Monday, September 7, 2015

JANI OH JANI#1

Dan liburan yang ditunggu pun akhirnya tiba, yeahhh \m/

Tak bisa dipungkiri semenjak film 5 cm yang hits banget 3 tahun yang lalu, sangat mengobarkan semangat pemuda pemudi bangsa kita untuk lebih mengeksplore tanah air sendiri. Gua sebenarnya agak heran juga kenapa filmnya bisa booming banget gitu. Memang sih, setahu gua film 5 cm ini film indonesia pertama dengan genre adventure drama,tapi menurut gua dari segi cerita nya juga agak kurang dan terkesan biasa saja, walaupun jujur endingnya gak ketebak ama gua. 

Seperti halnya sebuah film yang diangkat dari sebuah buku laris, banyak orang berpendapat bahwa film ini tidak seutuhnya menggambarkan apa yang terdapat di buku nya. Awalnya gua pengen baca buku nya dulu sebelum nonton biar ngerti, tapi takutnya masa tayang di bioskopnya keburu kelar karena gua bacanya kelamaan,hahahahah.

Menonton filmnya sendiri,sangat memacu adrenaline gua sop, apalagi pas scenenya pevita pake g-string, ampe sekarang masih kebayang-kebayang sop, hahahahhaha. Gak dong, menonton film nya sendiri membuat gua berdecak kagum, alamnya indah banget, gak ada duanya, keren, pecahh dah \m/

Selain film 5 cm ini, eh ngomong-ngomong gua masih bingung kenapa judulnya 5 cm dah, tapi kalo gua '20 cm' sop yang pasti #IYKWIM, buahahahahahah.

Jadi yang pengen gua bilang adalah, selain film ini, juga acara-acara travelling yang bertebaran di tiap TV nasional turut memacu semangat anak-anak muda untuk berlomba-lomba bertravelling ria, baik sendiri, dengan pacarnya, dengan bokapnya, dengan neneknya, suka-suka dia lah sop, hidup hidup dia. Jamak gua temui di pantai dan gunung selama gua di Indonesia, orang-orang pake baju MTMA (My Trip My Adventure), dari atas ampe kebawah, luar biasaa sop fenomena ini. 

Okelah,cukup dengan kalimat pembukanya sop,saatnya kembali ke inti utama ceritanya, liburan gua, yang gua beri judul "RINJANI KU SAYANG, RINJANI KU MALANG" hahahaha,krik

---END---

Sebenarnya gua termasuk salah satu anak bangsa yang terpengaruh dengan kondisi diatas sop. Untuk itu, liburan kali ini gua pengen capek sedikit,dan lebih mencoba sesuatu yang menantang, yaitu naik gunung. Jaman kuliah, pernah sih naik gunung, for the fucking friendship's sake aja, dan sekarang tentu saja semuanya berbeda, karena gua bakal ngelakuinya bareng si Indi dan si Ipan (si adek), yang keduanya baru pertama kali naik gunung. 

Dan kalo ditanyain orang, gua anak gunung ato anak pantai, gua bakal jawab anak bokap nyokap. Gua anaknya seneng maen-maen di alam terbuka, dan menurut gua sama ajalah intinya, sama-sama bikin capek dan dekil,hahahaha.

Ada pertanyaan laen, yaitu kenapa gua lebih memilih gunung Rinjani, kenapa gak gunung Semeru, gunung Sahari, ato gunung yang laen, jawabannya cukup simpel sop. Karena gua bukan anak gunung atopun pantai, maka Rinjani adalah jawaban yang tepat untuk segalanya. Selain karena gunungnya sendiri, tentu saja Lombok juga terkenal dengan keindahan pantai-pantainya. Bisa gua bayangkan setelah capek naik gunung, gua bisa langsung ke Gili, ngeliat bule-bule bikinian bertebaran sebagai pelepas lelah, buahahahahaha.

Untuk liburan kali ini, gua memulai langkah gua dengan menanyakan kontek porter+guide ke beberapa teman gua (Revo dan Umam, cheers bro) yang udah pernah naek Rinjani sebelumnya. Setelah Deal-deal-an harga dan book tanggal dengan abang-abangnya, saatnya gua mempersiapkan fisik biar kuat dan gak malu-maluin amat selama di atas. Selama di Saudi, karena mustahil menurut gua untuk beraktifitas fisik dengan cuaca yang panas banget ini (48-50C rata-rata), maka gua berikrar untuk berlatih fisik selama di Indonesia saja, Tapi apa daya, ibarat pepatah, gajah mati, meninggalkan gadingnya, bodo amat kalo gak nyambung,hahahaha, disaat bersamaan, Pekanbaru, kota dimana gua berdomisili lagi mendapat musibah tahunan, yaitu asap akibat pembakaran hutan, dan menghambat gua tentunya untuk beraktifitas diluar ruangan. Kalo kayak begini ceritanya, yaudah gua pasrahin aja apa yang bakal terjadi di gunung, kalo mati juga, gua ngarepnya kek soe-hok gie gitu, dibikinin film malah ntar lebih bagus, hahahahaha.

Trip dimulai dari Bandar Udara International Lombok. Dengan menumpang Damri, yang perorangnya hanya bayar 35 ribu, kita di drop di Pantai Senggigi. Untuk menghemat waktu. kita hanya menghabiskan waktu sebentar saja di pantai Senggigi untuk mengejar waktu sampai di Senaru sebelum sore hari. Pendakian direncanakan dimulai dari Senaru, yaitu sebuah desa di kaki gunung, dan berakhir di Sembalun 3 hari berselang. Selagi menikmati pantai Senggigi yang biasa-biasa saja, gua juga sekaligus mencari transport yang siap mengantarkan kita ke Senaru. Setelah bernego ria dengan beberapa driver, akhirnya gua memilih driver yang memasang tarif lebih murah 50 ribu dibanding driver yang laen, lumayan kalo gua pikir, bisa untuk beli snek selama diatas. 



 Pantai Senggigi


Selama di perjalanan, kita disuguhkan pemandangan yang indah, yang tiada taranya, yang wow, dan sempet stop beberapa kali, untuk mengabadikan pemandangan yang indah ini, walaupun gua juga gak minta sebenarnya, karena bawaan udah pengen cepet sampe aja. Sebelum sampai ke Senarunya, kita sempetin makan siang di Rinjani Lodge, satu-satunya restoran yang paling kece di kaki gunung.



Hoahmm

Hoahmm lagi


Biasa aja sih, ya tapi bolehlah


Setelah menikmati makan siang pake nasi ama ayam nya yang udah dingin dan biasa saja, sembari ditemani hutan hujan tropis ama bule gak jelas yang lagi bikinian di kolam renang padahal cuaca lagi dingin banget, gua akhirnya pun melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir. 

Sesampainya di Senaru, gua langsung mencari penginapan. Si driver nya sempet merekomendasikan beberapa tempat, tapi gua menolak secara halus, karena gua pengen nyari sendiri penginapan yang sesuai dengan kita dan harus masuk sesuai budget gua. Prinsip gua, harga berapa aja gak masalah, asalkan murah, hahahaha. Akhirnya gua memilih satu penginapan yang lumayan bersih dan gede, cukup untuk menampung barang-barang bawaan kita. 



Homestay nya dari luar sop, nama nya Bukit Senaru


Setelah mendrop beberapa barang bawaan, pemilik penginapan menawarkan jasa untuk tour ke dua buah air terjun di sekitar kaki gunung, dengan abang-abangnya sendiri yang akan bertindak sebagai guide nya. Gua langsung terkejut setengah hidup, abang-abangnya bilang setiap orang bakal dikenakan 100 ribu rupiah, faakkkk, mau naik Haji abangnya nih, kenapa gak jadi tukang bubur aja lu?!

Setelah lagi-lagi menolak secara halus penawaran abangnya, karena jujur sop, orang sini serem-serem mukanya, kek mau makan orang,hahahaha, tapi baik-baik sebenarnya loh sop, gua langsung saja keluar penginapan bareng si Indi dan si Ipan, dan pergi sendiri dengan sotoy nya kearah bawah dengan insting hewani gua. Setelah berjalan beberapa meter, bener saja gua menemui plang yang menandakan masuk ke areal wisata air terjun. 

Terus berjalan, dan gua menemui pos jaga yang kosong, "Wah mayan nihh, masuk nya ternyata gratis, abang-abangnya lagi gak ada" pikir gua. Setelah hanya beberapa langkah saja masuk, kita diteriakin dari belakang ama abang-abangnya, "Woy maling-maling" kemudian gua ditangkap warga, digebukin,terus mati, end, hahahaha. Gak sop jadi kita diminta untuk mendaftar dan membayar biaya masuk perorangnya hanya 5000 ribu rupiah saja, dan pada saat itu juga, gua menghela nafas diiringi dengan sujud syukur, karena gak jadi ketipu ama abang-abang penjaga homestay. Karena kita masuk udah lumayan sore dan tanpa guide, abang-abangnya mengingatkan kita untuk tidak berlama-lama di air terjunnya, takutnya keburu malam dan dia juga memberikan nomornya ke kita untuk jaga-jaga kalo misalnya ada apa-apa terjadi.

Turun ke bawah, gua harus menuruni anak tangga yang berjumlah 2945723 buah, ya pokoknya banyak deh sop, gak usah dihitungin, dan butuh waktu sekitar 20 menitan untuk sampai ke air terjun pertama, yang bernama Sendang Gile. Langsung liat poto dibawah aja sop. 



Gedenyaa


Karena waktu yang terbatas, kita hanya poto-poto bentar aja,dan kemudian melanjutkan perjalanan kita ke air terjun yang laennya, yang terletak cukup berdekatan, yaitu Tiu Relep, eh salah sop Tiu Kelep maksudnya. Untuk sampai ke air terjun kedua ini, kita tidak harus naik turun anak tangga lagi sop, tapi cukup dengan trekking di jalan tanah datar dan beberapa kali melewati jembatan kecil. 


Salah satunya sop


Walaupun diluar perkiraan gua karena jarak antara air terjun nya jauh banget dan cukup melelahkan pastinya, tapi gua tetep ambil sisi positifnya sop,lumayan sebagai pemanasan sebelum naik gunung sebenarnya. Setelah bertrekking ria selama setengah jam,akhirnya sampai juga ke air terjun kedua, Tiu Kelep. Nah di air terjun yang ini, lebih gede, dan ame dibanding sebelumnya. Dan lagi-lagi gua nemuin ada aja bule bikinian di tempat sedingin gini, gak tahan melihatnya, langsung aja gua suruh doi pake bajunya. Gua nyuruh temennya aja yang bikinian karena lebih gedean, buahahahahah.



Hmmm

Hmmm lagi


Di air terjun ini kita,lagi-lagi kita hanya sekedar untuk poto-poto bentar, karena jam udah menunjukkan pukul setengah enam, dan hari sudah mulai gelap. Total waktu yang dibutuhkan sekitar 40 menitan untuk sampe keatas lagi, dan hari juga mulai gerimis. Bak dikejar anjing menggongong kafilah berlalu, gua berusaha jalan secepat mungkin, tapi sebagai pacar yang baik, gua juga harus nungguin si Indi, yang kalo jalan kek si gary, siput spongebob,hahahaha :*

Akhirnya kita sampe juga di atas, dan gua melihat dari jauh abangnya telah menunggu kedatangan kita dari warung doi yang terletak diseberang pos jaga. Bak film india, dimana Inspektur Vijay selalu datang belakangan ketika penjahatnya udah pada kalah duluan, hujan pun turun dengan lebat nya ketika kita sudah sampe diatas. Kita pun berlarian ke warung abang nya sekedar untuk berteduh dan berbincang hangat tentang perjalanan esok hari.

Selesailah perjalanan pembuka gua selama di Rinjani, air terjun yang indah dan masih asri, tapi sayang hanya sekejap ku menikmatimu, halahh.

Selanjutnya, apa yang bakal terjadi di gunung?

Bakal kuatkah gua meneruskan perjalanan ini?

Apa bener gua ampe minta digendongin ama abang-abang guidenya?

Nah, di postingan berikutnya bakal gua kasih tau semuanya sop.

Tapi...

50 view dulu dooooongg sop ya, baru gua terusin~

When I'm excited over something, i can't even think over the fear i'm gonna challenge 
- Rian

Friday, June 12, 2015

SAUDI LIFE PART#2

Tak terasa, Oktober tahun ini, tepat 2 tahun keberadaan gua di negeri ini, yang tentunya banyak suka dan duka yang gua alami, dimana yang sebagiannnya bakal gua ceritain di postingan blog gua kali ini. Sebenarnya juga, kalo dibilang gak berasa, gak juga sih, malah berasa banget-banget disini, berasa panasnya, hahahahahha.

Tema postingan blog gua kali ini sendiri, sebenarnya gak jauh beda dengan postingan gua beberapa bulan sebelumnya,yaitu masih tentang kekacauan dan huru-hara hidup gua selama disini. Bagi yang belum baca, bisa baca di sini, SAUDI LIFE PART#1 (klik link). Kata orang-orang lucu banget sih postingannya, tapi gua juga gak tahu orang yang mana,wkwkwkwkwk.

Oh iya,ngomong-ngomong gimana nih tampilan blog baru gua? keren gak sop?

Pagi ini, secara random gua tiba-tiba keinget blog gua yang udah lama gak keurus. Kebetulan juga gua lagi off, jadi gua sempetin untuk googling template yang baru untuk penyegaran. Biarpun ini blog sepi kek kuburan, tapi tetep aja gua sayang ama ini blog sop, soalnya ini sebagai media yang pas untuk gua menumpahkan uneg-uneg, menjadi diri sendiri, bebas mengekspresikan apa yang gua suka, tak terbatas dengan jumlah karakter, gak harus was-was gua bakal dapat emote ato komen berapa banyak. Ya paling gak ada yang ngeview aja sop bagian terburuknya, hahahahahahah

Terbiasa hidup sendiri, jauh dari keluarga dan negara tercinta, membuat gua lebih teratur untuk menyusun aktivitas apa yang bakal gua jalani perharinya, terutama ketika sedang off. Gua terbiasa untuk menulis aktivitas tersebut di secarik sticky note dan bakal gua tempel di laptop gua, dan bakal menjadi guide gua untuk satu atau beberapa hari kedepan.  



Agenda selama off beberapa hari ini > <


Mungkin untuk beberapa orang, bakal melihat gua aneh banget orangnya, terkesan lebay, dan lain-sebagainya. Emang bener sih sop, lo gak salah, bener banget banget malah, hahahahahhaha. 

Tapi mungkin ada dari beberapa pembaca gua (kalo ada :')) yang pernah nonton film I Am Legend?

Dari dulu, gua suka banget film yang dibintangi oleh Will Smith ini. Dari film ini juga gua belajar banyak hal, contohnya ketika lo sendiri, lo cenderung akan melakukan suatu hal terencana yang lebih teratur dan lo akan membuat hal tersebut menjadi rutinitas. 


Masih fresh di ingatan gua,scene dimana Will Smith nya nyamperin sebuah toko, belagak milih barang yang dia butuh, ambil, trus bayar di kasir, padahal doi tahu, cuman dia seorang manusia yang tersisa dikota tersebut! Scene yang keren dan menyentuh banget menurut gua!



Scene yang ini sop, pas doi ngomong ama dummy display :(


Okay, setelah ngalor ngidul ngomong gak jelas, saatnya kita kembali ke topik utama, topik dan hidayatnya,wkwkwkkw

Karena tema untuk postingan kali ini amat sangat luas, jadi gua gak punya storyline yang harus gua ikuti. Tapi berhubung ada kata-kata panas dibagian awal postingan ini, gua keknya bakal mulai dari ngebahas suhu disini yang belakangan mulai meningkat. Setelah beberapa bulan gua menikmati suhu sejuk dengan angin sepoi-sepoi di Saudi, akhirnya musim panas datang juga. Suhu panas kali ini, dari apa yang gua baca di berita-berita, bakal menjadi suhu paling panas yang bakal pernah tercatat di Saudi (atau mungkin di bumi?). Kondisi ini sendiri kemungkinan terjadi akibat pergerakan gelombang panas yang bergerak dari India, yang sendiri telah menelan korban hinggai ribuan jiwa. 



Duhh :(


Sejalan dengan suhu panas, biasanya temperamen orang-orang disini juga cenderung panas, Gua gk tahu ini apa ada hubungannya apa enggak, tapi gua merasa orang-orang di Saudi lebih kalem dan selo ketika musim dingin, dan emosian ketika musim panas, hmmmm tapi mungkin juga aja gua sudah lelah. Gua sendiri belum pernah merasakan suhu sepanas itu, di Indonesia dulu, paling banter suhu cuman 38 celsius dan itu udah ngeluh kepanasan. Kalo di Jakarta bisa ampe sepanas ini gak kebayang deh gua, pasti keluhan dan celotehan tersebar dimana-mana, disemua penjuru Sosmed, hahahahaha.

Dan seperti yang sudah-sudah, puncak musim panas bakal terjadi bertepatan dengan bulan sucinya umat muslim, bulan Ramadhan. Nuansa bulan suci yang hanya tinggal menghitung hari saja, juga sudah terasa di beberapa tempat. Biasanya, mesjid-mesjid di Saudi bakal buka tenda gede gitu didepan ato samping mesjidnya. Tempat ini, selama bulan puasa, bakal menyajikan aneka hidangan takjil untuk berbuka dan berbagai acara lainnya. Alhamdulillah, beberapa bulan lalu, di seputaran apartemen gua, baru diresmiin satu mesjid baru, yang keren dan megah, yang hanya berjarak kurang lebih 50 meter saja dari apartemen gua. Selepas jumatan hari ini, tadi gua iseng masuk ke tendanya, berharap menemukan takjil, ato kabsa untuk makan siang gua, mana aja boleh, asal gratis dan bikin kenyang, wkwkwkkwk :p




Tendanya udah ready sop!


Untuk puasa sendiri, ini adalah tahun kedua gua menghabiskan ibadah ini di Saudi, Walaupun gak bakal full, karena 3 hari sebelum lebaran, InsyaAllah gua bakal pulang ke Indonesia, untuk berlebaran dengan keluarga tercinta. Menjelang puasa juga, menurut gua aktivitas kehidupan gua juga makin slow down. Gua gak tahu apakah ini karena faktor sebulan lagi mau pulang ke indo, ato karena mau puasa. Sepak bola, yang biasanya selalu rutin kita mainin setiap minggu, sudah satu bulan belakangan ini vakum, Walaupun gak jago-jago banget,tapi jujur, hanya inilah hiburan yang gua paling tunggu-tunggu setiap minggunya. Gua juga udah beberapa kali off ini, hanya menghabiskan waktu di kamar saja. Gua juga lebih memilih untuk menghabiskan waktu dikamar, dibanding jalan-jalan keluar, apalagi sendiri (kalo temen-temen pada shift). Sudah terlalu banyak kelakuan orang-orang disini yang bikin gua mengurut dada, dadanya duo serigala,wkwkwkwkw. Mulai dari nyolek-nyolek, ngajak kenalan, megang-megang paha, ampe nunjukkin titit :(

Udah ah, ampe sini aja cerita gua di postingan kali ini sop, daripada makin ngawur. Biarpun gak penting, tapi thanks berat bagi yang selalu membaca blog gua sop. Melalui postingan ini juga, berhubung puasa beberapa hari lagi, gua minta maaf untuk semua kesalahan yang disengaja maupun tidak, namanya juga anak muda, masih nakal dikit,wajar :p

Ingat sop,puasa tidak hanya sekedara menahan lapar dan haus :)


Cerita tentang kehidupan gua di Saudi yang laen sop ;

http://andrianarif.blogspot.com/2014/04/dos-and-donts-in-saudi.html





Thursday, May 14, 2015

BROMO#2

Di bagian #2 ini, sebenarnya gak terlalu banyak cerita yang bisa gua share disini, karena memang ini merupakan pelengkap dari bagian satunya (baca BROMO#1). Edisi Bromo sendiri,emang sengaja gua split jadi dua bagian, biar gak terlalu panjang untuk pembaca, biarpun emang gak ada yang baca juga sih sebenarnya..hahahahahha..:'(

Okelah,gua lanjutkan saja lah.......



Masih belum bisa move on dari Bromo padahal :(


Setibanya di Probolinggo, gua langsung mencari bus tujuan Surabaya. Di Surabaya, gua bakal singgah untuk sehari semalam, sebelum gua melanjutkan perjalanan gua ke Bali. Setelah mencari-mencari info di mbah gugel, ada dua provider bus ekonomi dari Probolinggo ke Surabaya atau sebaliknya, yang lumayan banyak direkomendasikan oleh netizen , yaitu Bus AKAS atau MILA. 

Setelah bertanya pada petugas terminal mengenai jam keberangkatan,serta membandingkan harga mana yang lebih murah (tentunya :p), akhirnya gua lebih memilih bus MILA. Sebenarnya, berbicara mengenai harga dan fasilitas, tidak ada yang perlu diperbandingkan diantara dua provider bus ini. Dengan tarif yang sama, yaitu 25 ribu saja, ber-AC dan jarak antar bangku yang ideal untuk penumpang,semuanya terlihat sama. Schedule keberangkatan menjadi pembeda diantara keduanya, dan gua lebih memilih bus MILA, karena memiliki waktu keberangkatan selanjutnya yang lebih awal. Karena memiliki schedule keberangkatan yang fixed, jadinya gua gak harus nunggu berjam-jam dan berantem ama mas-masnya dulu, seperti yang gua alamin pas mau naik ke Bromo (baca BROMO#1).

SURABAYA, I'M COMING!

Sebenarnya ini kunjungan kedua gua ke kota yang terkenal dengan patung sura dan buayanya ini. Kunjungan pertama terjadi jauh waktu sebelumnya,yaitu sekitar 6 tahun yang lalu, ketika gua plesiran ke kota ini untuk melepaskan kepenatan di sela waktu Kuliah Praktek gua di kota Bojonegoro, kota yang berjarak sekitar 2 jam dari kota Surabaya. Sebenarnya juga gak penat-penat banget sih saat itu, karena gak ngapa-ngapain juga, eh..buahahahahahah... 

Setelah sekitar 4 jam dijalan, di suatu siang yang terik, akhirnya gua sampai juga di kota yang crowded ini, yang menurut gua gak ada bedanya dengan Jakarta. Yap, Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, jadi tidak mengherankan, kemacetan terjadi dimana-mana, polusi yang menusuk hidung dan mata,potret-potret kemiskinan di sudut kota dan tentu saja kumpulan orang-orang yang hijrah ke kota besar dengan pengharapan untuk mencari hidup yang lebih baik. 

Di Surabaya, karena males kemana-mana karena macetnya gua gak tahan,akhirnya gua cuman nge-Mall aja sambil ngeliatin taman Bungkul, taman yang katanya mendapat penghargaan sebagai taman terbaik se-Asia versi PBB. Gua juga sempetin nonton bioskop, makan malam dan beristirahat santai sembari menghabiskan waktu. Disini juga, gua gak banyak capture moment, karena selain suasanya yang kota besar banget, yang standar abiiss, juga karena gua harus save kapasitas memory card kamera gua yang udah kepenuhan. Keknya gua harus beli memory card baru sebagai cadangan untuk travelling selanjutnya #NoteToSelf.

Karena takut kebablasan demi mengejar penerbangan paling pagi ke Bali, gua udah nyampe aja di Airport Juanda selepas tengah malam. Gua juga bisa tiduran sambil selonjoran diatas bangku ruang tunggu yang kosong,sedangkan barang-barang gua taro ditempat yang aman, sambil si indi yang jagain, ehh, buahahahahahahhah :***

Bangun-bangun, airport udah rame aja dengan mulai banyak orang yang berjejalan untuk check-in. Gua buru-buru check in, biar bisa tidur lagi didalam, dan gua berharap bangun-bangun bisa langsung di Bali :p

TAKE CARE, SURABAYA, BALI, HERE I GO!


Friday, February 27, 2015

BROMO#1

Sebelum pulang ke Indonesia, terlebih dahulu gua udah searching tentang daerah mana aja yang bakal gua datengin selama di Indonesia. Dari sekian banyak yang gua gugel, pilihan mengerucut ke beberapa objek wisata saja yang menurut gua lagi hits banget sekarang, diantaranya bromo, sempu, tanah baluran, pulang menjangan, kawah ijen dan lain-lain. Gua akui, berbagai program jalan-jalan yang bertebaran di acara televisi kita,turut mendongkrak popularitas objek wisata tersebut. Cukup lama gua berpikir dan berdiskusi dengan travel-mate gua,sampe akhirnya kita menetapkan bakal kemana kaki kita melangkah. Oh iya,kebetulan Travel-mate gua adalah pacar sekaligus sahabat sekaligus teman sendiri,yaitu si Indi Similikiti..hahahahaha :p

Setelah berdiskusi dengan si Indi kira-kira semenit doang, akhirnya kita memutuskan Bromo sebagai destinasi awal rencana liburan kita. Si Indi sendiri punya cuti yang kalo diitung ampe dia ngantor lagi, itu bisa dapat 8 hari. Dengan estimasi maksimal hanya 2 hari stay di Bromo, kita cukup kebingungan untuk menentukan destinasi selanjutnya. Menurut gua, dari kandidat destinasi yang gua sebutkan diawal tadi, hanya Bromo lah yang memungkinkan untuk dikunjungin dari segi jumlah orang, transport, dan biaya. Akhirnya kita menambahkan 3 kota laen sebagai destinasi kita, yaitu, Malang (kebetulan kita bakal mampir dikota ini sebelum lanjut ke Bromo), Surabaya, dan Bali. 

Destinasi, udah
Itinerary, udah
Tiket, udah

NOW,LETS FUCKIN' GO!

Disuatu senja bertanggal 23 bulan September tahun 2014, gua sibuk memperhatikan jam gua yang menunjukkan waktu hampir jam setengah enam sore, sembari mata gua fokus menatap ke segala arah. Waktu berjalan terasa cepat, pikiran udah mulai kalut, tak henti-hentinya gua memainkan blackberry gua, seiring dengan waktu keberangkatan kereta yang semakin dekat, dan gua masih menunggu seseorang di loket pembelian tiket, diluar gate keberangkatan. 

Yapp,orang yang dimaksud adalah si Indi yang masih on the way dari kantornya di Sudirman-__-

Setelah disepakati sebelumnya, berhubung keberangkatan kereta yang jam 6, dan bubaran kantor si Indi yang jam 5, si Indi janji bakal dismiss lebih awal dari kantornya, yaitu maksimal jam setengah 5. Tetapi apa daya, karena kerjaan doi lumayan banyak pada hari itu, jam hampir menunjukkan jam 5 ketika dia baru keluar dari kantornya dan mulai mencari ojek. Pikiran gua mulai gak tenang dan bawaannya udah kesel aja, karena takut bakal ketinggalan kereta, mana tiket kereta nya dengan si Indi lagiii..ehh..buahahahhahahahaha :p

Akhirnya si Indi sampe jam 5:45 lebih, kita check in buru-buru, lari ke gate keberangkatan kek orang gila, dan akhirnya baru bisa tenang setelah duduk didalam kereta. Malang, we're coming! 

Butuh waktu hingga 14 jam,sampe akhirnya kita sampe di stasiun kotabaru Malang. Begitu keluar dari stasiunnya telah banyak orang yang menawarkan transport untuk ke berbagai macam destinasi wisata di sekitar Jawa Timur, seperti Bromo dan Semeru contohnya. Sesuai itinerary, gua bakal menginap satu hari di Malang . 





Gaya kita sesampainya di Malang :p


Menghabiskan waktu di Malang, tidak lengkap rasanya kalo tidak mencoba kulinernya. Walaupun gua bukan tipikal yang suka nyobain kuliner setempat ketika travelling, tetapi kali ini gua sempetin untuk mencoba makanan khas Malang, yaitu Bakso Arema Khas Malang. Ketika gua masih di Pekanbaru, saban hari, gua selalu makan nih Bakso yang selalu lalu lalang dikompleks rumah gua ketika sore hari. 

Tetapi bagaimana rasanya makan bakso khas Malang ditempat daerah asalnya?

Menurut gua biasa aja, dan bahkan rasanya menurut gua masih lebih enakan yang lewat di depan rumah gua..hahahahahah :p

Setelah beristirahat sejenak, gua melanjutkan perjalanan ke Kusuma Agro Wisata yang terletak di Batu, yang berjarak sekitar 30 menit dari Malang. Di tempat ini, wisata yang ditawarkan adalah layanan wisata petik buah langsung untuk berbagai hasil perkebunan, seperti Apel, Jeruk, dan buah-buahan bebas pestisida lainya. Selain wisata petik, wisata ini juga menawarkan wahana outbound seperti mengendarai ATV, flying fox dan lainnya. Tapi berhubung paket ini tidak termasuk dalam tiket masuk, jadi kita skip dulu,mending duitnya diskip untuk hal yang berguna lainnya :p




Memetik buah dengan latar belakang gunung Arjuna :p



Tidak lupa sebelum meninggalkan tempatnya, gua membeli oleh-oleh untuk sanak famili. Karena ini baru hari pertama dari total 8 hari trip gua, jadi gua memutuskan untuk membeli oleh-oleh yang simple saja, yang bisa diselipin di carriel gua. Gua langsung teringat si mamake yang doyan menanam bunga dan langsung saja gua memutuskan untuk membeli bibit bunga. Setelah mendengarkan presentasi dari mas-masnya lengkap dengan display kalo udah gedenya, akhirnya pilihan gua mengerucut ke satu bibit bunga. Gua lupa bibit bunga apa,tapi lumayan mahal sebungkusnya, yaitu 100 ribu. Selang beberapa bulan, gua menanyakan kembali nasib bibit bunga yang gua kasih ke mamake, dan mamake pun menjawab "yan, bibit bunga nya gak mama pake, habis ribet cara nanamnya mama baca di bungkusnya.." buahahahahahahahahahahahah...100 ribu melayangg :') tapi gak apa apa deh, asalkan si mamake senang :p




Bunga-bunga di taman >_<



Keesokan harinya, gua bangun lebih awal, untuk mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan sebelum kita melanjutkan perjalanan ke Bromo. Karena si Indi backpack nya cuman Jansport, alias Daily Backpack yang emang bukan didesain untuk travelling, beberapa barang si Indi, gua transfer ke carriel gua. Untuk barang yang bakal digunain secara frequent, seperti powerbank, tissue, handuk, dan lainnnya, gua pack di tasnya si Indi sehingga jadi lebih mudah diaksesnya ketika mau dipakai dibanding harus membongkar carriel yang segede gaban. 

Dari Malang kita langsung menuju Probolinggo melalui Terminal Arjosari. Tidak susah untuk mendapatkan bus tujuan Probolinggo karena memang banyak operator bus untuk tujuan tersebut. Sesampainya di terminal Bayuangga Probolinggo, sesuai artikel yang gua baca, gua harus langsung menuju front gate terminal ini untuk melanjutkan perjalanan gua menuju Cemoro Lawang,yaitu desa terakhir sebelum gunung Bromo. 

Sesampainya disana, gua langsung dihampirin tukang ojek untuk menawarkan jasa ke "atas".tetapi gua menolak dengan halus, karena gua lebih memilih bus, sesuai dengan itinerary gua. Lagipula dengan biaya bus yang cukup murah yaitu 25 ribu, gua udah bisa duduk santai, sambil menikmati pemandangan indah tanpa harus menggendong carriel yang segede gaban. Dan benar saja, dengan melanjutkan jalan beberapa langkah, akhirnya gua disamperin dengan mas-mas yang siap mengantar kita untuk naik ke atas. Tanpa basa-basi gua langsung menaikkan carriel gua serta bawaan kita yang laen ke dalam bus. Setelah siap sedia, gua pun bertanya ke pada Mas nya dengan sopan,

"Mas, kita udah siap nih,jadi kapan kita berangkat?"

"Tunggu ampe penuh mas,kita langsung berangkat!"

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Bus yang berisi 15 seat ini, belum ada terisi setengahnya dan penumpang nya cuman gua, si Indi, dan seorang kakek tua yang membawa barang pecah belah. Setelah dua jam berlalu, gua udah mulai gak sabar dengan situasi yang ada. Gua memaksa Mas nya untuk berangkat sembari menurunkan barang-barang gua dari dalam bus dengan maksud untuk menggertak. Gua sempat berpikir untuk balik ke pangkalan ojek yang gua lewatin sebelumnya, tetapi Mas nya memperingatkan bahwa hanya bus ini lah satu-satunya angkutan yang diijinkan untuk sampe keatas. Kehabisan pilihan, akhirnya gua mencoba nego dengan mas nya berapa kira-kira biaya charter bus sampe keatas. Doi menyebut 350 ribu tanpa berpikir panjang, dengan catatan si kakek tua yang penduduk asli Bromo tetep membayar harga normal, yaitu 25 ribu rupiah.

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK #LAGI

Mentang-mentang gua kek cina, mo diperass!!!

Jadi ceritanya, gua harus membayar kekurangan biaya dari sisa seat yang kosong kalo memaksa untuk melanjutkan perjalanan, yaitu 12 seat dan masih ditambah dua seat yaitu, gua dan Indi sendiri.

Setelah nego yang cukup alot dengan mas-masnya pake sedikit emosi, akhirnya biaya charter bus dikurangi menjadi 200 ribu saja, tetep dengan catatan si kakek tua hanya membayar dengan harga normal. Jadi gua dan indi cukup membayar 175 ribu saja,mayannnnn :p




Sticker di angkotnya,ngajak ribut :(


Setelah hampir 3 jam, gua stuck nih diterminal setan, akhirnya gua melanjutkan perjalanan ke Cemoro Lawang. 

BROMO,I'M COMING!

Perjalanan 1 jam lebih dari Probolinggo hingga Cemoro Lawang, dihiasi dengan pemandangan yang luar biasa. Kanan kiri dengan deretan pohon pinus, perkebunan warga yang tradisional, serta jalan yang dikelilingi kabut tipis serasa menemani indahnya perjalanan gua. 

Sampai Bromo, gua langsung menaruh barang-barang gua, serta book untuk tour keesokan harinya. Dan gua juga baru sadar, kalo buah-buahan yang kita petik secara membabi buta di Malang beserta snek-snek laennya ketinggalan di bus,tapi yasudahlah,aku rapopo..

Untuk paket tur sendiri, gua dan Indi sengaja memilih agak beda, yaitu memilih untuk menggunakan ojek, karena dengan ojek kita bisa singgah ke beberapa spot yang tidak disinggahi dengan jeep,seperti Sabana contohnya. Setelah selesai dengan urusan booking-membooking, gua langsung menuju spot yang sangat keren abis untuk menikmati sunset di sore hari, yaitu duduk disemacam teras gitu, dengan view langsung kawah bromo. Walaupun agak berkabut, tapi gua tetep menikmati suasana pedesaan khas pegunungan, sembari bersenda gurau sambil ngebakso bareng.



Sayangnya agak gelap, lagi berkabut soalnya :p


Keesokan harinya, gua bangun lebih awal karena emang semaleman gua juga gak bisa tidur karena sangat excited tentang apa yang bakal mata gua liat pada pagi harinya hanya. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kunci travelling di tempat yang dingin, selain memakai perlengkapan yang memadai, perut juga harus terisi penuh. Setelah menyantap sarapan seadanya selama bisa mengganjal perut, gua siap untuk memulai hari,yeay!

Tujuan pertama, gua langsung cuss ke pananjakan 1,tempat paling favorit bagi wisatawan untuk melihat sunset. Biarpun gua berangkat lebih awal, tapi tempat ini sudah ditelan oleh lautan manusia. rame banget!

Agak susah nemuin spot yang bagus untuk nangkep momen sunrise melalui kamera gua,karena hampir seluruh spot sudah diisi oleh lautan manusia. Ketika matahari mulai menunjukkan cahaya nya dari ufuk Timur, disitulah massa makin beringas untuk menemukan spot yang paling terkeren menurut mereka, mana kebanyakan bule-bule lagi yang badannya jauh lebih gede dari gua,jadi gua agak berjuang untuk mendapatkan spot yang terbaik buat poto. Gua liat sekeliling orang-orang juga mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mendapatkan good capture, ada yang manjat pagar, ada yang gendongan ama pacarnya, dan ada juga yang manjat tiang sutet..buahahahahhaha..kalo ini boong deh :p

Beruntung, pagi itu cuaca cerah dan hanya ada sedikit kabut, sehingga tidak menggangu penampakan terbitnya matahari, gua berhasil menangkap beberapa momen sunrise, walaupun gak bagus-bagus amat sih.....



Sunrisenya...


Dan juga beberapa momen setelahnya....



Hmmm..


Puas foto-foto di pananjakan,selanjutnya gua ke kawah di areal gunungnya. Maen-maen dengan kuda, foto-foto dikawah, serta maen-maen di candi areal gunung,juga tidak luput dari injakan langkah gua, seperti yang terliat di foto bawah ini..



Nih si kuda-kudanya..

Nih si candinya..

Nih si kawahnya..


Setelahnya dilanjutkan tujuan terakhir, dan yang paling gua excited juga, Padang Sabana Teletubbies!
Sesampainya disana, apa daya, harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Padang sabana yang luas dan hijau yang biasa gua liat di film Teletubbies tidak terlihat seperti apa sebenarnya. Rumput dan tumbuh-tumbuhan disekitar sabana telah lama kering dan mati. Mas-masnya nya berkata sudah hampir lebih dari 3 bulan, kawasan Bromo tidak diguyur hujan, karena memang lagi musim kemarau parah beberapa bulan belakangan. Gua agak kecewa, tapi gua tetep meng-capture beberapa spot yang menurut gua masih terlihat keren, walaupun dengan kekurangannya. 

Sebelum tour ini berakhir, mas-mas nya mengajak gua ke satu spot lagi. Setibanya di spot tersebut, gua heran apa yang menarik dengan spot ini. Kebingungan gua langsung sirna, setelah mas-mas nya menjelaskan bahwa spot ini dahulunya pernah digunakan syuting untuk film nya si Dian Sasto,yaitu Pasir Berbisik, woalahhhhhh kirain apaan. Setting dari spot ini menurut gua gak terlalu buruk juga,dengan beberapa batu berdiri kokoh disekitarnya,masih baguslah buat dipoto.. 




Walaupun kurang maksimal, tapi tetep keren!


Karena gua harus mengejar penerbangan ke Bali, melalui Surabaya,gua harus mengakhiri tour Bromo lebih awal. Untuk turun kebawah, lagi-lagi gua harus menaiki bus yang sama, dengan Mas-mas yang sama juga, Tetapi bedanya kali ini, gua gak beradu urat dengan Mas-mas nya melainkan dengan rombongan bule-bule! 

Jadi ceritanya, bus sudah terisi dengan 11 orang (dari 15 seat available). Seperti yang sudah diprediksi, karena bus belum penuh, mas-masnya memaksa menunggu bus sampe penuh sedangkan gua udah targetin harus sampe Surabaya sebelum malem. Setelah,gua berdiskusi dengan mas-mas plus rombongan bule-bule ini (hanya gua dan si Indi yang Indonesia), akhirnya kita sepakat untuk membayar lebih ke mas-masnya yaitu 35 ribu (dari harga biasa 25 ribu). Tetapi setelah disepakati dan ready untuk berangkat, ada sepasang bule tiba-tiba menolak untuk membayar lebih, dan langsung ngeluarin barang-barangnya dari bus, dan langsung cabut gitu aja..

FAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Nih bule maunya apa sihh?!?! Kere banget!!!

Akhirnya molor lagi waktu keberangkatan, hampir setengah jam lebih, sembari mas-masnya menunggu calon penumpang lainnya. Karena emang udah gak punya opsi laen, akhirnya gua nego lagi dengan mas-mas plus bule-bule nya,dan akhirnya disepakati ongkos nya menjadi 50 ribu untuk satu orang, jadi naek lagi kan.......:)

Sejalan dengan bus gua yang lambat melaju menuju peradaban, disitu jugalah trip keren gua di Bromo berakhir, masih ada dua kota lagi yang bakal gua samperin Surabaya dan Bali.

Lanjut bro ke part#2 nya (klik di link).
  


Let's endlessly explore yourself!



**special thanks untuk Indi, yang udah nemenin penulis trip kemana aja, mulai dari naik bus (pernah ampe 10 jam), pesawat, kapal, semoga terus menginspirasi :)




Tuesday, December 30, 2014

AU REVOIR 2014!

Tak terasa tahun ini untuk kedua kalinya gua bakal ngerayain tahun baru di Saudi. Seperti tahun sebelumnya, udah bisa gua tebak, kalo tahun baru kali juga bakal garing lagi. Untuk sebuah negara Islam, terutama Arab Saudi, pemerintahnya sangat strict untuk sebisa mungkin menangkal penetrasi budaya asing, seperti contohnya melarang perayaan tahun baru dalam bentuk apapun. 

Walaupun merupakan negara islam, bukan berarti juga Saudi merayakan tahun baru Islam. Di Saudi, tahun baru hijriah 1 Muharram juga tidak dirayakan secara khusus oleh masyarakatnya. Tanggal 1 Muharram juga bukan merupakan hari libur, dimana semua orang Arab Saudi saat bekerja seperti biasa dan toko-toko serta restoran juga buka seperti biasa. Hari libur nasional yang gua inget sejauh ini, tentu saja libur lebaran (idul fitri dan adha) dan libur hari kemerdekaan kerajaan Saudi, dan khusus untuk libur yang terakhir gua sebut, ini meriah banget. Orang-orang, mulai dari anak kecil, muda-mudi, hingga orang tua, pada turun ke jalan, dan berpesta pora bersama keluarga dan teman-teman hingga larut malam.



Si Hamad, Badrun, Harun, dan lainnya..hahahah

  
Tetapi bukan betapa sepinya perayaan tahun baru gua kali ini yang bakal gua ceritain pada postingan kali ini. Gua hanya ingin mengingat-ngingat momen-momen yang gua alamin sejauh ini,mulai dari momen seneng-seneng,aneh ampe gak jelas, yang bisa bikin gua ngakak sendiri kalo mengingat kembali momen tersebut.

Hal yang pertama gua inget dari Saudi,tentu saja adalah orang-orangnya sendiri. Diawal kedatangan gua ke Saudi, hampir tiap orang yang gak gua kenal, bakal gua senyumin. Mungkin emang udah jadi bawaan orang Indonesia pada umumnya kali ya, untuk selalu mencoba bersikap ramah pada orang lain. Oh iya, ngomong-ngomong setelah gua amati, ternyata sikap ini bukan hanya dimiliki oleh orang-orang Indonesia/Asia saja, tetapi juga rata-rata orang yang berasal dari Negara bersuhu hangat yang dilintasi garis Ekuator (Khatulistiwa) seperti halnya beberapa Negara Amerika Latin, juga mempunyai sikap yang ramah-ramah dengan orang lain yang belum dikenal.

Akibat terlalu sering senyumin orang-orang dijalan, dan yang pasti cowok tentunya (kalo cewek, bisa dirajam bapaknya gua :3), beberapa dari mereka pun mengajak berkenalan ketika gua senyumin dan bertukar nomor telepon. Huekkkkk, baru kali ini seumur hidup gua diajak kenalan ama cowok, lo kira gua syahrini apa..hahahahahahhahaha..najis mughallazah ini mahh..

Gua juga kemana-mana selalu pake celana pendek, dan baju alakadarnya (kalo pas jaman ngekos pas kuliah dulu, gua lebih suka pake kaos kutang bali karena kosan gerah gak pake AC :p), atau bisa gua bilang gua tidak terlalu memperdulikan cara penampilan gua selama di Saudi. Tetapi ternyata gua salah!

Suatu hari temen gua orang India,menasehatin gua tentang cara berpakaian gua ketika keluar flat. Si doi yang kita sebut saja namanya dengan si Vijay, mengingatkan gua untuk lebih memperhatikan gaya berpakaian ketika sedang diluar,apalagi setelah sekarang rambut gua hampir menyentuh bahu. Akhirnya gua tahu apa yang dimaksud dengan si Vijay selama ini. Karena sepintas muka gua juga mirip pinoy gitu, mungkin gua dikira “potensial” untuk dijadikan "mangsa"! Hueweeekkk..

Secara disini apa yang gua liat, dandanan cowok pinoy nya, gak semua sih, tapi lumayan banyak, agak menjurus ke semacam “pergeseran sifat dan sikap dari seorang pria seutuhnya”. Ya, gak perlu gua terangin lagi lah ya,gua yakin pembaca ngerti apa yang gua maksud dan bisa gugel juga,tetapi tetep aja, gua masih geli ampe sekarang kalo mengingat-ngingat masa itu..huweeekkkk..

Ngomong-ngomong soal cara berpakaian,gua masih juga mengingat jelas satu momen ini. Momen ini bikin gua terheran-teran sekaligus ngakak. Jadi ceritanya pas gua di Bahrain, gua ke cafe gitu bareng-bareng temen gua yang laen. Disana gua nemuin fenomena,yang gua yakin bakal gak dijumpain di Indonesia. Di sana, gua ngeliat bapak-bapak pake Thobe (gamis kalo di Indonesia), lagi selo-selo, sambil megang tasbih di tangan kanan, miras santika di tangan kiri, dan dipeluk cewek dikanan-kirinya..buahahahahahaahahahahah..kaco nihh bapak-bapak,bukannya ke masjid,nih malah ketempat beginian..kaco-kaco sudah..kwkwkwwkwkkwkwk.


Pengalaman yang laennya juga, pernah suatu ketika gua sedang maen-maen di sebuah mall. Seperti yang sudah diketahui, ketika jam solat, toko-toko akan tutup untuk sesaat. Karena gua lagi mager dan malas untuk solat (jangan ditiru ya teman-teman :p), gua memutuskan untuk menunggu saja didepan tokonya hingga buka. Ketika sedang asyik menunggu sembari memainkan hape, gua merasa seperti ada seseorang yang menepuk pundak gua. Setelah gua memalingkan wajah gua kebelakang, orang dengan badan gede serta bewokan telah berdiri dihadapan gua, ato yang di Saudi disebut dengan Muttawa (seperti halnya polisi syariah di Aceh). Gua diusir dari depan toko tersebut, dan disuruh solat! buahahahahahahahahaha..baru kali ini gua disuruh solat ama orang laen selain orang tua sendiri..azzzzzz..


Di Saudi juga gua bisa lebih memahami apa itu artinya perbedaan. Gua terlahir dari keluarga muslim, dan sejak kecil gua telah diajarkan untuk menjadi muslim yang taat (walaupun gak taat-taat banget sih, ampe sekarang juga solat masih bolong kadang-kadang :p), mulai dari belajar mengaji dengan guru ngaji ampe juga masuk madrasah untuk lebih memperdalam ajaran syariah islam. Perbedaan yang gua maksud disini adalah perbedaan dalam tata cara melaksanakan ibadah didalam Islam, mulai dari cara berwudhu sampe solat. Acapkali, ketika gua solat jamaah disini, sangat sulit untuk khusyuk ketika solat. Bukannya fokus mendengarkan bacaan imam, gua malah sibuk memperhatikan cara jamaah yang lain solat. Ada yang tangannya kesini, bukan kesitu, ada yang kakinya malah kesini, harusnya kesitu, ada yang harus pake sesuatu dulu baru bisa solat dan berbagai macam hal lainnya yang tidak pernah gua liat di Indonesia. Satu-satunya hal aneh yang pernah gua liat di Indonesia, adalah ketika gua solat jumat di salah satu desa kecil di jawa tengah (gua lupa namanya) ketika sedang bekpeker sendiri keliling jawa tengah. Khotbah disampaikan dengan bahasa jawa yang gua gak mengerti sama sekali..azzzz..


Dan yang terakhir,yang baru aja terjadi akhir-akhir ini, amat sangat membuat gua tertawa ngakak. Seperti yang sudah gua bilang sebelumnya, rambut gua saat ini udah panjang banget dan udah bisa diikat. Suatu hari,seorang temen datang menemui gua,setelah lama tidak bertemu, yang kita sebut saja namanya Sobari. Dia terkejut dengan perubahan gua,langsung saja dia bertanya..


"Whew Rian you're growing your hair up now ya.."

"Ah ya, so to speak.."

"Hmm..you're following sunnah rasul now ya, Alhamdulillah you've changed now.."

"Ahh ya,hmm..you're totally right,i'm doing it now"


Setelah berbicara basa-basi yang gak penting lainnya,kita pun berpisah..

Dan.....

Gua pun ngakak sejadi-jadinya..buahahahhahhahahahahahahahahahha..


Baru kali ini ada yang bilang seperti itu,perasaan gua bingung bercampur seneng, ternyata gak sia-sia gondrongin rambut selama ini.......:) :) :) :)


Udah ah,capek ngetiknya,lagian gak ada yang baca juga nih blog. Mungkin di postingan selanjutnya, gua bakal bikin cerita porno stensilan gitu, biar lebih banyak viewernya..muhahahahahaha

Last but not least..

"You'll never know when life fucks you up, so dont hope for a better year, hope for a better you!"

:)