tidak lain tidak bukan pengalaman gua selama ramadhan dan berlebaran di negeri minyak ini..

Dan juga, gua berusaha setidaknya untuk ngupdate blog ini sebulan sekali, walaupun sepi kek kuburan. Mungkin saking sepinya nih blog, angker kali ye bisa dijadiin tempat uji nyali, buahahahahahahhahahahaha :')

Okay sekian and wassalam guys!







Friday, July 4, 2014

BAHRAIN PART#2

Sebelum gua melanjutkan cerita gua, ada baiknya lo baca dulu yang part#1 nya sop, biar feelnya dapat sopp..hazekk..

Alkisah, akhirnya kita berempat sampe juga di Bahrain, setelah menghabiskan waktu lebih kurang 2 jam di perjalanan sop..

Setidaknya kita harus melewati 3 gate sebelum nyampe bener di Bahrain sop, yaitu immigation gate Saudi, Bahrain, dan yang terakhir pemeriksaan bagasi sop. Tidak ada masalah berarti ketika kita melewati ketiga immigation gate tersebut sop, tetapi diantara kita berempat mempunyai masa berlaku visa yang bervariasi sop. Gua dan si Abi hanya mempunyai 3 hari izin tinggal, sedangkan si Miko dan si Oddy, mempunyai 2 minggu izin tinggal.

Sesampainya kita di hotel yang telah dibook sebelumnya, tibalah saatnya kita untuk membayar si driver Bhangsadh satu ini sop..

Sesuai dengan perjanjian awal, kita deal untuk membayar total 250sar (+/- 700ribuan dalam Rupiah) sebagai fee nya sop. Untuk lebih simple, kita sepakat untuk pembayaran, ditalangin si Oddy dulu sop biar gak ribet.

Karena kita gak punya punya duit pas, akhirnya Oddy menyerahkan 300sar kepada sang sopir, tetapi apa yang terjadi sungguh diluar didugaan sop!

Sang sopir menolak memberikan kembaliannya sop dengan alasan kita telat dari jadwal yang telah ditentukan...azzzzz....

Ini namanya Scam!!

Bagi yang udah baca part#1 pasti ngerti, kalo kita emang telat berangkatnya, tapi apa yang terjadi di luar perhitungan kita sop. Setelah nego hampir 15 menit dengan si Bhangsadh satu ini, akhirnya kita setuju cuman bayar 30sar sop sebagai duit tunggunya.

Lumayan sop dikembaliin 20sar, buat beli jajan..jajan miharja..hahahahahahah :p

Setelah mendapatkan pengalaman kurang mengenakkan, tidak membuat gua pesimis sop, gua tetep yakin, travelling kali ini bakal gokil seperti yang udah udah, wohooo!!

Kita didrop ama si Bhangsadh,tepat didepan kamar hotelnya sop, eh salah depan hotelnya sop..hahahahahahahah..yakelesssss #CamAnakAnakGaulSekarang

Juga di Hotel inilah nantinya kita akan beristirahat 3 hari 2 malam petualangan kita di Bahrain sop, yeayy!!




Where the magic happens..eaaaa :p

Ketika bangun pagi dengan sinar matahari menerpa wajah seiring dengan senyuman berkilauan gua demi menyambut indahnya pagi sehin....

"Woy yann,lebayy luu!!!"

"Eh sop, ngapain lo dimari?! lo kan kagak gua ajakk!"

#PaketinSiSopBalikKeSaudi

Setelah beres gua paketin si sop balik ke Saudi, akhirnya gua bisa berpoto-poto ria dengan view kamar gua yang menghadap teluk Persia..







Tanpa berleha-leha, gua segera mandi + makan/minum seadanya + bawa kamera + pake kacamata item, dan cabut langsung keluar untuk meliat apa yang mereka tawarkan..

"Woy yann!!"

"Anjrit!! lo lagi sopp!!, napee?!"

"PAKE CELANA DULU KALEEEEE"

Anjritt! untung dibilangin sopp,kalo gak, bisa susah...ahahahhahhhahahah..

#TraktirSiSopMakan
#MakanAti

Eh ngomong-ngomong, ini cerita makin gak jelas,yaudah serius ah sop....

Destinasi pertama adalah ke pasar tradisional , yaitu Bab Al-Bahrain sop. Disini lo bisa nemuin semua souvenir khas Bahrain sop, mulai dari benda-benda unik, patung-patung,gantungan kunci ampe beragam aneka kain tradisional yang tentunya keren-keren sop..








Setelah puas mengunjungi dan belanja-belanja tentunya, kita langsung mengunjungi destinasi selanjutnya sop, yaitu Arad fort. Arad fort adalah sebuah benteng yang telah berdiri semenjak abad ke-15,untuk menangkal invasi portugis ke berbagai negara jazirah arab sop (Sumber:Wikipedia).

Hanya dengan membayar 1BD (10sar) kita sudah dapat menikmati keindahan benteng ini sop. Biarpun benteng ini sangat terawat dan terlihat keren dan kece dari luar sop,tapi sayangnya begitu kita masuk ke dalam, tidak ada sesuatu yang spesial yang bisa ditawarkan sop.






.


Setelah puas dan capek kesana kemari, akhirnya kita memutuskan untuk menyudahi perjalanan hari ini dan melanjutkan keesokan harinya...fiuhhhh..

Eitss..tetapi sebelum kita-kita balik ke hotel, kita memutuskan untuk mampir sejenak ke Mall terbesar di Bahrain, yaitu City Centre Mall. Awalnya kita hanya berniat untuk makan malam saja,sampai akhirnya tercetus ide, untuk nonton bioskop.

Setelah menimbang-menimbang pilihan antara nonton tali pocong perawan atau hantu jamu gendong, akhirnya kita memutuskan untuk nonton MASHA and the GODZILLA...hahahahahahahahah..kagak sopp, kita akhirnya nonton GODZILLA :p

Akhirnya, tiba juga hari terakhir kita di Bahrain sop. Kita memutuskan untuk mengunjungi Museum Nasional Bahrain yang letaknya cukup berdekatan dengan hotel kita menginap. Kita juga bergabung dengan rombongan yang laen, yaitu mas Teguh dan mas Basir (Pak Boss di perusahan tempat kita bekerja), yang juga menginap di hotel yang sama dengan kita sop.

Lagi, cukup dengan biaya 1BD kita telah dapat menikmati berbagai peninggalan Bahrain kuno sop. Tetapi kali ini kita enggak perlu bayar sop, karena gratis,dibayarin pak bos..muahahahahaha :)

Di dalam Museum ini, kita dapat menemukan berbagai Artefak peninggalan Bahrain kuno, mobil antik kuno kerajaan, dan segala hal lain yang biasa kita temuin di museum. Oh iya, untuk menambah nuansa modern nya,museum ini juga menampilan karya lukisan modern disalah satu sudut bangunannya.










Museum Nasional Bahrain merupakan destinasi terakhir kita di Bahrain sop, akhirnya kita harus mengucapkan salam perpisahan untuk negeri kecil yang indah ini. Oh iya, untuk balik ke Saudi, kita enggak harus mengeluarkan duit sepeserpun sop, karena kita ditawarin tebengan ama mas Basir dan mas Teguh (thanks mas-mas)

Liburan yang singkat ini, cukup untuk merefreshing otak sejenak,sebelum gua memulai pekerjaan yang hectic kembali. Terimakasih untuk Abi, Miko, dan Oddy yang telah menemani. Serta tak lupa juga untuk mas Basir dan mas Teguh untuk tebengan pulangnya..

Travelling makes your brain functioned properly








Sunday, June 15, 2014

#LIFE

MY LIFE'S BORING AS FUCK!

Well, i give a little bit intense for the opener, cos that's the way i'm feeling at the moment.
Instead of continuing that bahrain things,for a second, i thought spilling out what im feeling now better than any others.

I've been here for almost 7 months and it keeps increased by the time goes on. In the early time, it was so fabulous to see here. New people, new environment, and all other new things which i waited for.
But recently, i dont know, maybe i just need to get my life out from this boredome and routinity for a minute.
Going to Bahrain is just not enough to recover this shattered spirit. The one and only way is to return to my home, chill out with my family, friends, girlfriend and everybody, but the fact revealed some others, at least, i need to wait until the midst of september to make it come true.

But its not problem for me, at least i still have the internet to connect to all my people :)

Actually, I am not that complicated guy. I tend to think simple than anybody in my circle. I dont like to moan nor grief. I dont have time to interfere other people's business. I just want to live happily and colour my life. I hate drama. But seems, recently, i need to control my emotion over something.

I'm just a guy who always want to see new things each day in my life . I always want to do the things which i never do before. Going to new places, meeting new people, learning their culture, and so many other stuff which piling up my experiences toward my short life. I supposed these are the only things we could do to recognize more about our life and people surround us. I meant this pure solely way,no other fkin way!

This notion actually all the way comes down from my family, especially my father. Since childhood, he always encouraged me to go to which places i havent been before, but somehow my mother always disagreed over that notion, she just wanted to me to stay close to her. i remember, he kept repeating the same story, back once he was a bachelor, he used to ride his bike with his friends to padang, which took like hours from pekanbaru.

Until now, it must be sure that when we made our way to padang for holiday or other business,he kept pointing out the old road he used to pass, which as been closed already, as well, the old villlage, which he stopped by in, where now it's laid down in the bottom of the river for the dam purpose.

In addition, where it must be going alongside with the things i just wrote all above, it is "living as a minority".
Of course, you cant do it if you're still in your own country. Its greatly beneficial to find who you truly are.

Why did i say like that? i quoted from the words before, which i need to control my emotion.
Yes, i really need to control my emotion over this stuff. We have to be more like taking up all of this.
We ourself have to adapt over the situation, and dont forget, to always think. Not just think, but think calmly.

May problems alongside of this will always be there, but its something from ourself which overcome those. It can be your attitude, personal approach, and others which affects your adaptation.

In the other hand, you must be required to speak up as well. Raise your tone if its necessary to alert them with whom actually they are dealing with. Sometimes. only taken small effort to overcome the problem :)

Okay, thats it, hope this saying works well to you guys, cheerio!







Thursday, June 5, 2014

Friday, May 16, 2014