Friday, February 27, 2015

BROMO#1

Sebelum pulang ke Indonesia, terlebih dahulu gua udah searching tentang daerah mana aja yang bakal gua datengin selama di Indonesia. Dari sekian banyak yang gua gugel, pilihan mengerucut ke beberapa objek wisata saja yang menurut gua lagi hits banget sekarang, diantaranya bromo, sempu, tanah baluran, pulang menjangan, kawah ijen dan lain-lain. Gua akui, berbagai program jalan-jalan yang bertebaran di acara televisi kita,turut mendongkrak popularitas objek wisata tersebut. Cukup lama gua berpikir dan berdiskusi dengan travel-mate gua,sampe akhirnya kita menetapkan bakal kemana kaki kita melangkah. Oh iya,kebetulan Travel-mate gua adalah pacar sekaligus sahabat sekaligus teman sendiri,yaitu si Indi Similikiti..hahahahaha :p

Setelah berdiskusi dengan si Indi kira-kira semenit doang, akhirnya kita memutuskan Bromo sebagai destinasi awal rencana liburan kita. Si Indi sendiri punya cuti yang kalo diitung ampe dia ngantor lagi, itu bisa dapat 8 hari. Dengan estimasi maksimal hanya 2 hari stay di Bromo, kita cukup kebingungan untuk menentukan destinasi selanjutnya. Menurut gua, dari kandidat destinasi yang gua sebutkan diawal tadi, hanya Bromo lah yang memungkinkan untuk dikunjungin dari segi jumlah orang, transport, dan biaya. Akhirnya kita menambahkan 3 kota laen sebagai destinasi kita, yaitu, Malang (kebetulan kita bakal mampir dikota ini sebelum lanjut ke Bromo), Surabaya, dan Bali. 

Destinasi, udah
Itinerary, udah
Tiket, udah

NOW,LETS FUCKIN' GO!

Disuatu senja bertanggal 23 bulan September tahun 2014, gua sibuk memperhatikan jam gua yang menunjukkan waktu hampir jam setengah enam sore, sembari mata gua fokus menatap ke segala arah. Waktu berjalan terasa cepat, pikiran udah mulai kalut, tak henti-hentinya gua memainkan blackberry gua, seiring dengan waktu keberangkatan kereta yang semakin dekat, dan gua masih menunggu seseorang di loket pembelian tiket, diluar gate keberangkatan. 

Yapp,orang yang dimaksud adalah si Indi yang masih on the way dari kantornya di Sudirman-__-

Setelah disepakati sebelumnya, berhubung keberangkatan kereta yang jam 6, dan bubaran kantor si Indi yang jam 5, si Indi janji bakal dismiss lebih awal dari kantornya, yaitu maksimal jam setengah 5. Tetapi apa daya, karena kerjaan doi lumayan banyak pada hari itu, jam hampir menunjukkan jam 5 ketika dia baru keluar dari kantornya dan mulai mencari ojek. Pikiran gua mulai gak tenang dan bawaannya udah kesel aja, karena takut bakal ketinggalan kereta, mana tiket kereta nya dengan si Indi lagiii..ehh..buahahahhahahahaha :p

Akhirnya si Indi sampe jam 5:45 lebih, kita check in buru-buru, lari ke gate keberangkatan kek orang gila, dan akhirnya baru bisa tenang setelah duduk didalam kereta. Malang, we're coming! 

Butuh waktu hingga 14 jam,sampe akhirnya kita sampe di stasiun kotabaru Malang. Begitu keluar dari stasiunnya telah banyak orang yang menawarkan transport untuk ke berbagai macam destinasi wisata di sekitar Jawa Timur, seperti Bromo dan Semeru contohnya. Sesuai itinerary, gua bakal menginap satu hari di Malang . 





Gaya kita sesampainya di Malang :p


Menghabiskan waktu di Malang, tidak lengkap rasanya kalo tidak mencoba kulinernya. Walaupun gua bukan tipikal yang suka nyobain kuliner setempat ketika travelling, tetapi kali ini gua sempetin untuk mencoba makanan khas Malang, yaitu Bakso Arema Khas Malang. Ketika gua masih di Pekanbaru, saban hari, gua selalu makan nih Bakso yang selalu lalu lalang dikompleks rumah gua ketika sore hari. 

Tetapi bagaimana rasanya makan bakso khas Malang ditempat daerah asalnya?

Menurut gua biasa aja, dan bahkan rasanya menurut gua masih lebih enakan yang lewat di depan rumah gua..hahahahahah :p

Setelah beristirahat sejenak, gua melanjutkan perjalanan ke Kusuma Agro Wisata yang terletak di Batu, yang berjarak sekitar 30 menit dari Malang. Di tempat ini, wisata yang ditawarkan adalah layanan wisata petik buah langsung untuk berbagai hasil perkebunan, seperti Apel, Jeruk, dan buah-buahan bebas pestisida lainya. Selain wisata petik, wisata ini juga menawarkan wahana outbound seperti mengendarai ATV, flying fox dan lainnya. Tapi berhubung paket ini tidak termasuk dalam tiket masuk, jadi kita skip dulu,mending duitnya diskip untuk hal yang berguna lainnya :p




Memetik buah dengan latar belakang gunung Arjuna :p



Tidak lupa sebelum meninggalkan tempatnya, gua membeli oleh-oleh untuk sanak famili. Karena ini baru hari pertama dari total 8 hari trip gua, jadi gua memutuskan untuk membeli oleh-oleh yang simple saja, yang bisa diselipin di carriel gua. Gua langsung teringat si mamake yang doyan menanam bunga dan langsung saja gua memutuskan untuk membeli bibit bunga. Setelah mendengarkan presentasi dari mas-masnya lengkap dengan display kalo udah gedenya, akhirnya pilihan gua mengerucut ke satu bibit bunga. Gua lupa bibit bunga apa,tapi lumayan mahal sebungkusnya, yaitu 100 ribu. Selang beberapa bulan, gua menanyakan kembali nasib bibit bunga yang gua kasih ke mamake, dan mamake pun menjawab "yan, bibit bunga nya gak mama pake, habis ribet cara nanamnya mama baca di bungkusnya.." buahahahahahahahahahahahah...100 ribu melayangg :') tapi gak apa apa deh, asalkan si mamake senang :p




Bunga-bunga di taman >_<



Keesokan harinya, gua bangun lebih awal, untuk mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan sebelum kita melanjutkan perjalanan ke Bromo. Karena si Indi backpack nya cuman Jansport, alias Daily Backpack yang emang bukan didesain untuk travelling, beberapa barang si Indi, gua transfer ke carriel gua. Untuk barang yang bakal digunain secara frequent, seperti powerbank, tissue, handuk, dan lainnnya, gua pack di tasnya si Indi sehingga jadi lebih mudah diaksesnya ketika mau dipakai dibanding harus membongkar carriel yang segede gaban. 

Dari Malang kita langsung menuju Probolinggo melalui Terminal Arjosari. Tidak susah untuk mendapatkan bus tujuan Probolinggo karena memang banyak operator bus untuk tujuan tersebut. Sesampainya di terminal Bayuangga Probolinggo, sesuai artikel yang gua baca, gua harus langsung menuju front gate terminal ini untuk melanjutkan perjalanan gua menuju Cemoro Lawang,yaitu desa terakhir sebelum gunung Bromo. 

Sesampainya disana, gua langsung dihampirin tukang ojek untuk menawarkan jasa ke "atas".tetapi gua menolak dengan halus, karena gua lebih memilih bus, sesuai dengan itinerary gua. Lagipula dengan biaya bus yang cukup murah yaitu 25 ribu, gua udah bisa duduk santai, sambil menikmati pemandangan indah tanpa harus menggendong carriel yang segede gaban. Dan benar saja, dengan melanjutkan jalan beberapa langkah, akhirnya gua disamperin dengan mas-mas yang siap mengantar kita untuk naik ke atas. Tanpa basa-basi gua langsung menaikkan carriel gua serta bawaan kita yang laen ke dalam bus. Setelah siap sedia, gua pun bertanya ke pada Mas nya dengan sopan,

"Mas, kita udah siap nih,jadi kapan kita berangkat?"

"Tunggu ampe penuh mas,kita langsung berangkat!"

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Bus yang berisi 15 seat ini, belum ada terisi setengahnya dan penumpang nya cuman gua, si Indi, dan seorang kakek tua yang membawa barang pecah belah. Setelah dua jam berlalu, gua udah mulai gak sabar dengan situasi yang ada. Gua memaksa Mas nya untuk berangkat sembari menurunkan barang-barang gua dari dalam bus dengan maksud untuk menggertak. Gua sempat berpikir untuk balik ke pangkalan ojek yang gua lewatin sebelumnya, tetapi Mas nya memperingatkan bahwa hanya bus ini lah satu-satunya angkutan yang diijinkan untuk sampe keatas. Kehabisan pilihan, akhirnya gua mencoba nego dengan mas nya berapa kira-kira biaya charter bus sampe keatas. Doi menyebut 350 ribu tanpa berpikir panjang, dengan catatan si kakek tua yang penduduk asli Bromo tetep membayar harga normal, yaitu 25 ribu rupiah.

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK #LAGI

Mentang-mentang gua kek cina, mo diperass!!!

Jadi ceritanya, gua harus membayar kekurangan biaya dari sisa seat yang kosong kalo memaksa untuk melanjutkan perjalanan, yaitu 12 seat dan masih ditambah dua seat yaitu, gua dan Indi sendiri.

Setelah nego yang cukup alot dengan mas-masnya pake sedikit emosi, akhirnya biaya charter bus dikurangi menjadi 200 ribu saja, tetep dengan catatan si kakek tua hanya membayar dengan harga normal. Jadi gua dan indi cukup membayar 175 ribu saja,mayannnnn :p




Sticker di angkotnya,ngajak ribut :(


Setelah hampir 3 jam, gua stuck nih diterminal setan, akhirnya gua melanjutkan perjalanan ke Cemoro Lawang. 

BROMO,I'M COMING!

Perjalanan 1 jam lebih dari Probolinggo hingga Cemoro Lawang, dihiasi dengan pemandangan yang luar biasa. Kanan kiri dengan deretan pohon pinus, perkebunan warga yang tradisional, serta jalan yang dikelilingi kabut tipis serasa menemani indahnya perjalanan gua. 

Sampai Bromo, gua langsung menaruh barang-barang gua, serta book untuk tour keesokan harinya. Dan gua juga baru sadar, kalo buah-buahan yang kita petik secara membabi buta di Malang beserta snek-snek laennya ketinggalan di bus,tapi yasudahlah,aku rapopo..

Untuk paket tur sendiri, gua dan Indi sengaja memilih agak beda, yaitu memilih untuk menggunakan ojek, karena dengan ojek kita bisa singgah ke beberapa spot yang tidak disinggahi dengan jeep,seperti Sabana contohnya. Setelah selesai dengan urusan booking-membooking, gua langsung menuju spot yang sangat keren abis untuk menikmati sunset di sore hari, yaitu duduk disemacam teras gitu, dengan view langsung kawah bromo. Walaupun agak berkabut, tapi gua tetep menikmati suasana pedesaan khas pegunungan, sembari bersenda gurau sambil ngebakso bareng.



Sayangnya agak gelap, lagi berkabut soalnya :p


Keesokan harinya, gua bangun lebih awal karena emang semaleman gua juga gak bisa tidur karena sangat excited tentang apa yang bakal mata gua liat pada pagi harinya hanya. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kunci travelling di tempat yang dingin, selain memakai perlengkapan yang memadai, perut juga harus terisi penuh. Setelah menyantap sarapan seadanya selama bisa mengganjal perut, gua siap untuk memulai hari,yeay!

Tujuan pertama, gua langsung cuss ke pananjakan 1,tempat paling favorit bagi wisatawan untuk melihat sunset. Biarpun gua berangkat lebih awal, tapi tempat ini sudah ditelan oleh lautan manusia. rame banget!

Agak susah nemuin spot yang bagus untuk nangkep momen sunrise melalui kamera gua,karena hampir seluruh spot sudah diisi oleh lautan manusia. Ketika matahari mulai menunjukkan cahaya nya dari ufuk Timur, disitulah massa makin beringas untuk menemukan spot yang paling terkeren menurut mereka, mana kebanyakan bule-bule lagi yang badannya jauh lebih gede dari gua,jadi gua agak berjuang untuk mendapatkan spot yang terbaik buat poto. Gua liat sekeliling orang-orang juga mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mendapatkan good capture, ada yang manjat pagar, ada yang gendongan ama pacarnya, dan ada juga yang manjat tiang sutet..buahahahahhaha..kalo ini boong deh :p

Beruntung, pagi itu cuaca cerah dan hanya ada sedikit kabut, sehingga tidak menggangu penampakan terbitnya matahari, gua berhasil menangkap beberapa momen sunrise, walaupun gak bagus-bagus amat sih.....



Sunrisenya...


Dan juga beberapa momen setelahnya....



Hmmm..


Puas foto-foto di pananjakan,selanjutnya gua ke kawah di areal gunungnya. Maen-maen dengan kuda, foto-foto dikawah, serta maen-maen di candi areal gunung,juga tidak luput dari injakan langkah gua, seperti yang terliat di foto bawah ini..



Nih si kuda-kudanya..

Nih si candinya..

Nih si kawahnya..


Setelahnya dilanjutkan tujuan terakhir, dan yang paling gua excited juga, Padang Sabana Teletubbies!
Sesampainya disana, apa daya, harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Padang sabana yang luas dan hijau yang biasa gua liat di film Teletubbies tidak terlihat seperti apa sebenarnya. Rumput dan tumbuh-tumbuhan disekitar sabana telah lama kering dan mati. Mas-masnya nya berkata sudah hampir lebih dari 3 bulan, kawasan Bromo tidak diguyur hujan, karena memang lagi musim kemarau parah beberapa bulan belakangan. Gua agak kecewa, tapi gua tetep meng-capture beberapa spot yang menurut gua masih terlihat keren, walaupun dengan kekurangannya. 

Sebelum tour ini berakhir, mas-mas nya mengajak gua ke satu spot lagi. Setibanya di spot tersebut, gua heran apa yang menarik dengan spot ini. Kebingungan gua langsung sirna, setelah mas-mas nya menjelaskan bahwa spot ini dahulunya pernah digunakan syuting untuk film nya si Dian Sasto,yaitu Pasir Berbisik, woalahhhhhh kirain apaan. Setting dari spot ini menurut gua gak terlalu buruk juga,dengan beberapa batu berdiri kokoh disekitarnya,masih baguslah buat dipoto.. 




Walaupun kurang maksimal, tapi tetep keren!


Karena gua harus mengejar penerbangan ke Bali, melalui Surabaya,gua harus mengakhiri tour Bromo lebih awal. Untuk turun kebawah, lagi-lagi gua harus menaiki bus yang sama, dengan Mas-mas yang sama juga, Tetapi bedanya kali ini, gua gak beradu urat dengan Mas-mas nya melainkan dengan rombongan bule-bule! 

Jadi ceritanya, bus sudah terisi dengan 11 orang (dari 15 seat available). Seperti yang sudah diprediksi, karena bus belum penuh, mas-masnya memaksa menunggu bus sampe penuh sedangkan gua udah targetin harus sampe Surabaya sebelum malem. Setelah,gua berdiskusi dengan mas-mas plus rombongan bule-bule ini (hanya gua dan si Indi yang Indonesia), akhirnya kita sepakat untuk membayar lebih ke mas-masnya yaitu 35 ribu (dari harga biasa 25 ribu). Tetapi setelah disepakati dan ready untuk berangkat, ada sepasang bule tiba-tiba menolak untuk membayar lebih, dan langsung ngeluarin barang-barangnya dari bus, dan langsung cabut gitu aja..

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Nih bule maunya apa sihh?!?! Kere banget!!!

Akhirnya molor lagi waktu keberangkatan, hampir setengah jam lebih, sembari mas-masnya menunggu calon penumpang lainnya. Karena emang udah gak punya opsi laen, akhirnya gua nego lagi dengan mas-mas plus bule-bule nya,dan akhirnya disepakati ongkos nya menjadi 50 ribu untuk satu orang, jadi naek lagi kan.......:)

Sejalan dengan bus gua yang lambat melaju menuju peradaban, disitu jugalah trip keren gua di Bromo berakhir, masih ada dua kota lagi yang bakal gua samperin Surabaya dan Bali.

Lanjut bro ke part#2 nya (klik di link).
  


Let's endlessly explore yourself!



**special thanks untuk Indi, yang udah nemenin penulis trip kemana aja, mulai dari naik bus (pernah ampe 10 jam), pesawat, kapal, semoga terus menginspirasi :)




Tuesday, December 30, 2014

AU REVOIR 2014!

Tak terasa tahun ini untuk kedua kalinya gua bakal ngerayain tahun baru di Saudi. Seperti tahun sebelumnya, udah bisa gua tebak, kalo tahun baru kali juga bakal garing lagi. Untuk sebuah negara Islam, terutama Arab Saudi, pemerintahnya sangat strict untuk sebisa mungkin menangkal penetrasi budaya asing, seperti contohnya melarang perayaan tahun baru dalam bentuk apapun. 

Walaupun merupakan negara islam, bukan berarti juga Saudi merayakan tahun baru Islam. Di Saudi, tahun baru hijriah 1 Muharram juga tidak dirayakan secara khusus oleh masyarakatnya. Tanggal 1 Muharram juga bukan merupakan hari libur, dimana semua orang Arab Saudi saat bekerja seperti biasa dan toko-toko serta restoran juga buka seperti biasa. Hari libur nasional yang gua inget sejauh ini, tentu saja libur lebaran (idul fitri dan adha) dan libur hari kemerdekaan kerajaan Saudi, dan khusus untuk libur yang terakhir gua sebut, ini meriah banget. Orang-orang, mulai dari anak kecil, muda-mudi, hingga orang tua, pada turun ke jalan, dan berpesta pora bersama keluarga dan teman-teman hingga larut malam.



Si Hamad, Badrun, Harun, dan lainnya..hahahah

  
Tetapi bukan betapa sepinya perayaan tahun baru gua kali ini yang bakal gua ceritain pada postingan kali ini. Gua hanya ingin mengingat-ngingat momen-momen yang gua alamin sejauh ini,mulai dari momen seneng-seneng,aneh ampe gak jelas, yang bisa bikin gua ngakak sendiri kalo mengingat kembali momen tersebut.

Hal yang pertama gua inget dari Saudi,tentu saja adalah orang-orangnya sendiri. Diawal kedatangan gua ke Saudi, hampir tiap orang yang gak gua kenal, bakal gua senyumin. Mungkin emang udah jadi bawaan orang Indonesia pada umumnya kali ya, untuk selalu mencoba bersikap ramah pada orang lain. Oh iya, ngomong-ngomong setelah gua amati, ternyata sikap ini bukan hanya dimiliki oleh orang-orang Indonesia/Asia saja, tetapi juga rata-rata orang yang berasal dari Negara bersuhu hangat yang dilintasi garis Ekuator (Khatulistiwa) seperti halnya beberapa Negara Amerika Latin, juga mempunyai sikap yang ramah-ramah dengan orang lain yang belum dikenal.

Akibat terlalu sering senyumin orang-orang dijalan, dan yang pasti cowok tentunya (kalo cewek, bisa dirajam bapaknya gua :3), beberapa dari mereka pun mengajak berkenalan ketika gua senyumin dan bertukar nomor telepon. Huekkkkk, baru kali ini seumur hidup gua diajak kenalan ama cowok, lo kira gua syahrini apa..hahahahahahhahaha..najis mughallazah ini mahh..

Gua juga kemana-mana selalu pake celana pendek, dan baju alakadarnya (kalo pas jaman ngekos pas kuliah dulu, gua lebih suka pake kaos kutang bali karena kosan gerah gak pake AC :p), atau bisa gua bilang gua tidak terlalu memperdulikan cara penampilan gua selama di Saudi. Tetapi ternyata gua salah!

Suatu hari temen gua orang India,menasehatin gua tentang cara berpakaian gua ketika keluar flat. Si doi yang kita sebut saja namanya dengan si Vijay, mengingatkan gua untuk lebih memperhatikan gaya berpakaian ketika sedang diluar,apalagi setelah sekarang rambut gua hampir menyentuh bahu. Akhirnya gua tahu apa yang dimaksud dengan si Vijay selama ini. Karena sepintas muka gua juga mirip pinoy gitu, mungkin gua dikira “potensial” untuk dijadikan "mangsa"! Hueweeekkk..

Secara disini apa yang gua liat, dandanan cowok pinoy nya, gak semua sih, tapi lumayan banyak, agak menjurus ke semacam “pergeseran sifat dan sikap dari seorang pria seutuhnya”. Ya, gak perlu gua terangin lagi lah ya,gua yakin pembaca ngerti apa yang gua maksud dan bisa gugel juga,tetapi tetep aja, gua masih geli ampe sekarang kalo mengingat-ngingat masa itu..huweeekkkk..

Ngomong-ngomong soal cara berpakaian,gua masih juga mengingat jelas satu momen ini. Momen ini bikin gua terheran-teran sekaligus ngakak. Jadi ceritanya pas gua di Bahrain, gua ke cafe gitu bareng-bareng temen gua yang laen. Disana gua nemuin fenomena,yang gua yakin bakal gak dijumpain di Indonesia. Di sana, gua ngeliat bapak-bapak pake Thobe (gamis kalo di Indonesia), lagi selo-selo, sambil megang tasbih di tangan kanan, miras santika di tangan kiri, dan dipeluk cewek dikanan-kirinya..buahahahahahaahahahahah..kaco nihh bapak-bapak,bukannya ke masjid,nih malah ketempat beginian..kaco-kaco sudah..kwkwkwwkwkkwkwk.


Pengalaman yang laennya juga, pernah suatu ketika gua sedang maen-maen di sebuah mall. Seperti yang sudah diketahui, ketika jam solat, toko-toko akan tutup untuk sesaat. Karena gua lagi mager dan malas untuk solat (jangan ditiru ya teman-teman :p), gua memutuskan untuk menunggu saja didepan tokonya hingga buka. Ketika sedang asyik menunggu sembari memainkan hape, gua merasa seperti ada seseorang yang menepuk pundak gua. Setelah gua memalingkan wajah gua kebelakang, orang dengan badan gede serta bewokan telah berdiri dihadapan gua, ato yang di Saudi disebut dengan Muttawa (seperti halnya polisi syariah di Aceh). Gua diusir dari depan toko tersebut, dan disuruh solat! buahahahahahahahahaha..baru kali ini gua disuruh solat ama orang laen selain orang tua sendiri..azzzzzz..


Di Saudi juga gua bisa lebih memahami apa itu artinya perbedaan. Gua terlahir dari keluarga muslim, dan sejak kecil gua telah diajarkan untuk menjadi muslim yang taat (walaupun gak taat-taat banget sih, ampe sekarang juga solat masih bolong kadang-kadang :p), mulai dari belajar mengaji dengan guru ngaji ampe juga masuk madrasah untuk lebih memperdalam ajaran syariah islam. Perbedaan yang gua maksud disini adalah perbedaan dalam tata cara melaksanakan ibadah didalam Islam, mulai dari cara berwudhu sampe solat. Acapkali, ketika gua solat jamaah disini, sangat sulit untuk khusyuk ketika solat. Bukannya fokus mendengarkan bacaan imam, gua malah sibuk memperhatikan cara jamaah yang lain solat. Ada yang tangannya kesini, bukan kesitu, ada yang kakinya malah kesini, harusnya kesitu, ada yang harus pake sesuatu dulu baru bisa solat dan berbagai macam hal lainnya yang tidak pernah gua liat di Indonesia. Satu-satunya hal aneh yang pernah gua liat di Indonesia, adalah ketika gua solat jumat di salah satu desa kecil di jawa tengah (gua lupa namanya) ketika sedang bekpeker sendiri keliling jawa tengah. Khotbah disampaikan dengan bahasa jawa yang gua gak mengerti sama sekali..azzzz..


Dan yang terakhir,yang baru aja terjadi akhir-akhir ini, amat sangat membuat gua tertawa ngakak. Seperti yang sudah gua bilang sebelumnya, rambut gua saat ini udah panjang banget dan udah bisa diikat. Suatu hari,seorang temen datang menemui gua,setelah lama tidak bertemu, yang kita sebut saja namanya Sobari. Dia terkejut dengan perubahan gua,langsung saja dia bertanya..


"Whew Rian you're growing your hair up now ya.."

"Ah ya, so to speak.."

"Hmm..you're following sunnah rasul now ya, Alhamdulillah you've changed now.."

"Ahh ya,hmm..you're totally right,i'm doing it now"


Setelah berbicara basa-basi yang gak penting lainnya,kita pun berpisah..

Dan.....

Gua pun ngakak sejadi-jadinya..buahahahhahhahahahahahahahahahha..


Baru kali ini ada yang bilang seperti itu,perasaan gua bingung bercampur seneng, ternyata gak sia-sia gondrongin rambut selama ini.......:) :) :) :)


Udah ah,capek ngetiknya,lagian gak ada yang baca juga nih blog. Mungkin di postingan selanjutnya, gua bakal bikin cerita porno stensilan gitu, biar lebih banyak viewernya..muhahahahahaha

Last but not least..

"You'll never know when life fucks you up, so dont hope for a better year, hope for a better you!"

:)



Wednesday, November 19, 2014

UMROH #PART2

Sambungan dari part#1

Karena jarak lutut dengan bangku didepannya sangat sempit, akhirnya didalam bus kita sengaja duduk paling belakang biar lebih lega. Di tempat duduk barisan belakang, hanya diisi kita bertiga, gua ditengah biar kaki biar bisa selonjoran kedepan, Abi dikanan gua, dan Eros dikiri gua. Bangkunya sendiri berformasi tiga bangku disisi kanan dan dua bangku disisi kiri.

Tepat didepan kanan kita, duduk seorang pemuda yang menurut gua mungkin orang Mesir, yang berkulit putih, brewokan, dan berpakaian yang mengikuti jaman kekinian. Oh iya, gua juga bakal cerita nantinya tentang nih orang,yang dalam cerita ini kita sebut saja dia bernama Harun. Didepannya si Harun ini, ada tiga orang yang badannya gede-gede semua dan berkulit hitam legam dan berbahasa arab, yang menurut gua mungkin mereka orang Sudan. Didalam bus sendiri, pembagian tempat duduk juga telah diatur. Dimana bagi yang lajang ato sendiri tempat duduk nya mulai dari tengah ampe kebelakang, dan sisanya diisi bagi mereka yang berpergian bersama keluarga. 

Lanjut ke cerita sop...

Didalam bus, tidak banyak yang bisa gua lakukan. Denger musik, chatting ama Pacar, berganti-ganti pose duduk sembari sesekali gua membaca pedoman umroh dengan harapan gua bisa hapal beberapa bacaannya. Pun sama demikian halnya dengan "tetangga" baru gua. Si Harun gua liat, sibuk chatting juga, sembari gonta-ganti lagu marawis di iphone nya yang layar kaca nya udah pecah sebagian. Sedangkan si Sudan lebih menghabiskan waktu dengan mengobrol sambil nyemil kuaci sembari menunggu berbuka puasa..hahahahah.................

Didalam bus panasnya bukan maen, dan bikin gua sesak napas dan gerah. AC nya disetel kecil banget, ampe saking kecilnya kagak keliatan..#krik

Tetapi setelah 3 jam dijalan, suhu didalam bus semakin drop seiring dengan turunnya malam dan pemandangan yang telah berubah menjadi gurun di kanan dan kiri. Bus pun stop untuk pemberhentian pertama untuk buka puasa dan solat magrib.

Naujubilleee, ramainya bukan maen nih tempat, kek pasar malam. Hal ini karena umroh dari travel lain juga stop di tempat ini. Tapi setelah gua amatin,sepertinya travel tour gua yang paling mendingan dari segi kelayakan bus dan orang-orangnya. Travel tour yang laen buset parah bener, satu bus bisa diisi lebih dari kapasitas standarnya,ampe desak-desakan gitu. Ternyata gua baru tahu, travel ini lebih banyak digunakan oleh para pekerja kasar. Tidak mengherankan sebagian besar penggunanya orang pakistan, bangladesh, dan negara-negara Asia-selatan lainnya. Keheranan gua yang laen, apa sesama orang itu gak berantem ya, secara baunya itu....hahahahahhahaha....




Kira-kira kek beginilah ramenya..hahahahaha..


Disini kita solat magrib dan buka puasa seadanya dengan air putih. Kita yang masih punya banyak stok bekal juga tidak membeli banyak makanan disini. Perjalanan dilanjutkan setelah kita transit lebih kurang 15 menit. Yapp, hanya sebentar saja kita transit disini karena perjalanan masih sangat jauh dan tentunya kita bakal transit di rest area selanjutnya yang lebih "layak" dari ini.

Tour guide berkata setidaknya kita bakal transit dua kali lagi sebelum memulai miqat (areal yang ditetapkan untuk memulai ibadah umroh/haji), yaitu untuk makan malam dan untuk sahur. Kita berhenti di rest area yang menurut gua bagus dan nyaman. Dijejali dengan beragam restoran dengan beragam pilihan dengan toilet yang bersih, airnya deras, dan ada sabunnya.

Setelah sahur dan solat subuh, gua bergegas untuk kembali ke bus, agak tidak ketinggalan rombongan. Sebelum masuk bus, gua bertemu Harun dan ternyata dia masih asik merokok, kagak puasa-____- Hahahahahahahaha..kacooo nihh orangg, lagi bulan ramadhan kagak puasa tapi malah umroh..azzzz..
Kata doi sih, tenggorokan nya lagi sakit jadi gak bisa puasa..
Lahh, ngerokok bisa, puasa kagakk..hahahahahhaha..azzzz..
Memang bukan urusan gua sih,tapi aneh aja, dan bukan ini doang keanehan si Harun selama didalam perjalanan ini.......

Akhirnya kita sampai Miqat, sekitar jam 8 pagi. Mandi wajib, memakai ihram, dan solat sunah merupakan ritual wajib sebelum memulai ibadah umroh. Dilanjutkan dengan perjalanan ke hotel, sekedar untuk drop barang bawaan. Tapi karena gua masih ngantuk, gua manfaatkan untuk leyeh-leyeh sebentar sekitar sejam. Hotel yang bernama Al-Fajr Al Badea ini menurut gua lumayan bagus. Dari kartu nama yang gua ambil dari resepsionis, hotel ini hotel berbintang. Bintang toedjoe..hahahahahaha #krik




View nya langsung masjidil haram :3 


Dikarenakan kita ikut travel tour, makanya tidak heran sekamar kita digabungin ama jamaah laen. Satu kamar yang berisi empat bed yang disusun sangat rapat berisi kita bertiga ditambah satu orang india. Setelah leyeh-leyeh,kita langsung melaksanakan prosesi umroh. Dari hotel cukup berjalan 5 menit saja untuk sampai ke areal masjidil haram, lumayan deket bukan?

Oh iya, gua juga denger-denger, kalo jamaah umroh yang dari negara Asia selatan tadi (Pakistan,Bangladesh,dll), begitu selesai langsung balik lagi lo ke khobar, 12 jam lagi, dan himpit-himpitan lagi..whew :3

Sesampainya di mesjidil haram, areal penuh disesaki dengan jamaah dari berbagai negara, ada bule, ada nigga, ada mbak-mbak, ada mas-mas, ada anak kecil, ada kakek nenek dan rame banget karena emang momennya lagi bulan ramadhan. Prosesi umroh yang gua kira bakal makan waktu lama, ternyata udah kelar lo satu jam saja. Tiba-tiba gua langsung memikirkan travel tour dari indonesia yang nawarin paket seminggu umroh. Kira-kira ngapain aja tuh ya umroh seminggu, mungkin tawaf nya 3 hari 3 malam kali ya..hahahahahahhaha :p

Oh iya, ketika tawaf, gua juga sempet ditawarin sebuah jasa aneh gitu ama mas-mas. Jadi,tau sendiri kan orang pada ampe sikut-sikutan ampe berantem untuk nyium hajar aswad. Mungkin karena gua terlihat kurus, putih pucat gitu, doi nawarin jasa pengawalan supaya gua bisa nyium hajar aswad. Cukup hanya membayar 100 riyal, gua sudah bisa mendapatkan pengawalan oleh 5 orang mas-mas berbadan gede untuk nyium hajar aswad, Tapi tawaran itu, gua tolak. Gua lebih memilih untuk berjuang sendiri, karena gua anak minyak, hahahahahaha.....................




Narsis dulu :p


Fenomena lain yang gua pikir juga aneh, banyak orang yang melaksanakan umroh kagak pake ihram, melainkan pakai pakaian casual dan juga celana jeans. Hmmm..dan ada juga beberapa anak muda yang malah asik poto-poto pake tongsis bukannya tawaf..Ah,mungkin saja mereka gila..ehh lelah maksudnya..hahahahahah :p

Ibadah umroh diakhiri dengan meminum air zam-zam yang dialirkan melalui keran-keran yang terdapat di sepanjang jalur sai antara safa dan marwah . Di pedoman umroh yang gua baca, air nya wajib diminum sih untuk meminta keberkahan terhadap umur dan hidup seraya berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Tetapi karena sedang berpuasa, gua hanya berkumur-kumur saja. Brrrrr..air nya segerr banget..dan terus gua mengulangi berkumur nya ampe 10 kali, kali-kali aja ada yang masuk dikit ke tenggorokan yang kering ini..hahahahahahahahah :p

Tidak lupa gua juga mengamati tingkah laku orang-orang sembari  meminum  berkumur-kumur dengan air zam-zam. Ada yang pas kumur-kumur banyak banget, eh kok yang keluar cuman dikit..buahahahahahahahahah..sebelas dua belas nih mah ama gua..ehh..buahahahahahaha..:p

Setelah mengamati beberapa saat, akhirnya gua liat orang yang beneran minum, kagak kumur-kumur! Setelah gua amati dengan sedikit memicingkan mata, dan ternyata tuh orang si Harun!
Buset dahh nihh orang, kagak ada malu-malunya..hahahahahaha..

Tidak lupa, sebelum gua meninggakan areal masjidil haram, untuk memotong beberapa helai rambut, ato yang disebut "tahallul". Karena gua pengen gondrongin rambut, jadinya gua cuman potong beberapa helai saja, dan itu sah-sah aja menurut gua,walaupun kebanyakan mereka pada cukur habis..

Setelah umroh selesai, kita tidak langsung kembali ke hotel tetapi maen-maen dulu ke mall dan memakan masak-masakan nusantara. Keanehan laen menurut gua juga, resto kuliner khas indonesia ramai dipenuhi oleh jamaah umroh dari indonesia. Poin dimana gua heran adalah, jauh-jauh dari indonesia, yang dicari rendang-rendang lagi, gulai-gulai lagi, apa kagak bosen apa makan begituan, lagian sekarang kan lagi di arab, apa kagak pengen apa nyobain kuliner arab yang beda, hmm.. Dan hari itu diakhiri dengan makan makanan fast food terkenal saudi yang kalo kata-kata orang lo belum ke mekah namanya, kalo belum makan nih makanan, yaitu AL-BAIK! 




Menurut gua rasanya sama aja sih kek ayam broasted lainnya :p


Hari kedua sekaligus hari terakhir gua lebih banyak menghabiskan keliling-keliling kota sekaligus melihat-lihat orang-orang berinteraksi. Para pedagang yang jago ngomong indonesia, Orang-orang indonesia yang kalo beli oleh-oleh itu bisa untuk kakek, nenek, sepupu,cucu, temennya sepupu, temennya sepupu yang tetanggaan ama temennya sepupu dan banyak lagi,ampe beli koper baru cuman untuk nampung oleh-olehnya. Si eros beli gamis ato yang disini dikenal sebagai thobe, sedangkan gua cuman ngeliat-liat aja,karena emang ukurannya gede-gede. Gua juga nyobain buka puasa di mesjidil haram, yang tiap harinya selama bulan puasa,bagi takjil gratis. Tapi sayang pas gua kesana, takjilnya udah pada habis dan tempat-tempat yang disediakan juga udah pada penuh. Gua jadi berpikir ini orang-orang mungkin udah standby dari subuh buat nunggu takjil gratisan..hahahahahahahah..




Rame gilakk :O


Berakhirlah umroh gua selama 3 hari, dan gua harus balik segera ke khobar, karena punya shift dihari selanjutnya. Semoga ibadah umrohnya berkah, karena selama ibadah gua juga lupa beberapa doa, serta pas tawaf / sai, gua juga agak lupa udah berapa puteran :p

Again, i'm in love to the cities ive never been to and people i've never met :)












Saturday, November 8, 2014

UMROH #PART1

Gua berkesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh tepat ketika berlangsungnya bulan Ramadhan tahun ini. Diawali dari ajakan Eros temen gua yang kebetulan beda bapak dan ibu dengan gua, gua pun sibuk mencari waktu yang tepat untuk melaksakan umroh tanpa harus mengambil cuti. Dikarenakan jatah cuti gua cuman 40 hari dan bakal gua pake semua untuk pulang ke indonesia yang juga hanya terjadi sekali setahun , maka muncul lah sifat Padang gua, "kagak mau rugi".

Gua mengamati schedule dengan seksama dan cermat penuh perhitungan, hingga akhirnya gua pilih tanggal 9-11 juli untuk ciao ke Mekkah. Pemilihan tanggal sendiri bukannya tanpa ada masalah. Selain mengajak gua, si Eros juga mengajak Abi, sehingga kita bertiga harus saling mengocokkan jadwal satu sama lain. Apalagi Eros yang seorang Field Engineer, yang jadwalnya on-call, yang serba penuh ketidakpastian. Gua memaksa dia untuk mengikuti tanggal yang telah gua tentukan, karena saat itu, gua dan Abi lagi off. Setelah doi lobi sana dan sini, akhirnya doi diberi waktu off pada tanggal yang telah ditentukan, yeay!

Selanjutnya, setelah berhasil menentukan waktu untuk berangkat, kita juga harus mencari travel yang menyediakan jasa umroh komplit termasuk penginapan. Sempat, terbersit ide gua untuk backpackeran mulai dari naik bus dari Khobar ke Riyadh, terus dilanjutkan naek kereta dari Riyadh ke Mekkah. Tetapi setelah gua itung-itung, bakal lebih banyak waktu dan biaya yang tersita dari ide konyol ini. 

Akhirnya, kita bertiga sepakat untuk menggunakan travel tour yang bernama Al-Fateh, yang berkantor di Al-Rahmaniyah (Filipino town) di Khobar. Dikarenakan saat itu sedang bulan ramadhan, dan sedang rame-ramenya maka harganya agak sedikit lebih mahal. Kita harus membayar 260SR (800 ribuan), dimana hari biasa hanya berkisar 150SR saja. Wow, dengan biaya kurang dari sejuta udah bisa umroh di Mekkah, dan menginap di Hotel bintang 3 selama 2 hari 1 malam :O





Kwitansi dengan bahasa arap yang gua kagak ngerti :3



Untuk mendaftarkan diri tentu saja kita harus nyamperin tuh kantor.Untuk menemukan kantornya, kita harus melalui jalan yang menurut gua kek labirin. Walaupun gua udah sering banget jalan-jalan ke areal tersebut sekedar untuk liat-liat dan makan-makan thai food, tapi tetep gua kagak inget-inget batas-batas wilayahnya. Tapi untung, gua ama Eros kagak harus pusing-pusing nyari kantornya karena si Abi masih inget bener jalannya, karena ini merupakan kedua kalinya doi menggunakan jasa travel ini untuk umroh. 

Setelah kita bertiga membook tiket bus untuk hari yang telah ditentukan, maka inilah saatnya untuk membeli perlengkapan umroh. Sebelum pulang ke Flat, gua dan Eros menyempatkan mencari perlengkapan umroh disekitar Filipino town tersebut. Bertanya sana sini dengan orang-orang yang lewat, mulai dari pake bahasa arap maklum ampe bahasa tarzan, tempatnya tetep gak ketemu. Sampai akhirnya kita menyerah dan memutuskan untuk melanjutkan pencarian esok hari. 

Seorang teman menyarankan kita untuk mencari perlengkapan umroh tersebut di Lulu yang kebetulan terletak di dekat flat. Lulu sendiri, kalo bisa gua bilang mirip Carrefour tapi made in arap. Dan benar saja, dengan mudah kita menemukan apa yang kita cari selama sini. Setelah bertanya dengan abang-abangnya kesana kemari, akhirnya kita berhasil membeli satu set kain ihram. Oh iya, setelah gua perhatikan di price tag nya, bahasa inggris kain ihram itu Hajj towel, lucu juga ya. Sepintas kain ihram, emang berbentuk seperti handuk sih. Satu set kain ihram juga tidak lupa dilengkapi dengan Ikat pinggang yang bisa juga berguna sebagai kantong kecil. Tidak lupa kita juga membeli snack-snack, minuman dan bekal untuk makan malam,karena perjalanan sendiri bakal menempuh jarak 1200 km (ngelebihin jarak Jakarta-Surabaya yang hanya 700 kiloan) dengan waktu tempuh sekitar 14 jam. 

Oh iya tidak lupa kita membekali diri kita dengan kumpulan bacaan dan pedoman yang akan kita baca selama mengikuti prosesi umroh. Si Eros telah menyiapkan buku tata cara umroh yang telah dibeli sebelumnya dengan pengantar bahasa indonesia dan gua lebih memilih untuk searching di internet. Gua yang udah gugel bacaan umroh mulai dari yang panjangnya berpuluh-puluh halaman ampe yang terpendek beberapa halaman saja, akhirnya pilihan gua terhenti pada bacaan yang terpendek yaitu hanya 7 halaman saja..huahahahahahaha. 

Bukannya enggak niat baca yang panjang-panjang, tapi biar gak ribet juga harus nenteng-nenteng kertas yang tebel. Gua memilih untuk mencetak pedoman tersebut ke kertas karena gua sadar blackberry butut gua pasti ngelag dan panas kalo digunain secara berlebihan. Tetapi, pedoman yang telah gua prin ini akhirnya juga kagak kepake, karena ketinggalan dikamarnya si Eros, pas kita lagi siap-siap sebelum berangkat-________-. 

Ternyata si Abi punya pedoman umroh yang cuman 3 halaman saja lebih sedikit dari apa yang gua prin, dan gua memaksa dia untuk mengirim pedoman tersebut ke hape gua. Gua juga bilang ke dia, kalo dia punya yang 1 halaman, dikirim aja juga enggak apa-apa..hahahahahaha..Akhir kata, gua juga berdoa semoga nih hape butut bisa hidup dahh ampe prosesi umroh selesai aja..

Keesokan harinya tepat pukul setengah 4 sore,kita udah nangkring aja di kantor itu travel (thanks untuk Miko yang udah nganterin). Jadwal berangkat ditetapkan pukul 4 dan kita sudah dibagi ke dalam beberapa grup untuk tiap bus yang dipimpin oleh satu guide.

Jam 4 teng bus berangkat dengan pelan dan hati-hati karena harus melewati jalan yang kecil dan penuh perempatan.

Mekkah, im coming!

I'm feel free!! *tersyahrini

*bersambung ke bagian 2 nya sop disini, klik link dibawah;

http://andrianarif.blogspot.com/2014/11/umroh-part2.html







Thursday, November 6, 2014

PRE-INDONESIA!

Assalamualaikum semuanya :)

Setelah terakhir kali posting lebih dari 3 bulan yang lalu, gua kira sekarang adalah waktu yang pas untuk memulai lagi semuanya. Semua hal didalam diri gua merefleksikan energi dan semangat gua yang terbarukan..azekk..

Hal ini dikarenakan gua baru aja balik dari liburan gua di indonesia selama 1.5 bulan dengan membawa segudang pengalaman baru yang tentu aja sangat asik dan seru, yeayy!

Tetapi kalo diingat jauh sedikit kebelakang, momen yang paling tidak terlupakan sejauh ini tentu saja adalah gua harus berlebaran jauh dari orang tua dan keluarga untuk pertama kalinya.

Yapp, memang ini adalah untuk pertama kalinya dalam hidup, gua harus berlebaran jauh dari orang tua dan keluarga tercinta. Memang, semenjak gua memutuskan kuliah di Jakarta, otomatis gua harus tinggal berjauhan dengan orang tua gua yang berdomisili di Pekanbaru. Tapi itu juga, gua bakal sempetin balik at least dua kali setahun, pertama ketika liburan semester atau tahun baru, dan yang kedua ketika lebaran idul fitri (ini yang wajib nih).

Berhubung gua baru dapet jatah cutinya bulan September, otomatis gua harus menghabiskan waktu puasa bahkan lebaran gua di negeri Petro dollar ini (ngomong-ngomong lebaran jatuh diakhir juli). Sebenarnya gua telah menyusun rencana jauh-jauh hari untuk mengajukan cuti lebih awal, yaitu apply cuti untuk awal bulan Agustus, lebih tepatnya 3 hari setelah lebaran. Gua berpikiran, cuti ketika tepat pada bulan ramadhan, akan membuat gua kehilangan banyak waktu liburan dikarenakan gua harus fokus beribadah dan gak bakal kemana-kemana. Dengan total 40 hari yang gua punya, gua harus memaksimalkan waktu yang tersedia untuk liburan dan jalan-jalan.

Tetapi rencana tinggal lah rencana, waktu kepulangan gua terpaksa diundur hampir dua bulan, dikarenakan gua harus mengcover kerjaan beberapa rekan kerja yang juga pulang untuk berlebaran dinegara masing-masing. Konon katanya, kebanyakan dari mereka yang cutinya diapprove, telah mengajukan cutinya jauh-jauh hari, bahkan ada juga yang apply dari awal tahun!



Why??!!


Dan juga ntah kenapa beberapa minggu sebelum kepulangan gua juga agak kehilangan gairah hidup dan sangat-sangat nervous. Terlepas dari bermain futsal tiap minggunya yang membuat gua kembali bergairah, selain itu tidak ada hal lain yang membuat gua bersemangat. Internetan, membaca, ngeblog, dan juga kadang-kadang diselingin bermain keyboard juga sekedar rutinitas biasa tiada arti.

Oh iya, gua juga agak nervous menjelang kepulangan gua ke Indonesia. Berkumpul kembali dengan keluarga, teman, dan pacar tentu saja sangat menyenangkan setelah hampir 10 bulan tidak bertemu mereka. Tetapi tentu saja tidak bertemu selama itu akan menimbulkan rasa kikuk dan aneh ketika telah lama tidak ngobrol dan bertegur sapa bukan?

Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu tiba juga, tepat tengah malam waktu Saudi, bertanggal 11 September, gua bertolak pergi dari Dammam airport dengan menumpang pesawat Etihad airways menuju tujuan akhir Soekarno-Hatta dengan connecting flight di Abu-dhabi, yeah!

Mungkin, untuk beberapa postingan kedepannya gua bakal ceritain seputar ngapain aja gua selama di indonesia dan tidak lain tidak bukan pengalaman gua selama ramadhan dan berlebaran di negeri minyak ini..

Dan juga, gua berusaha setidaknya untuk ngupdate blog ini sebulan sekali, walaupun sepi kek kuburan. Mungkin saking sepinya nih blog, angker kali ye bisa dijadiin tempat uji nyali, buahahahahahahhahahahaha :')

Okay sekian and wassalam guys!







Friday, July 4, 2014

BAHRAIN PART#2

Sebelum gua melanjutkan cerita gua, ada baiknya lo baca dulu yang part#1 nya sop, biar feelnya dapat sopp..hazekk..

Alkisah, akhirnya kita berempat sampe juga di Bahrain, setelah menghabiskan waktu lebih kurang 2 jam di perjalanan sop..

Setidaknya kita harus melewati 3 gate sebelum nyampe bener di Bahrain sop, yaitu immigation gate Saudi, Bahrain, dan yang terakhir pemeriksaan bagasi sop. Tidak ada masalah berarti ketika kita melewati ketiga immigation gate tersebut sop, tetapi diantara kita berempat mempunyai masa berlaku visa yang bervariasi sop. Gua dan si Abi hanya mempunyai 3 hari izin tinggal, sedangkan si Miko dan si Oddy, mempunyai 2 minggu izin tinggal.

Sesampainya kita di hotel yang telah dibook sebelumnya, tibalah saatnya kita untuk membayar si driver Bhangsadh satu ini sop..

Sesuai dengan perjanjian awal, kita deal untuk membayar total 250sar (+/- 700ribuan dalam Rupiah) sebagai fee nya sop. Untuk lebih simple, kita sepakat untuk pembayaran, ditalangin si Oddy dulu sop biar gak ribet.

Karena kita gak punya punya duit pas, akhirnya Oddy menyerahkan 300sar kepada sang sopir, tetapi apa yang terjadi sungguh diluar didugaan sop!

Sang sopir menolak memberikan kembaliannya sop dengan alasan kita telat dari jadwal yang telah ditentukan...azzzzz....

Ini namanya Scam!!

Bagi yang udah baca part#1 pasti ngerti, kalo kita emang telat berangkatnya, tapi apa yang terjadi di luar perhitungan kita sop. Setelah nego hampir 15 menit dengan si Bhangsadh satu ini, akhirnya kita setuju cuman bayar 30sar sop sebagai duit tunggunya.

Lumayan sop dikembaliin 20sar, buat beli jajan..jajan miharja..hahahahahahah :p

Setelah mendapatkan pengalaman kurang mengenakkan, tidak membuat gua pesimis sop, gua tetep yakin, travelling kali ini bakal gokil seperti yang udah udah, wohooo!!

Kita didrop ama si Bhangsadh,tepat didepan kamar hotelnya sop, eh salah depan hotelnya sop..hahahahahahahah..yakelesssss #CamAnakAnakGaulSekarang

Juga di Hotel inilah nantinya kita akan beristirahat 3 hari 2 malam petualangan kita di Bahrain sop, yeayy!!




Where the magic happens..eaaaa :p

Ketika bangun pagi dengan sinar matahari menerpa wajah seiring dengan senyuman berkilauan gua demi menyambut indahnya pagi sehin....

"Woy yann,lebayy luu!!!"

"Eh sop, ngapain lo dimari?! lo kan kagak gua ajakk!"

#PaketinSiSopBalikKeSaudi

Setelah beres gua paketin si sop balik ke Saudi, akhirnya gua bisa berpoto-poto ria dengan view kamar gua yang menghadap teluk Persia..







Tanpa berleha-leha, gua segera mandi + makan/minum seadanya + bawa kamera + pake kacamata item, dan cabut langsung keluar untuk meliat apa yang mereka tawarkan..

"Woy yann!!"

"Anjrit!! lo lagi sopp!!, napee?!"

"PAKE CELANA DULU KALEEEEE"

Anjritt! untung dibilangin sopp,kalo gak, bisa susah...ahahahhahhhahahah..

#TraktirSiSopMakan
#MakanAti

Eh ngomong-ngomong, ini cerita makin gak jelas,yaudah serius ah sop....

Destinasi pertama adalah ke pasar tradisional , yaitu Bab Al-Bahrain sop. Disini lo bisa nemuin semua souvenir khas Bahrain sop, mulai dari benda-benda unik, patung-patung,gantungan kunci ampe beragam aneka kain tradisional yang tentunya keren-keren sop..








Setelah puas mengunjungi dan belanja-belanja tentunya, kita langsung mengunjungi destinasi selanjutnya sop, yaitu Arad fort. Arad fort adalah sebuah benteng yang telah berdiri semenjak abad ke-15,untuk menangkal invasi portugis ke berbagai negara jazirah arab sop (Sumber:Wikipedia).

Hanya dengan membayar 1BD (10sar) kita sudah dapat menikmati keindahan benteng ini sop. Biarpun benteng ini sangat terawat dan terlihat keren dan kece dari luar sop,tapi sayangnya begitu kita masuk ke dalam, tidak ada sesuatu yang spesial yang bisa ditawarkan sop.






.


Setelah puas dan capek kesana kemari, akhirnya kita memutuskan untuk menyudahi perjalanan hari ini dan melanjutkan keesokan harinya...fiuhhhh..

Eitss..tetapi sebelum kita-kita balik ke hotel, kita memutuskan untuk mampir sejenak ke Mall terbesar di Bahrain, yaitu City Centre Mall. Awalnya kita hanya berniat untuk makan malam saja,sampai akhirnya tercetus ide, untuk nonton bioskop.

Setelah menimbang-menimbang pilihan antara nonton tali pocong perawan atau hantu jamu gendong, akhirnya kita memutuskan untuk nonton MASHA and the GODZILLA...hahahahahahahahah..kagak sopp, kita akhirnya nonton GODZILLA :p

Akhirnya, tiba juga hari terakhir kita di Bahrain sop. Kita memutuskan untuk mengunjungi Museum Nasional Bahrain yang letaknya cukup berdekatan dengan hotel kita menginap. Kita juga bergabung dengan rombongan yang laen, yaitu mas Teguh dan mas Basir (Pak Boss di perusahan tempat kita bekerja), yang juga menginap di hotel yang sama dengan kita sop.

Lagi, cukup dengan biaya 1BD kita telah dapat menikmati berbagai peninggalan Bahrain kuno sop. Tetapi kali ini kita enggak perlu bayar sop, karena gratis,dibayarin pak bos..muahahahahaha :)

Di dalam Museum ini, kita dapat menemukan berbagai Artefak peninggalan Bahrain kuno, mobil antik kuno kerajaan, dan segala hal lain yang biasa kita temuin di museum. Oh iya, untuk menambah nuansa modern nya,museum ini juga menampilan karya lukisan modern disalah satu sudut bangunannya.










Museum Nasional Bahrain merupakan destinasi terakhir kita di Bahrain sop, akhirnya kita harus mengucapkan salam perpisahan untuk negeri kecil yang indah ini. Oh iya, untuk balik ke Saudi, kita enggak harus mengeluarkan duit sepeserpun sop, karena kita ditawarin tebengan ama mas Basir dan mas Teguh (thanks mas-mas)

Liburan yang singkat ini, cukup untuk merefreshing otak sejenak,sebelum gua memulai pekerjaan yang hectic kembali. Terimakasih untuk Abi, Miko, dan Oddy yang telah menemani. Serta tak lupa juga untuk mas Basir dan mas Teguh untuk tebengan pulangnya..

Travelling makes your brain functioned properly